Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 17 Mei 2026
Trending
  • Polisi Diminta Ungkap Otak Jaringan Judi Hayam Wuruk yang Libatkan Ratusan WNA – “Digital Selalu Tinggalkan Jejak”
  • Indonesia targetkan peringkat ketiga di Kejuaraan Queen Sirikit Cup 46 di Sentul Highlands
  • Satelit Nusantara Lima Beroperasi, Menyentuh Indonesia, Malaysia, dan Filipina
  • Selat Malaka hingga Hormuz: Jalur Laut sebagai Senjata Geopolitik
  • Bursa Pantau Kasus Transaksi Rp5 Triliun TLKM, Libatkan OJK
  • Mengapa Warna Bulu Kucing Berubah Saat Tua?
  • Santri Al-Falah Nobar Film Pesta Babi, Diberi Peringatan
  • Penguatan Kompolnas dengan Revisi UU Kepolisian
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Perjanjian Eropa-Mercosur Terhenti, Harapan Global Eropa Terancam
Politik

Perjanjian Eropa-Mercosur Terhenti, Harapan Global Eropa Terancam

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perpecahan Internal Menghambat Kesepakatan Dagang UE dengan Mercosur

Perjanjian dagang bebas antara Uni Eropa (UE) dan kelompok negara Amerika Selatan, Mercosur, kembali menghadapi tantangan berat. Proses yang telah berlangsung selama 25 tahun ini masih belum menemui titik akhir, terutama karena perpecahan internal di dalam UE.

Pada awalnya, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dijadwalkan untuk menandatangani perjanjian tersebut pada hari Sabtu, tetapi rencana tersebut ditunda. Kini, ia harus berusaha memperoleh dukungan dari beberapa negara anggota UE, termasuk Italia, sebelum kesepakatan bisa dilanjutkan.

Negara-negara tersebut khawatir akan dampak negatif perjanjian terhadap sektor pertanian domestik mereka. Dalam surat kepada Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, von der Leyen menyatakan penyesalan atas gagalnya memenuhi tenggat waktu yang ditetapkan sendiri pada 20 Desember. Meskipun begitu, UE masih aktif dalam upaya merampungkan kesepakatan tersebut.

Para pejabat UE menyatakan bahwa upaya penandatanganan akan kembali dilakukan pada 12 Januari, meski tidak ada jaminan bahwa kesepakatan akan tercapai. Kegagalan berulang dalam meratifikasi perjanjian ini menjadi pukulan bagi UE, yang ingin menjadikan kesepakatan lintas Atlantik ini sebagai bukti kemampuannya tampil sebagai kekuatan ekonomi global.

Tujuan Strategis UE

Uni Eropa juga berupaya menunjukkan bahwa blok tersebut dapat memperluas kemitraan di luar pengaruh China dan Amerika Serikat (AS), yang hubungannya dengan Eropa kian diwarnai ketegangan dagang. Von der Leyen menyebut ini sebagai “momentum kemerdekaan Eropa” menjelang KTT para pemimpin UE yang membahas pendanaan untuk Ukraina dan kelanjutan perjanjian Mercosur.

UE memandang China sebagai pesaing ekonomi sekaligus rival sistemik, di tengah eskalasi konflik dagang yang ditandai saling pengenaan tarif. Awal tahun ini, Beijing mengumumkan rencana memperketat kontrol ekspor logam tanah jarang dan material kritis lainnya, yang menyoroti kerentanan industri Eropa.

Sementara itu, UE juga menerima kesepakatan dagang dengan AS yang dinilai timpang, dengan menyetujui tarif 15% untuk sebagian besar ekspornya ke AS, sembari berkomitmen menghapus seluruh bea masuk atas barang industri asal Negeri Paman Sam.

Potensi Pasar Baru

Perjanjian UE–Mercosur dipandang dapat membantu Eropa keluar dari dinamika hubungan yang memburuk dengan AS dan China. Kesepakatan ini berpotensi menciptakan pasar terintegrasi dengan sekitar 780 juta konsumen, menghapus tarif secara bertahap atas sejumlah produk termasuk mobil, serta membuka akses lebih luas bagi Eropa ke sektor pertanian dan sumber daya alam Mercosur.

Selain itu, pakta tersebut akan memperluas jejaring ekonomi dan rantai pasok UE di luar AS dan China, sekaligus menunjukkan bahwa Eropa mampu menawarkan alternatif ekonomi yang kredibel bagi negara-negara lain.

Tantangan yang Masih Ada

Hingga kini, UE belum berhasil mengumpulkan dukungan mayoritas, terutama akibat kekhawatiran mendalam bahwa perjanjian tersebut akan menekan sektor pertanian Eropa. Pada KTT di Brussel, ribuan petani menggelar aksi protes dengan membakar ban dan menumpahkan kentang di jalanan.

Meski demikian, setelah KTT berakhir, para pemimpin UE menyatakan optimisme bahwa kesepakatan masih dapat dicapai pada Januari. “Penundaan selama tiga pekan masih dapat ditoleransi setelah 25 tahun perundingan. Saya sangat yakin kita akan menyelesaikannya,” kata von der Leyen.

Nasib Perjanjian Bergantung pada Italia

Nasib perjanjian ini kini sangat bergantung pada Italia. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyatakan masih membutuhkan waktu untuk mengamankan dukungan domestik. “Negara-negara berkembang lain tengah mengamati dan akan mencatat betapa sulitnya mencapai kesepakatan dengan UE,” ujar Agathe Demarais, Senior Policy Fellow European Council on Foreign Relations.

Bagi Berlin dan sejumlah negara lain, Meloni dinilai tengah memaksimalkan posisinya sebagai penentu keputusan dengan menuntut konsesi lebih besar bagi sektor pertanian Italia. Lula mengatakan Meloni menyampaikan kepadanya bahwa Italia hanya memerlukan beberapa hari tambahan.

Jika kebuntuan terus berlanjut, kedua blok berpotensi mengalihkan perhatian ke kemitraan lain. Mercosur tengah mengupayakan kesepakatan dengan Uni Emirat Arab serta menjajaki kerja sama dengan Kanada, Inggris, dan Jepang. Di sisi lain, UE juga berusaha merampungkan perjanjian dagang dengan India yang telah dinegosiasikan hampir dua dekade.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penguatan Kompolnas dengan Revisi UU Kepolisian

17 Mei 2026

70 Paket Soal PPKN Kelas 9 Semester 2: Pilihan Ganda & Esai + Jawaban Ujian Akhir

17 Mei 2026

Beberapa Kadis Tak Hadir dalam RDP Pansus TRAP DPRD Bali, Supartha: Apa Mereka Sudah ‘Masuk Angin’?

17 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Polisi Diminta Ungkap Otak Jaringan Judi Hayam Wuruk yang Libatkan Ratusan WNA – “Digital Selalu Tinggalkan Jejak”

17 Mei 2026

Indonesia targetkan peringkat ketiga di Kejuaraan Queen Sirikit Cup 46 di Sentul Highlands

17 Mei 2026

Satelit Nusantara Lima Beroperasi, Menyentuh Indonesia, Malaysia, dan Filipina

17 Mei 2026

Selat Malaka hingga Hormuz: Jalur Laut sebagai Senjata Geopolitik

17 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?