Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 16 Mei 2026
Trending
  • HP 4 Jutaan Terbaik 2026 dengan Spesifikasi Lengkap dan Performa Kencang
  • Mengapa Pembalap MotoGP Turunkan Kaki Sebelum Tikungan?
  • Gempa Hebat Mengguncang Kota Bitung, Sulawesi Utara Pukul Siang Ini
  • Pendidikan Perawat: Membentuk Praktisi, Akademisi, atau Peradaban?
  • Respons Roy Suryo dan Dokter Tifa Terkait Kasus Ijazah Jokowi, Polisi: Patuhi Aturan RJ
  • Jadwal Pekan 33 Super League 2025/2026, Persib dan Borneo Berlaga Sengit
  • Kronologi Kecelakaan Bus Halmahera: Daftar 23 Korban, 2 Tewas Belum Dikenali
  • Jadwal Siaran Langsung Jepang vs Indonesia U17 Piala Asia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Strategi jahat ibu tiri di Sukabumi, mengaku anak demam padahal menyiksa, pernah lakukan kekerasan 2025
Hukum

Strategi jahat ibu tiri di Sukabumi, mengaku anak demam padahal menyiksa, pernah lakukan kekerasan 2025

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover1 Maret 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kasus Kekerasan terhadap Anak Tiri di Sukabumi

Kasus kekerasan terhadap anak tirinya yang berlangsung di Sukabumi akhirnya terungkap setelah korban meninggal dunia. Peristiwa ini mengejutkan masyarakat karena pelaku, seorang ibu tiri, mencoba menutupi tindakan sadisnya dari suaminya dengan mengarang alasan kesehatan korban.

Penyiksaan yang Dilakukan oleh Ibu Tiri

Pelaku diduga menyusun siasat licik untuk menutupi perbuatan buruknya. Ia membohongi sang suami dengan mengklaim bahwa korban hanya mengalami demam tinggi. Namun, tindakan tersebut tidak berhasil menutupi kejahatan yang dilakukannya.

NS, korban kekerasan, dibawa ke rumah sakit di Jampang Kulon dalam kondisi kritis. Sebelum meninggal, NS memberikan pengakuan yang menyedihkan tentang tindakan sadis sang ibu tiri. Bocah malang itu mengaku telah dipukul berkali-kali dan dipaksa meminum air panas yang menyebabkan luka bakar di area mulut.

Pengakuan Korban dan Reaksi Ayah Kandung

Pengakuan NS membuat ayah kandungnya, Anwar Satibi (38), sangat terpukul. Ia langsung memukul istrinya di hadapan anaknya. Anwar mengungkapkan bahwa saat kejadian, ia sedang bekerja di kawasan Sukabumi Kota. Ia ditelepon istri mengenai kondisi NS yang sakit demam tinggi. Namun, ketika sampai di rumah, kondisi anaknya sudah penuh luka.

Anwar berharap jika memang terbukti istri melakukan penganiayaan, agar dijatuhi hukuman setimpal. Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya pernah terjadi penganiayaan terhadap NS. Pada tahun 2025, ia melaporkan ke Polres PP, dan istri memohon sujud serta membuat surat pernyataan.

Hasil Otopsi dan Penyelidikan

Kepala RS Bhayangkara Setukpa, Kombes Pol dr. Carles Siagian, mengungkapkan adanya luka bakar di sejumlah bagian tubuh NS. Luka bakar tersebut terdapat di anggota gerak, lengan, kaki kanan dan kiri, punggung, bibir, dan hidung. Meski disimpulkan luka bakar, polisi belum bisa memastikan apakah hal tersebut disebabkan oleh penganiayaan atau bukan.

Penyebab kematian NS masih belum bisa disimpulkan. Dari luka tersebut seharusnya tidak menyebabkan kematian. Saat ini, polisi masih menunggu hasil autopsi organ dalam guna mengetahui penyebab kematian NS.

Alibi Ibu Tiri

TR, ibu tiri korban, mengaku tidak pernah menyiram air panas atau meminta meminumkannya kepada NS seperti yang dituduhkan. Ia berharap semoga ada kemukjizatan dari yang Mahakuasa karena bukan seperti ini yang ia harapkan. TR menegaskan bahwa ia tidak melakukan soal penyiraman air panas seperti yang dituduhkan itu.

Dia berujar bahwa kini tinggal waktu yang menjawab. “Biar waktu yang menjawab semuanya, biar waktu yang menjawab segalanya seperti apa kebenaran dan keasliannya,” ujar TR.

Proses Pemeriksaan dan Tunggu Hasil Laboratorium

Hasil otopsi menunjukkan bahwa pada tubuh korban terdapat luka bakar di sekujur tubuh, lengan, kaki, paha, tangan, serta punggung. Selain itu, luka pada korban juga terdapat di area bibir dan hidung, yang diduga karena luka bakar.

Dari luka tersebut, dokter forensik belum bisa memastikan apakah hal itu terjadi karena penganiayaan atau bukan. Namun, ada dugaan terkena panas yang kemudian menyebabkan luka bakar. Kini, tim dokter forensik masih menunggu hasil laboratorium dari sampel paru-paru dan jantung milik korban yang dibawa ke laboratorium. Pemeriksaan sampel itu juga memerlukan waktu sekitar 5 hingga 7 hari.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Respons Roy Suryo dan Dokter Tifa Terkait Kasus Ijazah Jokowi, Polisi: Patuhi Aturan RJ

16 Mei 2026

Penitipan 12 Bayi di Rumah Bidan Yogyakarta, Hasil Hubungan Luar Nikah Tanpa Izin

15 Mei 2026

Mahfud MD Ungkap Ketidakadilan Penegakan Hukum, Terkesan Dipaksakan dan Kencangkan Target: Tidak Profesional

15 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

HP 4 Jutaan Terbaik 2026 dengan Spesifikasi Lengkap dan Performa Kencang

16 Mei 2026

Mengapa Pembalap MotoGP Turunkan Kaki Sebelum Tikungan?

16 Mei 2026

Gempa Hebat Mengguncang Kota Bitung, Sulawesi Utara Pukul Siang Ini

16 Mei 2026

Pendidikan Perawat: Membentuk Praktisi, Akademisi, atau Peradaban?

16 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?