Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 16 Mei 2026
Trending
  • 15 Film Bioskop Mei 2026, Ide Hiburan Akhir Pekan
  • Renungan Selasa 12 Mei 2026: Yesus Pergi dengan Sukacita
  • Kiai AJ di Jepara Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Ini Pengakuan Korban
  • 7 Persiapan Menonton Piala Dunia Bersama Keluarga
  • Wawancara Khusus: Orkestrasi KUH untuk Haji 2026, Layanan Terpadu Jemaah Aman dan Nyaman
  • 5 Komentar Analis: Jika Perundingan Iran Gagal – Profil PM Hungaria Peter Magyar
  • Maju Mundur Amnesti Pajak Jilid III
  • 5 kesalahan umum saat membeli helm, desain tidak menjamin keamanan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Otomotif»Pedro Acosta Dampingi Marc Marquez di MotoGP 2027, Ducati Kehilangan Peluang Emas
Otomotif

Pedro Acosta Dampingi Marc Marquez di MotoGP 2027, Ducati Kehilangan Peluang Emas

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover1 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Jorge Lorenzo: Ducati Akan Bodoh Jika Melewatkan Kesempatan Menggaet Pedro Acosta

Legenda MotoGP tiga kali juara dunia, Jorge Lorenzo, mengungkapkan bahwa Ducati akan melakukan kesalahan besar jika melewatkan kesempatan untuk memasangkan Marc Marquez dan Pedro Acosta di line-up MotoGP 2027. Ia menilai bahwa ini adalah peluang emas yang tidak boleh dilewatkan oleh pabrikan asal Italia tersebut.

Lorenzo menyebut bahwa Pedro Acosta, yang dikenal sebagai “El Tiburon”, memiliki ambisi kuat untuk mengendarai motor Ducati spek pabrikan di MotoGP 2027. Hal ini terlihat dari ketidaksabarannya dengan pengembangan motor RC-16 milik KTM. Performa Francesco “Pecco” Bagnaia yang menurun drastis juga menjadi alasan mengapa memasangkan Acosta sebagai rekan segaris Marc Marquez bisa menjadi keputusan tepat bagi Ducati.

“Beberapa waktu lalu, saya diundang ke pesta yang diadakan oleh orang-orang KTM di Austria,” ujar Lorenzo, dikutip dari laman MotoGPNews.

Ia menegaskan bahwa Acosta sangat ambisius dan bahwa KTM bisa menjadi kuda hitam dalam persaingan MotoGP. Meski motornya (KTM) tidak buruk, Lorenzo mengetahui bahwa Acosta lebih memilih untuk segera mengendarai Ducati karena kurangnya rasa percaya terhadap proyek KTM.

“Desmosedici Ducati merupakan motor paling lengkap dan disebut terbaik di grid dalam lima tahun terakhir. Itu tidak terbantahkan,” tambah Lorenzo yang pernah membela pabrikan Yamaha, Ducati, dan Honda.

Lorenzo juga menilai bahwa Pedro Acosta dan manajernya, Albert Valera, adalah sosok yang cerdas. Ia yakin bahwa Gigi Dall’Igna, bos Ducati, juga merupakan orang yang sangat cerdas. Menurutnya, jalan mereka untuk bertemu menjadi satu kesatuan hanya tinggal menunggu waktu.

Opsi Ideal untuk Pedro Acosta

Spekulasi tentang kemungkinan bergabungnya Pedro Acosta ke Ducati semakin menguat, terutama setelah Ducati memperpanjang kontrak Marc Marquez hingga 2028. Sementara itu, Pecco Bagnaia akan fokus pada peningkatan performanya.

Baik Bagnaia maupun Marquez akan habis kontrak di Ducati setelah MotoGP 2026 berakhir. Saat ini, situasi Bagnaia paling terancam, karena ada potensi digantikan oleh beberapa pembalap seperti Fabio Quartararo, Alex Marquez, dan Fermin Aldeguer. Namun, Acosta menjadi kandidat utama.

Namun, Acosta bukanlah tanpa masa pendadaran sama sekali. Untuk memastikan dia tidak kaget dengan Desmosedici, Ducati bisa menempatkannya di tim Valentino Rossi, VR46.

Skenario ini dinilai paling realistis, karena Pertamina Enduro VR46 Racing Team terbuka untuk mengubah line-up pembalapnya di MotoGP 2027. Hal ini dilakukan menyusul performa kurang memuaskan Fabio Di Giannatonio dengan Franco Morbidelli.

Tantangannya terletak pada pernyataan manajer Pedro Acosta, Albert Valera, yang menyatakan bahwa tujuan utama kliennya adalah tim pabrikan, baik Aprilia atau Ducati. Oleh karena itu, Ducati harus segera mempertimbangkan langkah strategis untuk menggaet Acosta sebelum kesempatan hilang.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

5 kesalahan umum saat membeli helm, desain tidak menjamin keamanan

16 Mei 2026

56 Program Prioritas Pemerintah 2027, Proyek Kendaraan Nasional Masuk Daftar

16 Mei 2026

5 alasan ban tipis bikin mobil kota hemat bahan bakar!

16 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

15 Film Bioskop Mei 2026, Ide Hiburan Akhir Pekan

16 Mei 2026

Renungan Selasa 12 Mei 2026: Yesus Pergi dengan Sukacita

16 Mei 2026

Kiai AJ di Jepara Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Ini Pengakuan Korban

16 Mei 2026

7 Persiapan Menonton Piala Dunia Bersama Keluarga

16 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?