Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 10 April 2026
Trending
  • BBWS Brantas Gelar Rapat Monev 2026, Fokus Percepatan Program dan Antisipasi Bencana
  • JW Group Perkuat Sinergitas Lewat Halalbihalal Bernuansa Jawa Kuno
  • Tiga prajurit Indonesia tewas dalam 24 jam di Lebanon, saatnya mundur?
  • Arus balik bandara Minangkabau membludak, antrean check-in mengular
  • Sinyal Kuat Timnas Indonesia: Dua Bintang Luar Negeri Bergabung dengan FCV Dender
  • Makna Nama Anak AHY dan Annisa Pohan: Filosofi Kuat Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono
  • Tumpukan Sampah 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati Ganggu Pengunjung
  • 5 Shio Paling Beruntung Bulan April 2026, Kaya dan Berkembang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»OJK prediksi pertumbuhan pembiayaan fintech di sektor produktif
Teknologi

OJK prediksi pertumbuhan pembiayaan fintech di sektor produktif

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Indonesiadiscover.com.CO.ID – JAKARTA

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pertumbuhan positif dalam pembiayaan fintech peer to peer (P2P) lending ke sektor produktif di masa depan. Hal ini didorong oleh berbagai peluang yang bisa dimaksimalkan oleh industri tersebut.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menyampaikan bahwa salah satu peluang utama adalah ekspansi ke Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang belum memiliki akses layanan perbankan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya mengoptimalkan integrasi data transaksi digital dan inovasi produk modal kerja yang lebih fleksibel. Hal ini disampaikan dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, pada hari Kamis (17/12/2025).

Meskipun terdapat peluang, Agusman juga menjelaskan adanya tantangan bagi fintech lending dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif. Salah satu tantangannya adalah penilaian kelayakan kredit.

Dia menyebut bahwa penilaian kelayakan kredit harus disesuaikan dengan karakteristik UMKM yang beragam serta menjaga arus kas tetap positif. Selain itu, penyaluran pembiayaan ke sektor produktif juga menghadapi tantangan berupa keterbatasan data kelayakan usaha dan infrastruktur pendukung.

Untuk mengatasi hal tersebut, Agusman menyarankan industri fintech lending untuk memperkuat kemitraan lintas sektor dan memanfaatkan data alternatif guna meningkatkan penyaluran pembiayaan yang berkualitas.

Dalam hal kinerja, OJK mencatat bahwa outstanding pembiayaan fintech lending ke sektor produktif mencapai Rp 31,37 triliun per September 2025. Porsi dari total outstanding pembiayaan industri per September 2025 sebesar 34,48%.

Jika dilihat dari data OJK, porsi penyaluran pembiayaan fintech lending ke sektor produktif per September 2025 mengalami peningkatan. Sebelumnya, pada Agustus 2025, porsi penyaluran sebesar Rp 29,64 triliun atau 33,83% dari total outstanding pembiayaan industri fintech lending.

Meski ada peningkatan, porsi penyaluran pembiayaan fintech lending ke sektor produktif per September 2025 yang sebesar 34,48% masih berada di bawah target yang tercantum dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) periode 2023–2028.

Dalam roadmap tersebut, target untuk porsi pembiayaan produktif harus mencapai 40%-50% dalam rentang waktu 2025 hingga 2026.

Tantangan dan Peluang di Sektor Fintech Lending

Beberapa tantangan yang dihadapi fintech lending dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif antara lain:

Keterbatasan data kelayakan usaha: Data yang tidak lengkap atau kurang akurat dapat menghambat proses penilaian kelayakan kredit.

Infrastruktur pendukung yang belum memadai: Masih ada kendala dalam penggunaan teknologi dan sistem yang mendukung operasional fintech lending.

Perbedaan karakteristik UMKM*: Setiap UMKM memiliki kondisi bisnis yang berbeda, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih spesifik dalam menilai kelayakan kredit.

Sementara itu, peluang yang bisa dimanfaatkan oleh fintech lending antara lain:

Ekspansi ke UMKM unbanked/underbanked: Banyak UMKM yang belum memiliki akses layanan perbankan, sehingga menjadi pasar potensial.

Integrasi data transaksi digital: Dengan memanfaatkan data digital, fintech lending dapat meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam proses penilaian kredit.

Inovasi produk modal kerja*: Produk yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan UMKM dapat meningkatkan daya tarik dan penggunaan layanan fintech lending.

Strategi untuk Meningkatkan Pembiayaan Sektor Produktif

Agusman menyarankan beberapa strategi untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan ke sektor produktif:

Memperkuat kemitraan lintas sektor: Kolaborasi dengan lembaga keuangan, pemerintah, dan institusi lain dapat membantu memperluas jaringan dan sumber data.

Memanfaatkan data alternatif: Data non-tradisional seperti transaksi digital, riwayat pembayaran, dan data pemasaran dapat digunakan sebagai referensi dalam menilai kelayakan kredit.

Meningkatkan kapasitas SDM*: Pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia akan membantu meningkatkan kualitas layanan dan pengambilan keputusan.

Dengan strategi-strategi tersebut, diharapkan pembiayaan fintech lending ke sektor produktif dapat meningkat secara signifikan dan mendekati target yang ditetapkan dalam roadmap.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Notifikasi WhatsApp Tidak Muncul? Ini Penyebab dan Solusinya

7 April 2026

Harga HP Samsung Terbaru: Galaxy A57 5G, A37 5G, S26 Plus, dan S25 FE

7 April 2026

iPhone SE 3 Dihentikan, Harga Melonjak Turun Drastis di Awal April 2026

7 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

BBWS Brantas Gelar Rapat Monev 2026, Fokus Percepatan Program dan Antisipasi Bencana

10 April 2026

JW Group Perkuat Sinergitas Lewat Halalbihalal Bernuansa Jawa Kuno

10 April 2026

Tiga prajurit Indonesia tewas dalam 24 jam di Lebanon, saatnya mundur?

7 April 2026

Arus balik bandara Minangkabau membludak, antrean check-in mengular

7 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?