Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 17 September 2026
Trending
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
  • ShopeeVIP+ ‘Sekali langganan, dapat semua’, bisa dapat akses Netflix!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hiburan»Pemerintah dan PLN Segera Jalankan PLTS 100 GW, Industri Surya Lokal Siap Berkontribusi
Hiburan

Pemerintah dan PLN Segera Jalankan PLTS 100 GW, Industri Surya Lokal Siap Berkontribusi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Juni 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Pemerintah dan PT PLN (Persero) sedang mematangkan pelaksanaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total kapasitas 100 Gigawatt (GW). Proyek ini tidak hanya bertujuan untuk mempercepat transisi energi, tetapi juga menumbuhkan ekosistem industri surya di dalam negeri. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eniya Listiani Dewi, mengungkapkan bahwa pemerintah sedang menyiapkan regulasi untuk mempercepat pelaksanaan proyek PLTS 100 GW. Payung hukum akan terbit dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres).

Selain itu, pemerintah juga melakukan revisi terhadap Perpres Nomor 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik. Salah satu poin yang menjadi pembahasan adalah harga listrik Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Eniya menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang membahas penguatan regulasi untuk realisasi program arahan Presiden, yaitu PLTS 100 GW. Regulasi dalam bentuk Perpres dan revisi Perpres 112 tahun 2022 akan segera diterbitkan.

Target mencapai kapasitas 100 GW akan mencakup seluruh kegiatan PLTS, termasuk yang tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN. Selain proyek on-grid di dalam RUPTL, pemerintah juga akan memperkuat pengembangan kapasitas dari PLTS Atap. Proyek ini juga dipadukan dengan program dedieselisasi, listrik pedesaan, PLTS off-grid, serta perpaduan (hybrid) dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Eniya menyatakan bahwa Kementerian ESDM juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terkait pemanfaatan bendungan untuk PLTS Terapung. Di samping itu, pemerintah menekankan pentingnya penciptaan permintaan terhadap PLTS yang akan dibangun. Program hilirisasi, penggunaan kendaraan listrik (EV), hingga pemakaian kompor listrik menjadi fokus pemerintah dalam meningkatkan permintaan listrik EBT.

Pemerintah dan PLN menargetkan tambahan kapasitas pembangkit EBT sebanyak 52,8 Gigawatt (GW) atau 76% dari total kapasitas dalam RUTPL 2025-2034. Dari jumlah itu, target penambahan kapasitas PLTS tercatat sebesar 17,1 GW. Penambahan kapasitas pembangkit EBT akan dipadukan dengan Battery Energy Storage System (BESS) sebagai fasilitas penyimpanan energi.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan kesiapan untuk menambah kapasitas pembangkit listrik EBT sesuai dengan target RUPTL. PLN juga menjalankan program listrik desa, serta dedieselisasi untuk mengganti pembangkit listrik berbasis Bahan Bakar Minyak (BBM). Pembangunan PLTS dan BESS akan menjadi andalan PLN dalam menjalankan program dedieselisasi.

Titik Balik PLTS & Industri Surya Nasional

Target untuk mencapai kapasitas PLTS 100 GW telah disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam beberapa kesempatan. Dalam Rapat Paripurna DPR RI, Presiden Prabowo menyatakan ingin mencapai target PLTS 100 GW dalam waktu tiga tahun. Proyek ambisius ini membutuhkan investasi jumbo sebesar US$ 71,3 miliar atau setara dengan Rp 1.140 triliun.

Direktur Eksektuif Yayasan Kesejahteraan Berkelanjutan Indonesia (Sustain), Tata Mustasya, memandang komitmen pemerintah mencapai PLTS 100 GW penting untuk menjadi kunci pencapaian target dalam jangka menengah dan panjang. Tantangannya adalah mengakselerasi tambahan kapasitas PLTS yang sejauh ini hanya mencapai rata-rata sekitar 0,5 GW per tahun.

Menurut Tata, pemerintah harus fokus menjalankan peran yang tidak bisa disediakan oleh sektor swasta dan masyarakat. Pemerintah harus menyediakan kebijakan yang suportif dan insentif sehingga akan menciptakan model bisnis yang clear bagi pengembangan energi surya.

Sementara itu, Direktur Riset dan Inovasi Institute for Essential Services Reform (IESR), Raditya Wiranegara, mengatakan proyek PLTS 100 GW harus bisa menumbuhkan ekosistem industri manufaktur surya di dalam negeri. Pertumbuhan industri selama ini masih terhalang oleh permintaan yang belum optimal dari pasar domestik. Menurut Raditya, industri manufaktur lokal bisa tumbuh cepat asalkan ada kepastian dari sisi permintaan.

Di samping permintaan yang konsisten, pengembangan industri dalam negeri juga memerlukan dukungan insentif seperti tax holiday serta waiver untuk cukai impor komponen dan material yang diperlukan untuk produksi. Kebijakan yang mendorong transfer teknologi dari perusahaan-perusahaan asing yang diberikan izin untuk membangun pabrik di Indonesia juga perlu disiapkan.

Salah satu perusahaan yang melirik peluang dari PLTS 100 GW adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Emiten dari konglomerasi grup Sinar Mas ini turut bergerak di bidang produksi sel dan modul surya terintegrasi melalui perusahaan patungan, PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI). Wakil Presiden Direktur DSSA dan TMAI, Lokita Prasetya, berharap target PLTS 100 GW ini bisa membuka ruang pertumbuhan bagi industri PV Solar nasional.

Kehadiran pabrik lokal ini memangkas rantai logistik distribusi domestik secara signifikan. Produk TMAI memiliki TKDN hingga 60% guna memenuhi kualifikasi utama proyek infrastruktur strategis nasional. Lokita menyatakan bahwa persiapan TMAI telah berjalan secara konkret di lapangan melalui pengoperasian fasilitas manufaktur terintegrasi di KEK Kendal, Jawa Tengah. Kapasitas produksi saat ini mencapai masing-masing 1 GW per tahun untuk solar cell dan solar module.

Keberadaan pabrik lokal ini memangkas rantai logistik distribusi domestik secara signifikan. Produk TMAI memiliki TKDN hingga 60% guna memenuhi kualifikasi utama proyek infrastruktur strategis nasional. Lokita menyatakan bahwa persiapan TMAI telah berjalan secara konkret di lapangan melalui pengoperasian fasilitas manufaktur terintegrasi di KEK Kendal, Jawa Tengah. Kapasitas produksi saat ini mencapai masing-masing 1 GW per tahun untuk solar cell dan solar module.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Gagasan Soekarno dan Tan Malaka dalam Seni Peran di GKJ

31 Agustus 2026

Profil Karakter Legendaris: Frank-N-Furter, Pennywise, dan Home Alone 2

31 Agustus 2026

Terjemahan lirik lagu September – Daughtry: Kami tahu kami harus pergi dari kota ini, tapi tidak tahu kapan

31 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?