Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 14 Mei 2026
Trending
  • Terjemahan lirik We Were Only Young – Kodaline: Hanya Muda, Kita Pergi
  • 45 Soal PPKN Kelas 4 SD 2026 Lengkap Jawaban
  • Perbedaan SpaceX dan NASA: Sejarah hingga Visi Ruang Angkasa
  • Pesan terakhir Dokter Myta sebelum wafat: Aku tak kuat lagi
  • Tragedi KKA 1999: Ratusan Warga Tewas Ditembak Tentara di Aceh
  • Jadwal MotoGP Catalunya 2026 Live Trans7, Bagnaia Siap Bangkit
  • Juri LCC Kalbar Salahkan Jawaban Benar SMAN 1 Pontianak, MPR Minta Anulir dan Evaluasi
  • Iran Siap Balas Jika Tanker Diserang, AS Tunggu Respons Damai
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Pesan terakhir Dokter Myta sebelum wafat: Aku tak kuat lagi
Politik

Pesan terakhir Dokter Myta sebelum wafat: Aku tak kuat lagi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover14 Mei 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Kementerian Kesehatan mengungkapkan rekaman suara dari Myta Aprilia Azmi, seorang dokter magang yang diduga meninggal akibat kelelahan bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah KH. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi. Rekaman tersebut disampaikan dalam pemaparan hasil investigasi oleh Pelaksana Tugas Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan Rudi Supriatna Nata Saputra pada Kamis, 7 Mei 2026.

Menurut Rudi, Myta mulai mengalami gejala demam, batuk, dan pilek pada 24 Maret 2026. Meski kondisinya tidak membaik, ia tetap berjaga di IGD hingga beberapa hari setelahnya. Pada 31 Maret 2026, kondisi kesehatannya semakin memburuk dengan demam mencapai 40 derajat celcius dan kesulitan membuka mata.

Pada 1 April 2026, Myta mengirimkan pesan suara melalui aplikasi WhatsApp kepada rekan sesama dokter berinisial M. Dalam percakapan tersebut, Myta menjelaskan bahwa dirinya mengalami batuk, pilek, dan demam. Ia juga mengeluhkan kesulitan membuka mata karena silau dan merasa lemah.

Myta menyebutkan bahwa ia telah mengonsumsi obat paracetamol 1.000 mili untuk menurunkan demamnya. Dalam pesan suara kedua, ia mengeluhkan rasa panas, menggigil, dan mual. Dokter David, partner kerjanya di IGD, memberikan obat lansoprazole dan meminta Myta melepas masker agar lebih nyaman saat minum obat.

Dalam pesan suara ketiga, Myta mengklaim bahwa kondisinya sudah sedikit membaik. Namun, ia merasa bersalah karena mengambil alih pasien di IGD dan terus memohon maaf kepada David.

Kondisi kesehatan Myta belum juga membaik hingga 11 April 2026. Dua hari kemudian, ia merayakan ulang tahun ke-25 sambil mendapat infus untuk mendapatkan paracetamol. Setelah berjaga malam, kondisinya kembali drop dan akhirnya meminta temannya menggantikan shift pagi pada 15 April 2026.

Myta mengatakan bahwa ia merasa tidak kuat dan meminta bantuan Astri, salah satu rekan kerjanya. Saat itu, keluarga tidak bisa menghubungi Myta dan meminta bantuan dokter lain untuk mencarinya. Rudi menyatakan bahwa Myta ditemukan sedang berdiri di bawah tangga kosnya dalam keadaan linglung. Rudi menduga Myta mengalami hipoksia atau penurunan kadar oksigen dalam tubuh karena masih ingin bekerja meski dalam kondisi sakit.

Setelah dirawat di rumah sakit tempatnya bekerja, Myta diperbolehkan pulang pada 20 April 2026 pagi. Namun, keesokan harinya, kondisinya kembali memburuk dengan demam dan sesak napas. Keluarganya membawa dia ke RSUD Raden Mattaher Jambi, yang berjarak tiga jam perjalanan darat dari Kuala Tungkal. Selama tiga hari, Myta dirawat dan kembali ke RSUD KH. Daud Arif pada 24 April 2026.

Dokter pendampingnya memperbolehkan Myta beristirahat. Keluarga memutuskan membawa Myta pulang ke Palembang dan merawatnya di RSUP Dr Mohammad Hoesin di ruang isolasi infeksi pada 27 April 2026. Myta kemudian masuk ICU karena kondisinya terus menurun dan membutuhkan bantuan pernapasan. Nyawa Myta tidak tertolong setelah dirawat beberapa hari di ICU Rumah Sakit Mohammad Hoesin.

Hasil medical check up menunjukkan bahwa Myta dalam kondisi sehat saat pertama kali magang di Labkesmas Palembang I pada 4 Agustus 2025. Ia juga tidak memiliki masalah kesehatan apa pun saat menjalani magang stase di Puskesmas Kuala Tungkal II dari 11 Agustus 2025 hingga 10 Februari 2026. Setelah itu, ia melanjutkan magang stase di RSUD KH. Daud Arif per 11 Februari 2026 dalam keadaan sehat.

Namun, saat itulah Myta mulai bekerja melebihi batas maksimal yang ditetapkan oleh Kemenkes yaitu 8 jam sehari atau total 40 jam seminggu. Rumah sakit membagi dua shift dokter magang di IGD dengan durasi masing-masing 12 jam per hari. Shift pertama mulai pukul 08.00–20.00 WIB, dan shift kedua 20.00–08.00 WIB.

Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes Yuli Farianti menyatakan bahwa Myta dan dokter magang lain di RSUD KH. Daud Arif tidak pernah mendapatkan libur. Di akhir pekan yang seharusnya menjadi waktu libur, dokter magang tetap melakukan kunjungan ke bangsal pasien yang seharusnya menjadi tugas dokter penanggung jawab pelayanan.

Yuli juga menyampaikan bahwa sistem kerja yang mengharuskan dokter magang mencapai target jaga dan kinerja bisa menjadi penyebab Myta enggan mengajukan izin saat sedang sakit. Bagi yang tidak mencapai target, mereka bisa diberi tambahan waktu bekerja.

Atas kejadian ini, Kementerian Kesehatan memperkuat pembagian kerja dan pengaturan libur bagi dokter magang. Kemenkes mewajibkan rumah sakit wahana untuk menerapkan minimal satu hari libur tiap pekan dan tidak lagi memberikan toleransi 20 persen dari total jam kerja tiap pekan. Artinya, hanya ada dua pola kerja yaitu 5 hari per minggu dengan 8 jam setiap hari atau 6 hari kerja per minggu dengan durasi 6–7 jam setiap hari.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

45 Soal PPKN Kelas 4 SD 2026 Lengkap Jawaban

14 Mei 2026

Wakil Kepala BGN Sebut Influencer Kritik MBG Cari Perhatian, Lita Gading: Lakukan Introspeksi

14 Mei 2026

Nasib Syekh Ahmad Al-Misry, Tersangka Pelecehan Santri di Indonesia

14 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Terjemahan lirik We Were Only Young – Kodaline: Hanya Muda, Kita Pergi

14 Mei 2026

45 Soal PPKN Kelas 4 SD 2026 Lengkap Jawaban

14 Mei 2026

Perbedaan SpaceX dan NASA: Sejarah hingga Visi Ruang Angkasa

14 Mei 2026

Pesan terakhir Dokter Myta sebelum wafat: Aku tak kuat lagi

14 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?