Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 16 Mei 2026
Trending
  • FKIP Unkhair Edukasi Guru Ternate tentang Program Magister
  • 15 Film Bioskop Mei 2026, Ide Hiburan Akhir Pekan
  • Renungan Selasa 12 Mei 2026: Yesus Pergi dengan Sukacita
  • Kiai AJ di Jepara Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Ini Pengakuan Korban
  • 7 Persiapan Menonton Piala Dunia Bersama Keluarga
  • Wawancara Khusus: Orkestrasi KUH untuk Haji 2026, Layanan Terpadu Jemaah Aman dan Nyaman
  • 5 Komentar Analis: Jika Perundingan Iran Gagal – Profil PM Hungaria Peter Magyar
  • Maju Mundur Amnesti Pajak Jilid III
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Daerah»Renungan Selasa 12 Mei 2026: Yesus Pergi dengan Sukacita
Daerah

Renungan Selasa 12 Mei 2026: Yesus Pergi dengan Sukacita

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover16 Mei 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Renungan Harian Katolik: Yesus Pergi Tinggalkan Sukacita Bukan Dukacita

Pada hari Selasa, 12 Mei 2026, kita merayakan Pekan Paskah VI dengan perayaan fakultatif Santo Nereus, Pankrasius, dan Santa Flavia Domitila, Martir, serta Santo Epifanius, Uskup, dan Santo Germanos, Uskup. Warna liturgi yang digunakan adalah putih, simbol dari kekudusan dan kebersihan iman.

Bacaan pertama dari Kitab Kisah Para Rasul 16:22-34 menceritakan kisah Paulus dan Silas yang dipenjarakan karena membawa Injil. Meskipun mengalami penderitaan, mereka tetap berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Tuhan. Tiba-tiba terjadi gempa bumi yang membuat pintu penjara terbuka dan belenggu mereka terlepas. Kepala penjara yang takut akan kehilangan tahanan, ingin bunuh diri, tetapi Paulus menenangkannya. Mereka memberitakan Firman Tuhan kepada kepala penjara, dan akhirnya ia serta keluarganya bertobat dan dibaptis.

Mazmur Tanggapan 138:1-2a.2b-3.7c-8 mengingatkan kita bahwa tangan kanan Tuhan menyelamatkan kita. Kita diberi kesempatan untuk memuji nama-Nya, karena kasih-Nya dan kesetiaan-Nya tidak pernah berakhir. Tuhan akan menyelesaikan segalanya bagi kita, dan kita harus percaya bahwa kasih-Nya kekal abadi.

Bait Pengantar Injil menyampaikan pesan bahwa Roh Kebenaran akan datang untuk membimbing kita ke dalam seluruh kebenaran. Ini merupakan bagian dari Injil Yohanes 16:5-11, di mana Yesus mengatakan bahwa jika Ia tidak pergi, Penghibur (Roh Kebenaran) tidak akan datang. Yesus pergi untuk memperkenalkan Roh Kebenaran yang akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman.

Renungan Harian: Yesus Pergi Tinggalkan Sukacita Bukan Dukacita

Yesus berkata, “Adalah lebih berguna bagi kamu jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu.” (Yoh. 16:7a). Ketika para murid merasa sedih karena Yesus akan pergi, Ia menegaskan bahwa Roh Kebenaran akan datang sebagai sahabat baru yang akan menyentuh hati dan keberadaan kita. Roh ini akan membuka hati kita dan mengubah hidup kita menjadi lebih baik.

Sukacita dalam hidup kita bisa ditemukan melalui kepercayaan pada Yesus dan pasrah total kepada Allah. Seperti Santo Paulus, yang setelah dipanggil menjadi rasul, ia mengalami sukacita besar. Meskipun mengalami penderitaan fisik dan perlakuan tidak menyenangkan, jiwanya tetap penuh sukacita. Di Filipi, Paulus dan Silas yang disiksa dan dipenjarakan tetap memuji Tuhan. Berkat pujian mereka, belenggu terlepas dan pintu penjara terbuka melalui gempa bumi yang dahsyat. Kepala penjara pun bertobat dan seisi rumahnya juga menerima iman.

Pemazmur dalam Mazmur 138:7c-8 berkata, “Tangan kanan-Mu menyelamatkan daku, Engkau akan menyelesaikan segalanya bagiku! Ya Tuhan, kasih setia-Mu kekal abadi, janganlah Kautinggalkan buatan tangan-Mu!” Ini mengingatkan kita bahwa cinta kasih Tuhan menyentuh bagian terdalam diri kita. Dengan cinta kasih-Nya, kita diberi jalan keselamatan yang membebaskan kita dari belenggu dosa.

Tanpa cinta kasih, kita akan cenderung terjebak dalam belenggu dosa dan kehilangan kegembiraan dan sukacita dalam hidup. Oleh karena itu, kita harus terus-menerus berbuat baik dan beramal kepada sesama, karena itu adalah wujud dari cinta kasih Tuhan yang kekal abadi.

Kesimpulan

Dari renungan hari ini, kita belajar bahwa meskipun Yesus pergi, Ia meninggalkan sukacita, bukan dukacita. Roh Kebenaran yang datang setelah-Nya akan membimbing kita ke dalam kebenaran dan memberikan sukacita yang sempurna. Mari kita menjalani hidup dengan kepercayaan pada Yesus dan pasrah sepenuhnya kepada Allah, sehingga kita dapat menikmati sukacita yang tak tergantikan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Parfum asal Singapura tawarkan konsentrasi 50 persen untuk menjawab iklim tropis di Indonesia

8 Mei 2026

8 Kecelakaan Kereta Api Paling Mengerikan di Indonesia

8 Mei 2026

Rayakan momen spesial dengan solusi rumah terlengkap dan cepat

8 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

FKIP Unkhair Edukasi Guru Ternate tentang Program Magister

16 Mei 2026

15 Film Bioskop Mei 2026, Ide Hiburan Akhir Pekan

16 Mei 2026

Renungan Selasa 12 Mei 2026: Yesus Pergi dengan Sukacita

16 Mei 2026

Kiai AJ di Jepara Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Ini Pengakuan Korban

16 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?