Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 29 Juni 2026
Trending
  • Kasus Ijazah Jokowi: Dokter Tifa Jalani Sidang 2 Juli, Roy Suryo Tunggu Putusan Praperadilan
  • Manchester United Siap Datangkan Casemiro Baru di Liga Inggris
  • Dua Jemaah Haji Ciamis Masih Terjebak, 411 Jemaah Tiba di Tanah Air
  • Tianwen-2 China Tiba di Kamo’oalewa untuk Misi Pendaratan
  • Ramalan zodiak Cancer, Leo, Virgo hari ini: Cinta dan keuangan
  • Belanja Pegawai APBD Bantaeng 2026 Tembus 47 Persen, Melebihi Batas Ideal Pemerintah
  • Lebih Baik dari Ngumoha, Bintang Bayaran Besar Setuju Bergabung dengan Liverpool
  • Diskon Tiket KM Nggapulu Semua Rute, Jadwal Kapal Pelni Sampai 21 Juli, Jakarta-Ambon-Bitung 2 Kali
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hiburan»Profil Low Tuck Kwong, Pemenang Lelang Kuda Api SBY
Hiburan

Profil Low Tuck Kwong, Pemenang Lelang Kuda Api SBY

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover24 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Profil Low Tuck Kwong, Pemenang Lelang Lukisan Kuda Api SBY

Low Tuck Kwong adalah salah satu tokoh bisnis yang paling berpengaruh di Indonesia. Ia menjadi pemenang lelang lukisan karya Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), bertajuk “Kuat dan Energik Laksana Kuda Api”. Lukisan tersebut dilelang dalam acara Imlek Partai Demokrat 2026 dengan nilai fantastis sebesar Rp6,5 miliar.

Lukisan berukuran 130 cm x 80 cm ini dilelang di Djakarta Theater, Jakarta, pada Rabu (18/2/2026). Proses lelang berlangsung sengit dan diikuti oleh sejumlah tokoh nasional. Harga pembukaan dimulai dari Rp200 juta hingga akhirnya menembus angka Rp6,5 miliar. Akhirnya, lukisan tersebut jatuh ke tangan keluarga Low Tuck Kwong.

Makna Lukisan Kuda Api SBY

Lukisan tersebut menggambarkan seekor kuda berwarna biru yang sedang berlari dengan surai oranye yang menyerupai kobaran api. SBY memilih tema Kuda Api karena bertepatan dengan Tahun Baru Imlek 2026 yang merupakan Tahun Kuda Api.

Menurut SBY, kuda melambangkan kekuatan, energi, determinasi, dan semangat untuk maju meraih keberhasilan besar. Meski bertema api, latar belakang lukisan didominasi warna biru yang merepresentasikan kedamaian, keteduhan, dan ketenangan.

SBY menjelaskan bahwa lukisan itu merupakan doa dan harapan agar bangsa Indonesia memiliki tekad sekuat kuda api dalam memajukan negeri, namun tetap hidup dalam suasana rukun dan damai. Seluruh hasil lelang didonasikan untuk membantu masyarakat prasejahtera, kaum Tionghoa yang membutuhkan, serta korban bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.

Proses Lelang dan Tokoh yang Terlibat

Proses lelang dipimpin oleh Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN sekaligus Kepala BPOKK Demokrat, Ossy Dermawan. Sejumlah tokoh, termasuk Deddy Corbuzier, sempat bersaing ketat setelah membuka penawaran di angka Rp1 miliar. Namun, akhirnya lukisan tersebut jatuh ke tangan keluarga Low Tuck Kwong dengan nilai Rp6,5 miliar.

Profil Low Tuck Kwong

Low Tuck Kwong dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia bisnis Indonesia. Dato’ Low Tuck Kwong lahir di Singapura pada 17 April 1948 dan resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada 1992.

Ia memulai karier di perusahaan konstruksi milik ayahnya di Singapura sebelum pindah ke Indonesia pada 1972. Setahun kemudian, ia mendirikan PT Jaya Sumpit Indonesia (JSI) yang bergerak di bidang kontraktor pekerjaan sipil dan struktur.

Tonggak penting dalam karier Low Tuck Kwong terjadi pada 1988 ketika JSI berekspansi ke bisnis penambangan batu bara dan berkembang menjadi kontraktor tambang terkemuka. Pada 1997, ia membeli tambang batu bara pertamanya melalui PT Gunungbayan Pratamacoal. Langkah strategis ini menjadi cikal bakal berdirinya PT Bayan Resources Tbk, perusahaan tambang batu bara yang kemudian tumbuh menjadi salah satu produsen terbesar di Indonesia.

Pada 2008, Bayan Resources resmi melantai di Bursa Efek Indonesia dengan kode BYAN. Selain itu, pada 1998, ia juga mengelola terminal batu bara di Balikpapan melalui PT Dermaga Perkasapratama.

Bisnis di Berbagai Sektor

Profil Low Tuck Kwong tidak hanya berkutat pada batu bara. Ia juga memiliki kepentingan bisnis di sektor energi terbarukan melalui perusahaan berbasis Singapura, Metis Energy. Selain itu, ia tercatat memiliki keterlibatan dalam operasional sistem kabel bawah laut melalui SEAX Global. Low juga mengendalikan sejumlah perusahaan lain, termasuk The Farrer Park Company dan Samindo Resources.

Kekayaan dan Posisi di Daftar Orang Terkaya

Dalam beberapa tahun terakhir, profil Low Tuck Kwong semakin menonjol karena posisinya di daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes. Pada penghujung 2022, Forbes mencatat total kekayaannya mencapai 25,2 miliar dolar AS, menempatkannya sebagai orang terkaya nomor dua di Indonesia.

Sementara itu, pada akhir 2025, ia tercatat memiliki kekayaan sekitar US$23,7 miliar dan tetap berada di posisi kedua orang terkaya Indonesia, di bawah Prajogo Pangestu serta di atas Robert Budi Hartono dan Michael Hartono. Julukan “The Coal King” atau Raja Batu Bara pun melekat pada dirinya berkat dominasi bisnis di sektor pertambangan.

Jejak Filantropi dan Komitmen Sosial

Di luar dunia bisnis, profil Low Tuck Kwong juga dikenal melalui aktivitas filantropinya. Dikutip dari Kompas.com, ia aktif mendukung pelestarian satwa liar, termasuk kebun binatang di Kalimantan, serta memberikan beasiswa pendidikan di berbagai universitas ternama.

Kemenangannya dalam lelang lukisan SBY juga disebut akan dimanfaatkan untuk kegiatan sosial. Dana Rp6,5 miliar dari lelang tersebut dialokasikan untuk bantuan kemanusiaan bagi masyarakat prasejahtera. Langkah ini memperkuat citra Low sebagai pebisnis yang tidak hanya fokus pada ekspansi usaha, tetapi juga pada kontribusi sosial.

Melihat perjalanan panjangnya, profil Low Tuck Kwong mencerminkan sosok pengusaha visioner yang membangun kerajaan bisnis dari nol hingga menjadi raksasa tambang nasional. Dari bisnis konstruksi keluarga hingga mendirikan Bayan Resources, ia menunjukkan konsistensi dan keberanian mengambil peluang.

Kini, di usia 77 tahun, Low Tuck Kwong tetap menjadi figur sentral di industri energi Indonesia. Kemenangannya dalam lelang lukisan Kuda Api SBY bukan hanya simbol kekuatan finansial, tetapi juga bagian dari komitmen terhadap kegiatan sosial dan kemanusiaan di Tanah Air.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Saya Ingin Jadi Ustaz, Santri yang Dibakar Tetap Ingin Sekolah

25 Juni 2026

Pemerintah dan PLN Segera Jalankan PLTS 100 GW, Industri Surya Lokal Siap Berkontribusi

25 Juni 2026

Mantan Wakil Kepala BGN Buka Suara Soal Pengadaan CCTV Fiktif Rp 300 Miliar Era Dadan

25 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Kasus Ijazah Jokowi: Dokter Tifa Jalani Sidang 2 Juli, Roy Suryo Tunggu Putusan Praperadilan

29 Juni 2026

Manchester United Siap Datangkan Casemiro Baru di Liga Inggris

29 Juni 2026

Dua Jemaah Haji Ciamis Masih Terjebak, 411 Jemaah Tiba di Tanah Air

29 Juni 2026

Tianwen-2 China Tiba di Kamo’oalewa untuk Misi Pendaratan

29 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?