Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 10 April 2026
Trending
  • BBWS Brantas Gelar Rapat Monev 2026, Fokus Percepatan Program dan Antisipasi Bencana
  • JW Group Perkuat Sinergitas Lewat Halalbihalal Bernuansa Jawa Kuno
  • Tiga prajurit Indonesia tewas dalam 24 jam di Lebanon, saatnya mundur?
  • Arus balik bandara Minangkabau membludak, antrean check-in mengular
  • Sinyal Kuat Timnas Indonesia: Dua Bintang Luar Negeri Bergabung dengan FCV Dender
  • Makna Nama Anak AHY dan Annisa Pohan: Filosofi Kuat Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono
  • Tumpukan Sampah 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati Ganggu Pengunjung
  • 5 Shio Paling Beruntung Bulan April 2026, Kaya dan Berkembang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Otomotif»Penjualan Motor Nasional 2025 Sesuai Target, Tantangan 2026 Menghadang
Otomotif

Penjualan Motor Nasional 2025 Sesuai Target, Tantangan 2026 Menghadang

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover19 Januari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penjualan Motor Nasional 2025 Sesuai Prediksi, Proyeksi 2026 Ada Batu Ujian Ini



Tahun 2025 telah berlalu dengan penjualan motor nasional yang mencapai angka 6.412.769 unit. Angka ini sesuai dengan prediksi awal yang diberikan oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI). Namun, proyeksi untuk tahun 2026 tidak terlalu menjanjikan karena beberapa tantangan ekonomi yang muncul.

Sementara itu, hasil pencapaian tahun 2025 diklaim tumbuh sebesar 1,3 persen dibandingkan periode Januari-September tahun sebelumnya (2024). Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala menjelaskan bahwa kondisi pasar sepeda motor domestik yang relatif stabil pada tahun lalu tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan pelaku industri memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap alat transportasi yang efisien dan efektif untuk menunjang kegiatan sehari-hari mereka.

Di awal tahun lalu, asosiasi memproyeksikan penjualan sepeda motor domestik akan berada di kisaran angka 6,4 juta unit hingga 6,7 juta unit, dan akhirnya tahun 2025 ini ditutup di angka 6.412.769 unit. Rata-rata per bulan penjualan sepeda motor domestik di angka 535.000 unit.

“Kami berharap pertumbuhan ini akan berlanjut tahun ini sehingga industri sepeda motor dapat terus berkontribusi menggerakkan ekonomi tahun ini,” harap Sigit dari siaran resminya.



Berdasarkan data AISI, segmen skutik masih mendominasi permintaan sepeda motor baru di pasar domestik pada tahun lalu dengan kontribusi 91,7%. Sisanya 4,46% berasal dari jenis motor underbone, 3,51% tipe sport dan kontribusi sepeda motor listrik masih di bawah 1%.

Sigit mengungkapkan dukungan industri pembiayaan juga memiliki peran penting terhadap stabilitas pasar sepeda motor tahun lalu. Dengan pendanaan yang relatif kuat dan sehat, masyarakat berkesempatan untuk mendapatkan kemudahan saat ingin membeli sepeda motor.

Kontribusi pembelian secara kredit yang mencapai sekitar 65% menempatkan industri pembiayaan sebagai support system yang berperan penting dalam menjaga laju pertumbuhan permintaan pasar di tahun lalu.

“Tahun lalu diwarnai penurunan daya beli terutama di masyarakat ekonomi menengah dan mereka memilih membeli sepeda motor untuk menopang kegiatan ekonomi produktif mereka. Ini juga membuat market tahun lalu tetap tumbuh meski tidak besar,” ucap Sigit.

Secara geografis, pertumbuhan pemintaan di luar Pulau Jawa yang signifikan mampu menjadi kompensasi penurunan penjualan di Pulau Jawa. Hasil komoditi luar pulau yang positif menjadi penyeimbang pelemahan daya beli di Pulau Jawa yang tahun lalu beberapa industri kesulitan sehingga terpaksa merumahkan karyawan.



Upaya membuat pasar agar tetap bergairah juga dilakukan para pelaku industri dengan menghadirkan produk-produk sepeda motor terbaru untuk konsumen. AISI juga menggelar acara pameran sepeda motor tahunan Indonesia Motorcycle Show (IMOS). Pameran yang digelar di ICE BSD mulai tanggal 24-28 September 2025 ini berhasil membukukan kenaikan, baik dari sisi pengunjung maupun transaksi. Tercatat 103.789 pengunjung hadir dengan lebih dari 1.500 unit sepeda motor terjual dan nilai transaksi yang tercatat sebesar Rp 70 miliar.

Selain stabilitas pasar domestik sepeda motor ini, sepanjang tahun lalu kinerja industri sepeda motor Tanah Air juga membukukan kenaikan penjualan di pasar ekspor. Sepanjang 12 bulan tahun 2025, tercatat anggota AISI mampu mengekspor 544.133 unit sepeda motor dalam kondisi utuh atau CBU (completely knocked down) dan 8.139.894 set unit dalam kondisi terurai atau CKD, dan Export Part sebanyak 138.455.487 pcs.

Memasuki tahun baru, AISI melihat pasar motor domestik masih memiliki potensi untuk terus bertumbuh meski ‘agak seram’ dengan berbagai tantangan ekonomi yang harus dihadapi bangsa ini. Pemberlakuan opsen sebagai pajak tambahan yang diberlakukan di awal tahun oleh sejumlah pemerintah daerah, dikhawatirkan akan menjadi batu ujian pertama bagi pelaku industri di awal tahun.

“Kami memahami kebutuhan kenaikan pendapatan setiap pemerintah daerah. Kalaupun ada kenaikan opsen, kami berharap dapat diberikan juga insentif dengan tidak menaikkan pajak kendaraan sehingga dampaknya tidak berpengaruh ke permintaan konsumen,” ujar Sigit.

Sigit mengungkapkan efek berganda kondisi geopolitik global berpotensi memengaruhi perekonomian dan pasar motor domestik. Selain pertumbuhan ekonomi, harga komoditas dan kondisi cuaca akan mempengaruhi stabilitas daya beli masyarakat tahun ini. Dukungan lembaga pembiayaan yang kuat juga akan mampu mendorong terjadinya realisasi penjualan di pasar sepeda motor domestik.

“Dengan mempertimbangkan berbagai kondisi dan tantangan yang potensial terjadi di tahun ini, kami memproyeksikan pasar sepeda motor domestik akan relatif stabil tahun ini di angka 6,4 juta-6,7 juta unit,” tuturnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Klasemen MotoGP 2026: Marco Bezzecchi Juara Americas 2026

7 April 2026

Hasil Moto3 Amerika 2026: Veda Terjatuh, Guido Pini Jadi Juara Pertama

7 April 2026

Live hasil MotoGP Amerika 2026 lengkap klasemen terbaru, murid Rossi patahkan dominasi Aprilia

7 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

BBWS Brantas Gelar Rapat Monev 2026, Fokus Percepatan Program dan Antisipasi Bencana

10 April 2026

JW Group Perkuat Sinergitas Lewat Halalbihalal Bernuansa Jawa Kuno

10 April 2026

Tiga prajurit Indonesia tewas dalam 24 jam di Lebanon, saatnya mundur?

7 April 2026

Arus balik bandara Minangkabau membludak, antrean check-in mengular

7 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?