Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 27 April 2026
Trending
  • REI: Lahan Pangan Picu Pembangunan Hunian Vertikal
  • Sekjen SPP Bantah Tuduhan Penganiayaan Ajengan di Cikatomas
  • Ramalan Zodiak Libra 25 April 2026: Keseimbangan dan Peluang dari Keputusan Bijak
  • Live skor PSPS Riau vs Persekat Tegal, peluang Ki Gede Sebayu lepas zona degradasi wilayah barat
  • Kepala SDM Kemenag Dorong Peningkatan Tata Kelola ASN di Raker UIN RIL
  • Pria Tangerang Habisi Ibu Tiri Gara-Gara HP Dibuat Maut
  • WOW Brand 2026: Integrasi AI dan Nilai Kemanusiaan
  • iCAR resmi luncurkan V23 Pro Plus Collector Series, pengiriman perdana di Indonesia dimulai
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Pria Tangerang Habisi Ibu Tiri Gara-Gara HP Dibuat Maut
Hukum

Pria Tangerang Habisi Ibu Tiri Gara-Gara HP Dibuat Maut

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover27 April 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penyelesaian Teka-Teki Kematian Widyastuti

Kasus kematian Widyastuti di jalan Al Mumin, Babakan, Curug, Kabupaten Tangerang akhirnya terungkap. Setelah sekian lama menjadi misteri, kini diketahui bahwa korban dibunuh oleh anak tirinya berinisial N yang telah ditangkap oleh pihak kepolisian.

Kejadian ini berawal dari penemuan jenazah korban di kawasan Binong, Curug, Kabupaten Tangerang, pada Jumat (17/4/2026) malam. Setelah dilakukan penyelidikan intensif, Polres Tangerang berhasil menangkap pelaku dalam waktu singkat setelah melakukan pembunuhan terhadap ibu tirinya.

Menurut informasi yang diperoleh, pelaku dan korban memiliki hubungan tidak harmonis. Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan menjelaskan bahwa motif pembunuhan diduga berasal dari konflik pribadi yang telah berlangsung sebelumnya.

“Motifnya adalah dendam pribadi terhadap ibu tirinya,” ujar AKP Wira saat memberikan keterangan di Serpong, Tangsel, Sabtu (18/4/2026).

Awal dari kejadian itu terjadi ketika korban sedang beraktivitas di dalam rumah, tepatnya saat sedang memotong sayur. Pelaku datang dan meminta untuk meminjam handphone milik korban. Namun, korban menolak permintaan tersebut, sehingga memicu amarah pelaku.

Dengan kondisi yang sudah gelap mata, pelaku langsung melakukan tindakan kekerasan terhadap korban. Aksi pembunuhan dilakukan dengan menggunakan alat seperti palu dan pisau di lokasi kejadian.

Setelah kejadian, pelaku sempat melarikan diri, namun akhirnya berhasil ditangkap oleh polisi di wilayah Periuk, Kota Tangerang, dalam waktu kurang dari 24 jam. Saat ini, pelaku telah diamankan di Polres Tangerang Selatan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Kesaksian dari Ketua RT

Sebelumnya, Ketua RT 001/06 Satiri mengungkapkan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh suaminya setelah pulang kerja. Menurutnya, kejadian itu diketahui sekitar sore hari saat sang suami tiba di rumah kontrakan.

“Yang menemukan bukan warga, tapi suaminya langsung,” ujar Satiri. Ia menjelaskan bahwa kejadian itu diketahui sekitar jam setengah enam. Sang suami pulang kerja, masuk ke rumah, dan kaget karena istrinya dalam keadaan seperti itu.

Awalnya, suami korban tidak langsung curiga. Seperti biasa, ia sempat bersantai sebelum masuk ke dalam rumah. “Biasanya ada kopi, ini kok nggak ada. Pas masuk, dia kaget, korban sudah berlumuran darah,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, suami korban langsung meminta pertolongan. Laporan kemudian diteruskan ke pemilik kontrakan hingga akhirnya sampai ke Ketua RT. “Dari yang punya kontrakan, laporan ke saya. Saya langsung ke lokasi,” kata Satiri.

Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), Satiri mendapati korban sudah tidak bernyawa dengan luka di bagian kepala. “Lukanya di sekitar kepala. Dari pintu masuk juga langsung kelihatan,” ujarnya. Ia segera mengambil langkah untuk mengamankan lokasi dan meminta warga tidak mendekat.

“Saya minta warga jangan terlalu dekat, karena TKP harus steril,” katanya. Laporan kemudian diteruskan ke pihak berwenang, termasuk aparat keamanan setempat. Polisi disebut datang tidak lama setelah laporan diterima.

“Sekitar habis Maghrib, polisi sudah datang. Kita buat garis polisi dulu, baru olah TKP,” jelasnya. Proses olah TKP berlangsung hingga malam hari dengan melibatkan tim kepolisian dan forensik.

“Sampai sekitar jam sembilan malam baru selesai,” ujar Satiri. Terkait dugaan pelaku, Satiri menyebut informasi yang beredar mengarah pada anak tiri korban, meski masih dalam penyelidikan. “Itu baru isu, tapi memang mengarah ke sana. Untuk pastinya masih misteri,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa hubungan antara korban dan anak tirinya diduga tidak harmonis. “Katanya kurang komunikasi, namanya juga bukan anak kandung. Tapi selama ini nggak ada laporan ke saya,” tutup Satiri.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Curhat Ilmiatini ke Tetangga Sebelum Dibunuh Mantan Suami, Pusing Dikejar Uang

27 April 2026

Nus Kei Tewas di Bandara, Golkar Maluku Kecam tapi Imbau Kader Tetap Tenang

27 April 2026

BNI Segera Kembalikan Rp28 M Dana Jemaah Gereja Paroki Aek Nabara, Ini Awal Mula Kasus Terbongkar

27 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

REI: Lahan Pangan Picu Pembangunan Hunian Vertikal

27 April 2026

Sekjen SPP Bantah Tuduhan Penganiayaan Ajengan di Cikatomas

27 April 2026

Ramalan Zodiak Libra 25 April 2026: Keseimbangan dan Peluang dari Keputusan Bijak

27 April 2026

Live skor PSPS Riau vs Persekat Tegal, peluang Ki Gede Sebayu lepas zona degradasi wilayah barat

27 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?