Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 8 Juli 2026
Trending
  • Temuan Dugaan SKP dan SBU di Pengadaan BPBD Jawa Timur Kian Mengundang Pertanyaan
  • Momen Langka, Sherly Bertemu Diri Sendiri, Gubernur Malut Berenang Bersama Hiu Paus di Gorontalo
  • Harry Kane Lega, Peramal Ghana Akui Hentikan Kutukan Gol
  • Promo Krakatau Park 2026: Tiket Gratis untuk Siswa Berprestasi
  • Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Ramalan Zodiak Sagitarius dan Capricorn 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Investasi Rp 82 Triliun dan Konflik Agraria Rempang, Prabowo Diminta Bersikap Jelas
  • 4 Kandidat Kuat Gantikan Adam Pryzbek di Persib: Semua Bintang, Tapi Rela Duet dengan Mantan Persija?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Panduan pemilihan obat nyeri bebas yang tepat
Ragam

Panduan pemilihan obat nyeri bebas yang tepat

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover30 Maret 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Jenis-Jenis Obat Pereda Nyeri yang Bisa Dibeli Bebas

Saat mengalami nyeri, banyak orang langsung mencari obat pereda nyeri yang bisa dibeli bebas di apotek. Namun, terdapat berbagai pilihan yang tersedia, seperti parasetamol, ibuprofen, dan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) lainnya. Tujuan utama dari obat-obatan ini adalah untuk meredakan nyeri. Namun, pertanyaannya adalah, mana yang sebenarnya pilihan tepat untuk beberapa keluhan, seperti sakit kepala biasa, demam, atau nyeri pascaoperasi?

Bagi masyarakat awam, memilih obat pereda nyeri bisa menjadi hal yang membingungkan, karena setiap jenis memiliki fungsi dan cara kerja yang berbeda. Untuk menghindari kesalahan dalam pemilihan, penting untuk memahami lebih jauh perbedaan antara obat-obatan tersebut, kapan sebaiknya digunakan, dan untuk keluhan apa.

Jenis Obat Pereda Nyeri yang Dijual Bebas

Secara umum, ada dua kelompok utama yang sering digunakan, yaitu parasetamol dan OAINS.

Parasetamol

Parasetamol adalah obat yang populer karena mampu meredakan nyeri ringan hingga sedang serta menurunkan demam. Cara kerjanya adalah dengan menghambat sinyal rasa sakit di tubuh dan menargetkan bagian otak yang mengatur suhu, sehingga demam bisa berangsur turun. Namun, perlu diingat bahwa parasetamol tidak dapat mengatasi peradangan atau inflamasi.

Kapan sebaiknya memilih parasetamol?

  • Saat demam.
  • Nyeri sendi akibat artritis.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot atau keluhan ringan lainnya.

Parasetamol juga dianggap sebagai pilihan paling aman untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak di bawah 12 tahun. Biasanya, parasetamol menjadi pilihan pertama untuk meredakan nyeri maupun demam pada anak karena relatif aman dikonsumsi, baik dengan atau tanpa makanan.

Namun, ada catatan penting. Parasetamol bisa membebani organ hati. Karena itu, sebaiknya hindari penggunaan bersamaan dengan alkohol atau pada orang yang memiliki penyakit hati atau ginjal berat.

OAINS atau Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID)

Berbeda dengan parasetamol, OAINS tidak hanya meredakan nyeri dan menurunkan demam, tetapi juga mengurangi peradangan. Obat ini bekerja dengan cara menghambat produksi prostaglandin, zat kimia yang memicu rasa nyeri dan peradangan di tubuh.

Jenis-jenis NSAID yang umum digunakan:

  • Ibuprofen (Novaxifen, Brufen, Ifen, Etafen, Bufect, Proris, Axofen, dan Farsifen).
  • Aspirin.
  • Naproxen (Aleve, Xenifar).

NSAID biasanya direkomendasikan untuk:

  • Demam.
  • Nyeri sendi akibat artritis.
  • Gejala pilek.
  • Sakit punggung dan nyeri otot.
  • Nyeri haid.
  • Sakit kepala.
  • Sakit gigi.

Aspirin memiliki fungsi tambahan karena bersifat mengencerkan darah. Itulah sebabnya, dokter dapat meresepkannya untuk membantu menurunkan risiko serangan jantung dan stroke. Namun, penggunaan aspirin tidak boleh sembarangan karena bisa meningkatkan risiko perdarahan saluran cerna. Bahkan, anak di bawah 18 tahun tidak boleh mengonsumsi aspirin karena risiko sindrom langka bernama sindrom Reye.

Hanya individu tertentu, di bawah pengawasan dokter, yang boleh rutin mengonsumsi aspirin harian.

Obat Nyeri yang Aman Buat Lambung

OAINS bekerja dengan cara menghambat enzim siklooksigenase (COX), yaitu enzim yang bertugas membentuk prostaglandin, zat kimia yang memicu nyeri, demam, dan peradangan. Di dalam tubuh, ada dua jenis enzim COX dengan fungsi berbeda:

  • COX-2: Berperan besar dalam memicu peradangan, demam, dan rasa nyeri, terutama ketika terjadi trauma di jaringan tubuh, termasuk otak maupun ginjal.
  • COX-1: Banyak ditemukan pada ginjal, trombosit, dan lapisan lambung. Tugasnya cukup penting, yaitu menjaga fungsi ginjal, membantu proses pembekuan darah, sekaligus melindungi dinding lambung. Bila produksi COX-1 dihambat, perlindungan alami lambung akan berkurang sehingga dapat menimbulkan keluhan seperti perih atau nyeri lambung.

Berdasarkan cara kerjanya, OAINS dibagi menjadi dua kelompok:

  • OAINS non selektif: Obat ini menghambat baik COX-1 maupun COX-2. Contohnya: aspirin, ibuprofen, meloxicam, diklofenak, ketoprofen, dan asam mefenamat.
  • OAINS selektif (inhibitor COX-2): Obat ini hanya menarget COX-2 sehingga sama efektifnya dalam meredakan nyeri dan peradangan, tetapi memiliki risiko lebih rendah terhadap kerusakan lambung. Contoh: celecoxib dan etoricoxib.

Meskipun efektif, penggunaan obat antinyeri dari golongan OAINS tetap harus hati-hati. Konsumsi jangka panjang atau tanpa pengawasan medis bisa menimbulkan efek samping serius, sehingga sebaiknya digunakan sesuai anjuran dokter.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

30 Juni 2026

Ramalan Zodiak Libra dan Scorpio 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

30 Juni 2026

Ramalan Zodiak Leo dan Virgo 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, Keuangan

30 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Temuan Dugaan SKP dan SBU di Pengadaan BPBD Jawa Timur Kian Mengundang Pertanyaan

7 Juli 2026

Momen Langka, Sherly Bertemu Diri Sendiri, Gubernur Malut Berenang Bersama Hiu Paus di Gorontalo

30 Juni 2026

Harry Kane Lega, Peramal Ghana Akui Hentikan Kutukan Gol

30 Juni 2026

Promo Krakatau Park 2026: Tiket Gratis untuk Siswa Berprestasi

30 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?