Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 21 April 2026
Trending
  • Rekomendasi Wisata Karanganyar: Kemuning Sky Hills, Spot Menantang dan Instagramable
  • Pahlawan Manchester United yang Torehkan Kemenangan di Kandang Chelsea
  • Pilih Veneer atau Bleaching untuk Gigi Lebih Putih?
  • LCC 4 Pilar MPR RI Dibuka, Siti Fauziah Ajak Siswa Tiru Semangat Sai Bumi Ruwa Jurai
  • Pernyataan Jusuf Kalla Dibalas PDIP: Jokowi Khianati Partai
  • 3 Warga Lampung Tengah Ditangkap Usai Penganiayaan Motor yang Mengakibatkan Kematian
  • 6 Pidato Hari Kartini 2026 Singkat dengan Topik Menarik yang Mudah Diingat
  • Bahaya mobil diesel kehilangan keunggulan dengan bio solar subsidi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Pernyataan Jusuf Kalla Dibalas PDIP: Jokowi Khianati Partai
Politik

Pernyataan Jusuf Kalla Dibalas PDIP: Jokowi Khianati Partai

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 April 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kembali Munculnya Konflik Internal PDIP dengan Jokowi

Hubungan yang sebelumnya dianggap hangat antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan mantan kadernya, Joko Widodo (Jokowi), kembali memanas. Hal ini terjadi setelah pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), yang menyatakan bahwa dirinya adalah sosok di balik kesuksesan Jokowi menjadi presiden pada 2014 silam.

Politikus PDIP, Guntur Romli, memberikan respons atas pernyataan tersebut. Ia menilai pengakuan JK tersebut memperkuat dugaan bahwa Jokowi memiliki pola perilaku yang kerap melukai pihak-pihak yang telah membantunya meraih posisi saat ini.

Guntur Romli menegaskan bahwa secara organisatoris, PDIP sudah tidak ingin lagi dikait-kaitkan dengan Jokowi. Pernyataan ini mengingatkan kita bahwa PDIP telah resmi memecat Jokowi beserta putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, dan menantunya, Bobby Nasution, pada 16 Desember 2024 lalu.

Meski demikian, pernyataan JK menurut Guntur menjadi validasi atas perasaan yang selama ini dirasakan oleh internal partai banteng. “PDI Perjuangan sudah tutup buku dengan Pak Jokowi, sudah dipecat. Tidak mau lagi membahas dan dikaitkan dengan Jokowi. Tapi kesan dari pernyataan Pak JK, Jokowi itu memang berkhianat dan melukai pada orang-orang yang berjasa besar padanya,” tegas Guntur Romli kepada Tribunnews.com, Minggu (19/4/2026).

Daftar Panjang “Korban” Pengkhianatan

Tidak hanya JK dan Megawati Soekarnoputri, Guntur juga membeberkan sederet nama besar yang memiliki andil masif dalam karier politik Jokowi sejak dari Solo hingga ke Jakarta. Nama-nama seperti Hasto Kristiyanto, Pramono Anung, hingga mentor politiknya di Solo, FX Hadi Rudyatmo (FX Rudy), disebutnya sebagai pilar utama kesuksesan Jokowi.

Bahkan, Guntur memperluas daftar tersebut ke tokoh di luar PDIP, seperti Anies Baswedan dan Tom Lembong, yang pernah menjadi menteri serta tim sukses Jokowi pada periode pertama (2014-2019). “Dan tidak hanya ke orang-orang PDI Perjuangan, juga pada Pak Anies Baswedan, dan Pak Tom Lembong, yang semuanya pernah membantu Jokowi. Nama-nama yang saya sebut itu semua berkontribusi besar terhadap karier Jokowi. Tapi apa balasannya? Pengkhianatan dan menyakitkan,” lanjut Guntur dengan nada getir.

Sentilan Balik atas Klaim Senioritas JK

Sebelumnya, Jusuf Kalla memicu diskusi publik dengan menyebut dirinya sebagai sosok yang meyakinkan Megawati untuk memboyong Jokowi ke Jakarta demi kursi Gubernur DKI. JK merasa bahwa tanpa dukungan senioritasnya kala itu, karier Jokowi tidak akan sampai ke kursi Presiden.

Bagi PDIP, pernyataan JK ini bukan sekadar klaim sejarah, melainkan bentuk kekecewaan mendalam dari para tokoh senior bangsa yang merasa visi dan etika politik mereka telah diabaikan oleh sosok yang mereka bantu orbitkan sendiri.

JK: Jokowi Jadi Presiden karena Saya

Sebelumnya, JK menegaskan perannya dalam karier politik Jokowi hingga bisa menjadi Presiden RI. Dia mengungkapkan perannya yang besar terhadap Jokowi. JK turut menyinggung ‘termul-termul’ untuk membandingkan dengan perannya tersebut.

Termul merupakan akronim dari ‘Ternak Mulyono’ yang kerap ditujukan sebagai relawan Jokowi. JK mengatakan dalam kontestasi Pilgub DKI Jakarta 2012, Megawati menolak untuk mengusung Jokowi sebagai cagub. Lalu, JK mengeklaim bahwa dirinya membawa Jokowi ke Megawati dan mempromosikannya dengan representasi sebagai sosok ‘orang baik’.

“Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa ke Jakarta dari Solo untuk jadi Gubernur. Saya bawa. Saya ke Ibu Mega, ‘Ibu ini ada calon baik orang PDIP’. (Megawati menjawab) ‘Ah jangan’. Saya datang lagi, akhirnya beliau setuju jadilah Gubernur,” kata JK dalam konferensi pers di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).

JK lantas menyebut Jokowi berterimakasih kepadanya karena telah membuat dia menang Pilgub DKI Jakarta 2012. Lewat pernyataan itu, dirinya lantas mengeklaim bahwa tanpa jasanya, Jokowi tidak mungkin bisa maju menjadi capres pada Pilpres 2014 dan berujung menang.

“Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi Presiden karena saya. Kan tanpa Gubernur mana bisa jadi Presiden?” tegas JK dengan suara lantang.

Pada momen tersebut, JK menyebut Megawati juga sempat enggan untuk mengusung Jokowi menjadi capres dalam Pilpres 2014 jika bukan dirinya yang menjadi cawapres. “2 tahun dia gubernur (DKI Jakarta), oke silakan, saya tidak campur, saya tidak pernah datang waktu Gubernur. Tiba-tiba jadi Presiden, saya bilanglah, eh belum cukup pengalaman jangan, nanti rusak negeri ini. Ah tapi Ibu Mega kasih tahu saya, dia tidak mau teken kalau saya tidak wakilnya (cawapres pada Pilpres 2014),” kata JK.

Dia menjelaskan Megawati mau untuk memasangkan Jokowi dengannya karena berpengalaman. Megawati ingin agar JK membimbing Jokowi. Kala itu, JK mengaku sempat bimbang karena berencana untuk pulang ke kampung halamannya di Makassar. Namun, akhirnya mau untuk menuruti permintaan Megawati.

“Aduh saya mau pulang kampung waktu itu mau pulang ke Makassar, Ibu Mega bilang jangan, ‘Pak Yusuf dampingi. Saya tidak mau teken kalau bukan Pak Yusuf’ Ya bukan saya minta, bukan,” kata JK.

“Ibu Mega yang minta sama saya agar dampingi karena beliau tidak berpengalaman. Mengerti? Jadi jangan coba. Minta maaf ya, kasih tahu semua itu buzzer-buzzer itu. Dia tidak jadi Gubernur kalau bukan saya,” imbuh dia.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Kritik Pedas Komisi VI DPR: Kenaikan BBM Nonsubsidi Melampaui Batas Wajar

21 April 2026

7 Saudara Kandung RA Kartini, Tokoh Berjasa bagi Bangsa Indonesia

21 April 2026

Komnas HAM Minta DPR Panggil Panglima TNI Terkait Satgas Habema

21 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Rekomendasi Wisata Karanganyar: Kemuning Sky Hills, Spot Menantang dan Instagramable

21 April 2026

Pahlawan Manchester United yang Torehkan Kemenangan di Kandang Chelsea

21 April 2026

Pilih Veneer atau Bleaching untuk Gigi Lebih Putih?

21 April 2026

LCC 4 Pilar MPR RI Dibuka, Siti Fauziah Ajak Siswa Tiru Semangat Sai Bumi Ruwa Jurai

21 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?