Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 16 Mei 2026
Trending
  • Kiai AJ di Jepara Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Ini Pengakuan Korban
  • 7 Persiapan Menonton Piala Dunia Bersama Keluarga
  • Wawancara Khusus: Orkestrasi KUH untuk Haji 2026, Layanan Terpadu Jemaah Aman dan Nyaman
  • 5 Komentar Analis: Jika Perundingan Iran Gagal – Profil PM Hungaria Peter Magyar
  • Maju Mundur Amnesti Pajak Jilid III
  • 5 kesalahan umum saat membeli helm, desain tidak menjamin keamanan
  • 9 Artis Gen Z yang Jadi Ibu, Termasuk Aaliyah Massaid dan Alyssa Daguise
  • Josepha Alexandra, Peserta Cerdas Cermat MPR Diduga Dicurangi Meski Jawaban Benar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Wawancara Khusus: Orkestrasi KUH untuk Haji 2026, Layanan Terpadu Jemaah Aman dan Nyaman
Nasional

Wawancara Khusus: Orkestrasi KUH untuk Haji 2026, Layanan Terpadu Jemaah Aman dan Nyaman

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover16 Mei 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kesiapan Layanan Haji 2026 di Tanah Suci

Menjelang puncak penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, koordinasi lintas layanan menjadi kunci utama dalam memastikan jemaah Indonesia memperoleh pelayanan yang aman, nyaman, dan optimal di Tanah Suci. Mulai dari konsumsi, akomodasi, transportasi, hingga kesiapan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), seluruh unsur Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terus bergerak dalam satu orkestrasi pelayanan terintegrasi.

Dalam wawancara khusus ini, jurnalis Hasim Arfah berbincang dengan Muhammad Ilham Effendy, Staf Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah sekaligus Wakil Ketua III PPIH 2026, mengenai berbagai tantangan dan strategi penyelenggaraan haji tahun 2026. Wawancara berlangsung di Kantor TUH KJRI Jeddah, Senin (11/5/2026) waktu Arab Saudi.

Persiapan Layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina

Secara berangsur layanan sudah kita persiapkan, terutama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Kami terus berkoordinasi dengan para penyedia layanan konsumsi untuk memastikan kebutuhan jamaah terpenuhi, baik dalam bentuk fresh meal maupun ready to eat. Ini penting karena menjelang dan saat pelaksanaan Armuzna akses menjadi lebih terbatas.

Kami ingin memastikan sejak keberangkatan tanggal 8 Zulhijah, saat wukuf tanggal 9, hingga jamaah kembali ke pemondokan pada tanggal 12 dan 13 Zulhijah, seluruh kebutuhan konsumsi jamaah tetap aman dan terpenuhi. Selain konsumsi, kami juga berkoordinasi dengan penyedia akomodasi agar tempat tinggal sesuai dengan komitmen kontrak, baik dari sisi kapasitas kamar maupun fasilitas yang tersedia.

Untuk transportasi, di Makkah jamaah dilayani bus shalawat. Berbeda dengan Madinah yang mayoritas hotel jamaah berada di kawasan Markaziyah dan dekat dengan Masjid Nabawi. Di Madinah jarak hotel ke masjid ada yang hanya sekitar 50 meter hingga 300 meter. Sementara di Makkah perjalanan menggunakan bus shalawat bisa memakan waktu sekitar 15 sampai 30 menit.

Karena itu diperlukan pengerahan petugas cukup banyak untuk mengatur lalu lintas jamaah, mengarahkan keberangkatan dan kepulangan mereka agar tidak tersasar. Di sekitar Masjidil Haram ada tiga titik terminal bus shalawat, yakni Ajyad, Jabal Ka’bah, dan Syib Amir. Jamaah harus diarahkan sesuai titik keberangkatannya.

Tantangan Terbesar dalam Penyelenggaraan Haji 2026

Setiap tahun selalu ada perubahan kebijakan dari Pemerintah Arab Saudi dan itu menjadi tantangan tersendiri. Kami di KJRI dan perwakilan haji terus memberikan update serta mencari solusi cepat terhadap kebijakan-kebijakan baru tersebut. Tahun ini salah satu tantangan adalah kebijakan istithaah kesehatan.

Dengan masa tunggu haji yang panjang, usia jamaah semakin lanjut dan kondisi kesehatan juga menurun. Persyaratan istithaah membuat sebagian jamaah yang sebenarnya sudah mendapat porsi tahun ini harus menunda keberangkatannya. Selain itu ada juga persoalan kartu nusuk. Ternyata nusuk bukan hanya dibagikan, tetapi harus diaktivasi kembali.

Ini menjadi tambahan pekerjaan karena terkadang muncul kendala teknis dalam sistem. Misalnya jamaah gelombang pertama yang tiba di Madinah, ada yang belum bisa langsung melaksanakan ziarah Raudhah karena kartu nusuknya belum aktif. Namun petugas di Madinah terus berkoordinasi agar aktivasi dapat segera dilakukan atau dicarikan solusi lainnya.

Pengawasan Pemerintah Saudi terhadap Jamaah Nonprosedural

Kalau saya melihat, tahun ini justru lebih baik karena Pemerintah Saudi menerapkan kebijakan yang sangat ketat. Tidak boleh ada jamaah tanpa permit masuk ke Makkah. Sekarang checkpoint menuju Makkah bukan hanya di Sumaisy, tetapi juga ada di Zaidi. Pemeriksaan dilakukan satu per satu dengan memindai barcode nusuk atau permit. Bahkan mobil pribadi diperiksa untuk mencegah penyelundupan jamaah nonprosedural.

Dampaknya, suasana di sekitar Masjidil Haram sejauh ini tidak terlalu padat dibanding tahun-tahun sebelumnya, padahal jamaah Indonesia yang masuk sudah lebih dari 50 persen. Mudah-mudahan kondisi ini membantu kenyamanan jamaah dalam beribadah.

Koordinasi dengan Syarikah untuk Armuzna

Alhamdulillah tahun ini kita hanya bekerja sama dengan dua syarikah, yaitu Rakeen dan Albait Guest. Koordinasi dengan mereka terus dilakukan secara intensif. Atas arahan Dirjen, kami melakukan pengecekan langsung ke tenda-tenda Armuzna jauh hari sebelum puncak haji. Kami tidak ingin hanya menerima laporan “siap”, tetapi harus memastikan langsung kondisi di lapangan.

Total ada sekitar 61 markas, terdiri dari 31 markas di bawah Taufiq dan 30 markas di bawah Rakeen. Kami mengerahkan hampir 70 petugas untuk mengecek kapasitas tenda satu per satu. Kami melakukan simulasi kapasitas berdasarkan luas tenda. Misalnya tenda berukuran 15 x 20 meter atau 300 meter persegi. Dengan rasio sekitar 1,2 hingga 1,3 meter persegi per jamaah, kapasitasnya masih mencukupi.

Maka, jumlah kasur dalam tenda harus sebanyak 230 kasur, dan Alhamdulillah setelah dicoba aplikasikan kemarin masih bisa sampai 240 kasur. Secara umum tenda sudah berdiri, karpet sudah terpasang, dan kapasitas dinilai aman. Kami juga meminta lorong-lorong dibersihkan sebelum pengecekan berikutnya.

Pesan untuk Jamaah Menghadapi Cuaca Panas

Kami berharap cuaca tahun ini tidak seekstrem tahun lalu. Namun secara geografis kondisi di Arab Saudi memang berbeda dengan Indonesia karena minim pepohonan dan peneduh. Karena itu kami mengimbau jamaah menjaga kondisi kesehatan sejak sekarang. Kalau memang merasa kurang fit, sebaiknya beribadah di mushala hotel atau masjid terdekat saja.

Fatwa ulama di Saudi juga menyampaikan bahwa seluruh area di Makkah termasuk wilayah haram, sehingga insya Allah pahala ibadah tetap didapatkan. Untuk petugas, kami juga diingatkan agar menjaga stamina karena tugas pelayanan sangat berat. Asupan cairan harus cukup, konsumsi vitamin dijaga, dan waktu istirahat dimanfaatkan sebaik mungkin agar dapat memberikan pelayanan maksimal saat puncak haji.

Update Pemetaan Petugas Daker Saat Armuzna

Kalau tidak salah, skemanya masih seperti tahun-tahun sebelumnya. Daker Bandara ditempatkan di Arafah, Daker Madinah di Mina, dan Daker Makkah di Muzdalifah. Biasanya Daker Bandara memang ditempatkan di Arafah karena setelah fase Armuzna mereka langsung bersiap untuk pelayanan pemulangan jamaah dan pergeseran jamaah gelombang kedua ke Madinah.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Kiai AJ di Jepara Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Ini Pengakuan Korban

16 Mei 2026

Maju Mundur Amnesti Pajak Jilid III

16 Mei 2026

Josepha Alexandra, Peserta Cerdas Cermat MPR Diduga Dicurangi Meski Jawaban Benar

16 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Kiai AJ di Jepara Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Ini Pengakuan Korban

16 Mei 2026

7 Persiapan Menonton Piala Dunia Bersama Keluarga

16 Mei 2026

Wawancara Khusus: Orkestrasi KUH untuk Haji 2026, Layanan Terpadu Jemaah Aman dan Nyaman

16 Mei 2026

5 Komentar Analis: Jika Perundingan Iran Gagal – Profil PM Hungaria Peter Magyar

16 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?