Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 19 Mei 2026
Trending
  • iPhone 17e Resmi Hadir di Indonesia, Lebih Murah dari iPhone 17? Ini Harga dan Spesifikasinya
  • Sisi Gelap Gaji: Tips Keuangan untuk Gen Z saat Penghasilan Tak Cukup
  • Jadwal Sidang Nadiem Makarim Usai Dihukum 18 Tahun, Kondisinya Terungkap
  • Muktamar NU 35 dan Jalur Menuju Peradaban Indonesia 2045
  • Mino Raiola Turun Gunung, Lini Krusial Persib Bandung Mengkhawatirkan Musim Depan
  • Orang yang Tenang Tanpa Gadget Punya 8 Kualitas Ini, Menurut Psikologi
  • Liga Sepak Bola Hydroplus 2026: Jalur Kompetitif Menuju Tingkat Lebih Tinggi
  • Cara Membuat Visa Belanda: Syarat yang Wajib Dipenuhi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Rusia Mengecam Agresi AS ke Venezuela: Jangan Intervensi Bangsa Berdaulat!
Politik

Rusia Mengecam Agresi AS ke Venezuela: Jangan Intervensi Bangsa Berdaulat!

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover11 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penolakan Rusia terhadap Agresi AS terhadap Venezuela

Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam tindakan agresif yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela pada hari Sabtu, 3 Januari 2026. Dalam pernyataannya, pihak Rusia menyampaikan kekhawatiran terhadap potensi eskalasi konflik yang bisa terjadi akibat tindakan tersebut. Sebelumnya, Moskow telah menyatakan dukungan penuh terhadap Venezuela dalam menghadapi situasi yang sedang berlangsung.

Presiden Donald Trump mengonfirmasi serangan tersebut sambil mengumumkan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap dan dibawa keluar negeri. Pernyataan ini memicu reaksi keras dari pihak Venezuela, yang sebelumnya menyatakan bahwa mereka diserang langsung oleh AS setelah terdengar ledakan di ibu kota Caracas pada hari yang sama.

Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil mengklaim bahwa Washington sedang berusaha menguasai sumber daya alam negara Amerika Latin tersebut. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia yang menegaskan bahwa Venezuela harus bebas menentukan masa depannya sendiri tanpa campur tangan eksternal. Selain itu, Rusia juga mendukung seruan untuk pertemuan Dewan Keamanan PBB, yang menekankan pentingnya menjaga zona perdamaian di kawasan Amerika Latin.

Peran Rusia dalam Konflik

Ketua Komite Urusan Luar Negeri parlemen Rusia, Leonid Slutsky, menggambarkan serangan AS terhadap Venezuela sebagai operasi militer yang bertujuan untuk mengganti rezim. Menurutnya, Washington tidak ingin rezim saat ini tetap berkuasa dan berupaya memaksakan kehendaknya kepada negara tersebut.

Venezuela pun mengumumkan keadaan darurat setelah diserang oleh pasukan AS. Serangan tersebut tidak hanya terjadi di ibu kota Caracas, tetapi juga mencakup wilayah seperti Miranda, Aragua, dan La Guaira. Trump sebelumnya telah menuduh pemerintah Venezuela memfasilitasi perdagangan narkoba skala besar yang dikirim ke AS. Presiden AS kemudian mengizinkan perluasan operasi militer yang menargetkan rute penyelundupan narkoba yang dicurigai berada di wilayah Karibia dan Pasifik timur.

Reaksi Maduro terhadap Tuduhan AS

Maduro menolak tuduhan Trump dan menyebut AS melakukan agresi menggunakan operasi anti-narkoba sebagai dalih untuk menggulingkan pemerintahannya. Ia juga pernah memperingatkan bahwa setiap tindakan militer langsung terhadap negaranya akan ditanggapi dengan perlawanan. Namun, akhirnya Maduro ditangkap oleh pasukan Delta Force dan dilarikan ke AS untuk diadili sesuai kehendak negara super power tersebut.

Tantangan dan Konsekuensi

Konflik ini menunjukkan ketegangan yang meningkat antara AS dan Venezuela, serta melibatkan negara-negara lain seperti Rusia yang secara aktif mengecam tindakan AS. Situasi ini juga memicu perdebatan internasional tentang hak suatu negara untuk menentukan nasibnya sendiri tanpa intervensi asing.

Selain itu, kejadian ini juga menjadi peringatan bagi negara-negara lain yang mungkin menghadapi ancaman serupa. Masyarakat internasional mulai memperhatikan lebih dekat bagaimana tindakan militer dapat memicu konflik yang lebih luas, terutama jika tidak diatur dengan baik.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Muktamar NU 35 dan Jalur Menuju Peradaban Indonesia 2045

19 Mei 2026

Dampak Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Diperdebatkan, SMAN 1 Sambas Menolak dan Minta Nama Baik Dipulihkan

19 Mei 2026

IKN Berjalan, Jakarta Tetap Ibu Kota Sesuai Putusan MK

19 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

iPhone 17e Resmi Hadir di Indonesia, Lebih Murah dari iPhone 17? Ini Harga dan Spesifikasinya

19 Mei 2026

Sisi Gelap Gaji: Tips Keuangan untuk Gen Z saat Penghasilan Tak Cukup

19 Mei 2026

Jadwal Sidang Nadiem Makarim Usai Dihukum 18 Tahun, Kondisinya Terungkap

19 Mei 2026

Muktamar NU 35 dan Jalur Menuju Peradaban Indonesia 2045

19 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?