Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 16 Mei 2026
Trending
  • Gempa Bumi Mengguncang Sulawesi Tenggara Pagi Ini
  • JPU Soroti Argumen Rocky Gerung di Sidang Chromebook
  • 5 Kritik Sosial Tersembunyi dalam My Royal Nemesis
  • Apa Itu Kecelakaan Highside dan Lowside di MotoGP?
  • Mengapa Venus Disebut Neraka Tata Surya?
  • Penitipan 12 Bayi di Rumah Bidan Yogyakarta, Hasil Hubungan Luar Nikah Tanpa Izin
  • Messi Dapati Tempat di Timnas Argentina Piala Dunia 2026
  • Rosa Sofi Meninggal Sebelum Wisuda, Kecelakaan Saat Akan Donorkan Darah untuk Teman, Diwakili Ibu
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»OTT Terbongkar, Perbandingan Kekayaan Fadia Arafiq Sebelum dan Sesudah Jadi Bupati Pekalongan
Hukum

OTT Terbongkar, Perbandingan Kekayaan Fadia Arafiq Sebelum dan Sesudah Jadi Bupati Pekalongan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover12 Maret 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Bupati Pekalongan Ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan Terkait Korupsi Pengadaan

Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (3/3/2026) dini hari. Penangkapan ini terkait dengan dugaan korupsi pengadaan di wilayah Pemkab Pekalongan. Saat ini, Fadia dan dua orang lainnya sedang menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK.

Fadia Arafiq sebelumnya menjabat sebagai Bupati Pekalongan selama dua periode, yaitu 2021–2024 dan terpilih kembali untuk periode 2025–2030. Sejak menjabat sebagai Wakil Bupati hingga menjadi Bupati, kekayaannya mengalami fluktuasi yang sangat dinamis. Berdasarkan data resmi e-LHKPN KPK, terlihat perubahan signifikan dalam jumlah aset yang dimiliki Fadia.

Perkembangan Harta Kekayaan Fadia Arafiq

Sebelum menjabat sebagai Bupati, Fadia Arafiq memiliki kekayaan senilai Rp45,33 miliar. Namun, saat baru menjabat sebagai Bupati Pekalongan pada 2021, kekayaannya melonjak tajam menjadi Rp134,8 miliar. Angka ini mencerminkan kenaikan hampir tiga kali lipat hanya dalam waktu satu tahun sejak pelaporan akhir 2020.

Rincian kekayaan Fadia saat menjabat Bupati antara lain:
* Tanah dan bangunan: Rp120,866 miliar
* Alat transportasi (mobil Honda Freed 2010 dan Hyundai 2013): Rp350 juta
* Harta bergerak lainnya: Rp3,02 miliar
* Kas dan setara kas: Rp10,650 miliar

Namun, dalam tiga tahun terakhir, kekayaan Fadia mengalami penurunan bertahap. Pada Desember 2022, total kekayaannya mencapai Rp90 miliar, lalu turun menjadi Rp86,7 miliar pada Desember 2023. Setelah masuk ke periode kedua, struktur aset Fadia mengalami pergeseran signifikan, terutama dalam kepemilikan tanah dan properti.

Pada laporan terbaru, Fadia melaporkan kekayaannya mencapai Rp85,623 miliar setelah dikurangi utang sebesar Rp3,2 miliar. Aset terbesar berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp74,29 miliar. Ia memiliki 26 unit properti mewah di lokasi strategis seperti Jakarta Pusat, Bogor, Depok, Semarang, dan Bali. Selain itu, ia juga memiliki kas dan setara kas sebesar Rp10,8 miliar.

Penangkapan di Semarang

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Fadia Arafiq ditangkap bersama ajudan dan orang kepercayaannya di salah satu hotel kawasan Simpang Lima, Kota Semarang. Setelah diamankan, ia langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Menurut Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Fadia dan dua orang lainnya memasuki Gedung KPK lewat pintu belakang.

OTT kali ini spesifik menyasar dugaan korupsi pengadaan di wilayah Pemkab Pekalongan. Tim KPK masih melakukan pencarian terhadap sejumlah pihak terkait OTT tersebut. Mereka mengimbau agar para pihak dapat kooperatif dalam proses penanganan perkara ini.

Suasana di Kantor Pemkab Pekalongan

Di waktu yang hampir bersamaan, suasana di kantor Pemerintah Kabupaten Pekalongan tampak lengang. Ruang kerja Bupati Pekalongan terlihat telah dipasangi segel. Selain ruang bupati, sedikitnya delapan ruangan lain turut disegel, termasuk ruang Sekretaris Daerah (Sekda). Aktivitas di lingkungan kantor Pemkab pun terpantau sepi.

Beberapa mobil dinas berpelat merah milik Pemerintah Kabupaten Pekalongan terparkir di halaman Polres Pekalongan Kota. Mobil-mobil tersebut diduga berkaitan dengan pemeriksaan sejumlah pejabat Pemkab Pekalongan oleh KPK. Di dalam beberapa mobil dinas tersebut masih tersimpan barang-barang pribadi, seperti pakaian dinas dan tas bahu.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penitipan 12 Bayi di Rumah Bidan Yogyakarta, Hasil Hubungan Luar Nikah Tanpa Izin

15 Mei 2026

Mahfud MD Ungkap Ketidakadilan Penegakan Hukum, Terkesan Dipaksakan dan Kencangkan Target: Tidak Profesional

15 Mei 2026

Hakim Putuskan Donna Faroek 4 Tahun Bui, Pengacara Sebut Kliennya Kelelahan Jalani Proses Hukum

15 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Gempa Bumi Mengguncang Sulawesi Tenggara Pagi Ini

15 Mei 2026

JPU Soroti Argumen Rocky Gerung di Sidang Chromebook

15 Mei 2026

5 Kritik Sosial Tersembunyi dalam My Royal Nemesis

15 Mei 2026

Apa Itu Kecelakaan Highside dan Lowside di MotoGP?

15 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?