Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 16 Mei 2026
Trending
  • Rumus Matematika Kelas 6 SD, Lengkap dan Mudah Dipahami
  • 5 alasan ban tipis bikin mobil kota hemat bahan bakar!
  • Mengenal Dandhy Dwi Laksono di Balik Film Pesta Babi yang Menghebohkan
  • Jejak Syekh Ahmad Al-Misry Terungkap, Ditahan Aparat Mesir Akibat Kasus Pelecehan Viral
  • Saksi Kata: Ironi Murid SD di Konawe Selatan, TNI Belum Ditemukan, Orang Tua Pilih Jalur Viral
  • NPC Indonesia Mengapresiasi Program Berdaya Kemenpora Dukung Olahraga Disabilitas
  • Petugas Dishub DKI Buka Paksa Pembatas Bundaran HI untuk Mobil Dinas, Atasan Beri Pembelaan
  • Jerman Siapkan Pasangan Putin untuk Dialog, Kremlin: Bukan Kami yang Mulai
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Skrining HIV di Bengkulu, Lima Wanita Diduga Terlibat Prostitusi Ditemukan
Hukum

Skrining HIV di Bengkulu, Lima Wanita Diduga Terlibat Prostitusi Ditemukan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover19 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kegiatan Skrining HIV di Kos-kosan Kota Bengkulu

Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kembali menggelar kegiatan skrining atau tes HIV/AIDS sebagai langkah antisipasi untuk menekan lonjakan kasus HIV di wilayah tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu (15/2/2026), dengan fokus pada rumah kos di wilayah Kelurahan Kebun Beler, Kecamatan Ratu Agung.

Tujuan dan Target Kegiatan

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, membenarkan adanya kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa skrining kali ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan serupa yang sebelumnya menyasar terapis perempuan di tempat usaha pijat. “Betul, kemarin kami melakukan skrining. Ini lanjutan dari skrining sebelumnya yang menyasar terapis perempuan di tempat usaha pijat,” ujar Nelli saat dikonfirmasi.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi dini penyebaran HIV/AIDS, khususnya di kalangan kelompok yang dinilai rentan terhadap risiko infeksi. Salah satu target utama adalah penghuni kos yang diduga menjalankan praktik prostitusi daring atau prostitusi online melalui aplikasi kencan seperti MiChat.

Proses Pelaksanaan Kegiatan

Camat Ratu Agung, Subhan Gusti Hendri, turut mendampingi tim gabungan dalam kegiatan tersebut. Sebelum tim bergerak ke lokasi, camat melakukan penyamaran dengan memesan pekerja seks komersial (PSK) melalui aplikasi untuk memastikan lokasi yang diduga menjadi tempat praktik prostitusi. Setelah lokasi dipastikan berada di salah satu rumah kos di Kebun Beler, camat lebih dahulu masuk ke kamar untuk menemui perempuan yang telah dipesan melalui aplikasi tersebut.

Tidak lama berselang, tim gabungan yang dipimpin Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Nelli Hartati bersama Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, menyusul ke lokasi. Petugas kemudian menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan mereka, yakni melakukan pemeriksaan kesehatan berupa tes HIV kepada individu yang diduga menjalankan praktik prostitusi online.

Penemuan dan Reaksi Penghuni Kos

Dari hasil pendataan di lokasi, petugas menemukan lima perempuan yang berada di kamar berbeda. Tiga di antaranya diduga menawarkan jasa Open Booking Online (BO) melalui aplikasi kencan. Sementara dua perempuan lainnya ditemukan berada di dalam kamar bersama pasangan masing-masing.

Salah satu penghuni sempat menolak mengikuti tes HIV dengan alasan tidak terlibat dalam praktik prostitusi. Meski demikian, petugas tetap memberikan edukasi mengenai pentingnya skrining kesehatan sebagai langkah deteksi dini dan pencegahan penularan HIV. Dalam kegiatan tersebut, petugas juga mendapati dua perempuan yang masih berusia muda, yakni 17 tahun dan 19 tahun, yang diduga terlibat dalam praktik prostitusi online.

Perhatian Serius Pemerintah Kota

Temuan ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bengkulu karena kelompok usia produktif dinilai memiliki risiko tinggi terhadap penularan HIV apabila terlibat dalam perilaku seksual berisiko. “Kegiatan skrining ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot Bengkulu dalam mendeteksi dini serta menekan penyebaran HIV/AIDS di masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan praktik seks berisiko,” tutup Nelli.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Saksi Kata: Ironi Murid SD di Konawe Selatan, TNI Belum Ditemukan, Orang Tua Pilih Jalur Viral

16 Mei 2026

Respons Roy Suryo dan Dokter Tifa Terkait Kasus Ijazah Jokowi, Polisi: Patuhi Aturan RJ

16 Mei 2026

Penitipan 12 Bayi di Rumah Bidan Yogyakarta, Hasil Hubungan Luar Nikah Tanpa Izin

15 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Rumus Matematika Kelas 6 SD, Lengkap dan Mudah Dipahami

16 Mei 2026

5 alasan ban tipis bikin mobil kota hemat bahan bakar!

16 Mei 2026

Mengenal Dandhy Dwi Laksono di Balik Film Pesta Babi yang Menghebohkan

16 Mei 2026

Jejak Syekh Ahmad Al-Misry Terungkap, Ditahan Aparat Mesir Akibat Kasus Pelecehan Viral

16 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?