Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sunday, 1 November 2026
Trending
  • Sumpah Pemuda: Semangat persatuan dan kepedulian sesama
  • Prediksi skor Parma vs Udinese di Liga Italia: Statistik dan head-to-head di Serie A Italia
  • Kredit BMRI dan masuknya Haji Isam ke BYAN, menelusuri jejak aset Low Tuck Kwong
  • Langkah Strategis Toyota: Genjot Mobil Listrik dan Bidik Pasar Australia
  • Opini: Biokapitalisme digital – normalisasi pornografi dan darurat eros
  • Terancam Hukuman Mati,Dwi Bagus Dinilai Penuhi Unsur Perencanan pada Pembunuhan AG Anak Tirinya
  • Gus Lilur bangun jaringan dagang di Vietnam, tetap desak pengusutan dugaan riswah Muktamar ke-35 NU
  • Pesona Tersembunyi Situ Biru Cilembang Sumedang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Internasional»Iran Siap Balas Jika Tanker Diserang, AS Tunggu Respons Damai
Internasional

Iran Siap Balas Jika Tanker Diserang, AS Tunggu Respons Damai

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover14 May 2026No Comments4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kenaikan Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Garda Revolusi Iran mengancam akan menyerang kepentingan AS di Timur Tengah apabila kapal tanker Iran kembali menjadi sasaran serangan. Ancaman itu muncul sehari setelah jet tempur Amerika menembaki dua kapal tanker berbendera Iran di Teluk Oman. Washington menuduh kedua kapal tersebut menentang blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

“Setiap serangan terhadap kapal tanker dan kapal dagang Iran akan dibalas dengan serangan besar terhadap salah satu pusat Amerika di kawasan dan kapal-kapal musuh,” demikian pernyataan Garda Revolusi Iran, yang menyebutkan bahwa ancaman tersebut muncul sebagai respons terhadap tindakan militer AS.

Situasi ini terjadi ketika Washington masih menunggu jawaban resmi Teheran atas proposal terbaru terkait perundingan damai untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama 10 pekan sejak serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran. Presiden AS Donald Trump sebelumnya memperkirakan Iran akan memberikan jawaban terhadap proposal tersebut “malam ini”. Namun hingga Sabtu, belum ada tanda-tanda publik bahwa respons itu telah disampaikan melalui mediator Pakistan.

Di tengah ketidakpastian diplomasi tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi justru mempertanyakan keseriusan Amerika Serikat dalam proses negosiasi. “Peningkatan ketegangan terbaru oleh pasukan Amerika di Teluk Persia dan berbagai tindakan mereka yang melanggar gencatan senjata telah menambah kecurigaan terhadap motivasi dan keseriusan pihak Amerika dalam jalur diplomasi,” kata Araghchi dalam percakapan dengan Menteri Luar Negeri Turki.

Serangan Tanker Menambah Ketegangan di Selat Hormuz



Pada Jumat, jet tempur Amerika menembaki dan melumpuhkan dua kapal tanker Iran di Teluk Oman. Pemerintah AS menuduh kapal tersebut mencoba menerobos blokade maritim terhadap Iran. Seorang pejabat militer Iran mengatakan, angkatan laut Iran telah membalas insiden itu dengan serangan terhadap target tertentu, meski rincian lebih lanjut tidak disampaikan.

Insiden tersebut terjadi hanya sehari setelah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak paling vital di dunia yang kini menjadi pusat perebutan pengaruh antara Iran dan Amerika Serikat. Iran disebut berupaya memperkuat kendalinya atas selat tersebut untuk memperoleh keuntungan ekonomi dan tekanan politik terhadap Amerika Serikat serta sekutunya. Washington menilai langkah itu tidak dapat diterima.

Amerika Serikat melalui mediator Pakistan telah mengirim proposal kepada Iran untuk memperpanjang gencatan senjata di kawasan Teluk agar perundingan menuju penyelesaian permanen dapat berlangsung. Jurnalis stasiun televisi Prancis LCI, Margot Haddad, mengatakan, Trump dalam wawancara singkat masih berharap mendapat jawaban Iran dalam waktu sangat dekat. Namun hingga kini, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran hanya menyatakan proposal tersebut masih dalam peninjauan.

Qatar dan Pakistan Jadi Penghubung Diplomasi



Di tengah memanasnya situasi, Qatar kembali memainkan peran penting sebagai penghubung komunikasi antara Washington dan Teheran. Diplomat tertinggi Amerika Serikat Marco Rubio pada Sabtu bertemu dengan pemimpin Qatar untuk membahas koordinasi dalam menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah. Departemen Luar Negeri AS menyatakan kedua pihak membahas koordinasi erat yang berkelanjutan untuk mencegah ancaman dan mempromosikan stabilitas serta keamanan di seluruh Timur Tengah.

Sehari sebelumnya, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani juga bertemu Wakil Presiden AS JD Vance guna membahas upaya mediasi yang dipimpin Pakistan. Qatar sendiri sempat menjadi target serangan Iran selama perang berlangsung karena negara itu menjadi lokasi pangkalan udara utama milik Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Sementara itu, citra satelit memperlihatkan adanya dugaan tumpahan minyak di dekat Pulau Kharg, terminal ekspor minyak utama Iran. Pemantau global Orbital EOS menyebut area tumpahan tampak mencakup lebih dari 52 kilometer persegi di lepas pantai barat pulau tersebut. Meski belum diketahui penyebab pastinya, organisasi lingkungan berbasis di Inggris, Conflict and Environment Observatory menyatakan, tumpahan itu kemungkinan berasal dari kebocoran infrastruktur minyak.

Front Lebanon Ikut Memanas



Di saat ketegangan di Teluk Persia meningkat, situasi di Lebanon juga kembali memburuk meski gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah baru berjalan tiga pekan. Otoritas Lebanon menyatakan, sedikitnya sembilan orang tewas akibat serangan udara Israel di Lebanon selatan pada Sabtu. Media pemerintah Lebanon juga melaporkan adanya serangan udara yang menyasar jalan raya di selatan Beirut, wilayah di luar basis tradisional Hizbullah. Serangan terbaru disebut menjadi salah satu yang paling intens sejak gencatan senjata diberlakukan.

Hizbullah mengaku meluncurkan drone ke arah pasukan Israel di wilayah utara sebagai respons atas serangan yang terus berlangsung. Militer Israel mengatakan, beberapa drone bermuatan bahan peledak memasuki wilayahnya. Satu tentara cadangan dilaporkan mengalami luka berat dan dua lainnya luka sedang.

Ketegangan ini muncul menjelang rencana perundingan langsung antara Lebanon dan Israel di Washington pekan depan. Hizbullah secara tegas menolak rencana negosiasi tersebut. Lebanon dan Israel secara resmi masih berada dalam status perang sejak 1948.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Membanggakan! Mahasiswa UNISMA, Shalwaa Kia Lolos Konferensi Internasional di Tiga Negara

31 May 2026

Mojtaba Khamenei Minta Militer Siap, Iran Waspadai Serangan?

17 May 2026

Trump Menolak Permintaan Ganti Rugi Iran Rp 4.000 Triliun, Ketegangan Timur Tengah Meningkat

17 May 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sumpah Pemuda: Semangat persatuan dan kepedulian sesama

31 October 2026

Prediksi skor Parma vs Udinese di Liga Italia: Statistik dan head-to-head di Serie A Italia

31 October 2026

Kredit BMRI dan masuknya Haji Isam ke BYAN, menelusuri jejak aset Low Tuck Kwong

31 October 2026

Langkah Strategis Toyota: Genjot Mobil Listrik dan Bidik Pasar Australia

31 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?