Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 16 Mei 2026
Trending
  • 5 alasan ban tipis bikin mobil kota hemat bahan bakar!
  • Mengenal Dandhy Dwi Laksono di Balik Film Pesta Babi yang Menghebohkan
  • Jejak Syekh Ahmad Al-Misry Terungkap, Ditahan Aparat Mesir Akibat Kasus Pelecehan Viral
  • Saksi Kata: Ironi Murid SD di Konawe Selatan, TNI Belum Ditemukan, Orang Tua Pilih Jalur Viral
  • NPC Indonesia Mengapresiasi Program Berdaya Kemenpora Dukung Olahraga Disabilitas
  • Petugas Dishub DKI Buka Paksa Pembatas Bundaran HI untuk Mobil Dinas, Atasan Beri Pembelaan
  • Jerman Siapkan Pasangan Putin untuk Dialog, Kremlin: Bukan Kami yang Mulai
  • Bekerja Sama dengan Kemenkop, BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Pekerja Koperasi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Nasib Mengharukan 13 Perempuan Jawa Barat Korban TPPO di NTT, Dedi Mulyadi Tanggap Langsung
Hukum

Nasib Mengharukan 13 Perempuan Jawa Barat Korban TPPO di NTT, Dedi Mulyadi Tanggap Langsung

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kasus TPPO yang Menimpa 14 Perempuan Asal Jawa Barat dan Jakarta

Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kembali terungkap, kali ini menimpa 13 perempuan asal Jawa Barat dan satu orang dari Jakarta. Mereka dieksploitasi di sebuah pub di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah tergiur janji gaji besar. Para korban mengalami berbagai bentuk pelecehan, pemaksaan kerja, upah rendah, serta pembatasan komunikasi. Akhirnya, mereka berhasil diselamatkan dan kini dalam kondisi baik.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi segera merespons kasus ini dengan memulangkan para korban dan mendesak proses hukum tegas terhadap jaringan perdagangan orang yang terlibat. Ia juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap tawaran kerja yang terlalu bagus untuk dipercaya.

Kondisi Korban dan Proses Pemulangan

Para korban kini sedang dalam perjalanan pulang ke daerah asal masing-masing. Gubernur Dedi Mulyadi menyatakan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Suster Ika yang membantu proses penyelamatan di Sikka. Ia juga mengklaim telah berbicara langsung dengan para korban untuk memastikan kondisi mereka saat ini.

“Ada 13 perempuan asal Jawa Barat dan 1 orang asal Jakarta yang hari ini diselamatkan. Mereka dalam keadaan baik,” ujar Dedi melalui akun Instagram pribadinya.

Dedi menjelaskan bahwa para korban terjebak oleh bujuk raya pelaku yang menjanjikan pekerjaan dengan gaji tinggi. Namun, setibanya di lokasi, mereka justru mengalami pelecehan seksual, pemaksaan kerja, upah rendah, dan denda jika menolak perintah pengelola tempat hiburan malam di Sikka.

Proses pemulangan seluruh korban sedang disiapkan dan akan dilakukan dalam pekan ini. Selain itu, Pemprov Jabar juga mendorong agar proses hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam praktik perdagangan orang tersebut diadili sesuai aturan yang berlaku. Dedi menegaskan bahwa pihak yang diduga terlibat harus segera ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Pengalaman Pilu Seorang Pesepak Bola Muda

Selain kasus 14 perempuan tersebut, ada kisah pilu seorang pesepak bola muda bernama Rizki Nur Fadhilah. Remaja berusia 18 tahun ini menjadi korban TPPO setelah dibawa ke Kamboja. Awalnya, Rizki dijanjikan kontrak satu tahun di sebuah sekolah sepak bola di Medan. Namun, ternyata ia justru terjebak dalam situasi yang tidak pernah ia bayangkan.

Setibanya di Kamboja, Rizki mengalami penyiksaan berat hingga memohon pertolongan kepada keluarganya di Indonesia. Ia bahkan diperlakukan seperti budak, diminta memenuhi target pekerjaan setiap hari. Jika gagal, Rizki disuruh push up dan mengangkut galon bolak-balik ke lantai 10.

Curhatan Rizki selama di Kamboja membuat sang ayah, Dedi Solehudin, sangat khawatir. Dedi mengungkapkan bahwa putranya bahkan sempat diiming-imingi iPhone selama perjalanan sebagai bagian dari iming-iming perekrutan tersebut. Namun, nyatanya, Rizki tidak benar-benar dibawa ke Medan, melainkan diputar-putar ke beberapa daerah sebelum akhirnya dibawa ke Kamboja.

Dedi berharap putra kesayangannya bisa kembali pulang ke tanah air dalam kondisi sehat. Ia juga meminta bantuan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk membantu proses pemulangan Rizki.

Peringatan untuk Warga Jawa Barat

Dedi Mulyadi mengingatkan warga Jawa Barat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja dengan iming-iming gaji besar. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap modus penipuan yang sering digunakan oleh pelaku TPPO.

Dalam kasus-kasus seperti ini, penting bagi masyarakat untuk lebih hati-hati dan mencari informasi yang jelas sebelum memutuskan untuk bekerja di luar daerah. Dengan kesadaran yang tinggi, masyarakat dapat mencegah diri dari tindakan yang merugikan dan berpotensi membahayakan kehidupan mereka.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Saksi Kata: Ironi Murid SD di Konawe Selatan, TNI Belum Ditemukan, Orang Tua Pilih Jalur Viral

16 Mei 2026

Respons Roy Suryo dan Dokter Tifa Terkait Kasus Ijazah Jokowi, Polisi: Patuhi Aturan RJ

16 Mei 2026

Penitipan 12 Bayi di Rumah Bidan Yogyakarta, Hasil Hubungan Luar Nikah Tanpa Izin

15 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

5 alasan ban tipis bikin mobil kota hemat bahan bakar!

16 Mei 2026

Mengenal Dandhy Dwi Laksono di Balik Film Pesta Babi yang Menghebohkan

16 Mei 2026

Jejak Syekh Ahmad Al-Misry Terungkap, Ditahan Aparat Mesir Akibat Kasus Pelecehan Viral

16 Mei 2026

Saksi Kata: Ironi Murid SD di Konawe Selatan, TNI Belum Ditemukan, Orang Tua Pilih Jalur Viral

16 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?