Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 1 Juli 2026
Trending
  • Momen Langka, Sherly Bertemu Diri Sendiri, Gubernur Malut Berenang Bersama Hiu Paus di Gorontalo
  • Harry Kane Lega, Peramal Ghana Akui Hentikan Kutukan Gol
  • Promo Krakatau Park 2026: Tiket Gratis untuk Siswa Berprestasi
  • Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Ramalan Zodiak Sagitarius dan Capricorn 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Investasi Rp 82 Triliun dan Konflik Agraria Rempang, Prabowo Diminta Bersikap Jelas
  • 4 Kandidat Kuat Gantikan Adam Pryzbek di Persib: Semua Bintang, Tapi Rela Duet dengan Mantan Persija?
  • 10 Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026: Jepang dan Filipina Mewakili Asia
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Kronologi 9 Siswa Hina Guru SMAN 1 Purwakarta, Dicoret 19 Hari dan Ancaman Sanksi Sosial
Hukum

Kronologi 9 Siswa Hina Guru SMAN 1 Purwakarta, Dicoret 19 Hari dan Ancaman Sanksi Sosial

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover26 April 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Ringkasan Peristiwa

Pada hari Kamis, (16/4/2026), terjadi peristiwa tidak terpuji yang melibatkan sejumlah siswa SMAN 1 Purwakarta. Mereka mengacungkan jari tengah ke belakang guru perempuan bernama Atum. Aksi ini dilakukan sesaat setelah kegiatan pembelajaran selesai di kelas. Kejadian tersebut berawal dari kegiatan pengolahan aneka makanan yang diikuti oleh para siswa.

Setelah video aksi tersebut viral, pihak sekolah langsung mengambil tindakan dengan memberikan skorsing kepada para pelajar yang terlibat. Skorsing ini merupakan hukuman disipliner berupa pemberhentian sementara dari aktivitas sekolah. Dalam proses pemeriksaan awal, para siswa mengakui kesalahannya dan menyampaikan penyesalan atas tindakan mereka.

Kronologi Kejadian

Peristiwa ini terjadi pada hari Kamis, 16 April 2026, setelah kegiatan pengolahan makanan selesai. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, video tersebut baru viral pada Sabtu, 18 April 2026. Ia menjelaskan bahwa kejadian ini bermula seusai siswa mengikuti kegiatan tersebut, lalu melakukan aksi yang tidak terpuji.

Aksi tersebut dilakukan oleh sembilan siswa dari kelas XI IPS terhadap guru bernama Atum. Pihak sekolah memanggil para siswa dan orang tua mereka untuk diperiksa. Dalam proses tersebut, para siswa mengakui kesalahannya dan menyesali perbuatannya.

Video Viral

Video yang berdurasi 31 detik menunjukkan siswi berkerudung mengacungkan jari tengah ke belakang guru tersebut. Selain itu, ada siswa yang menjulurkan lidah ke arah guru dan menggerakkan tangan ke arah belakang kepala guru. Video ini viral di media sosial dan menarik perhatian banyak warganet.

Beberapa komentar dari warganet menunjukkan rasa prihatin dan kekecewaan terhadap tindakan para pelajar. Beberapa di antaranya bahkan mengusulkan agar para pelajar tersebut mendapat sanksi sosial seperti diblacklist untuk masuk ke perguruan tinggi.

Permintaan Maaf

Setelah video tersebut viral, para pelajar membuat video permintaan maaf. Dalam video tersebut, para pelajar menyampaikan permintaan maaf secara kompak. Salah satu siswa perempuan bernama Nabila mewakili teman-temannya dalam menyampaikan permintaan maaf.

Meski sudah menyampaikan permintaan maaf, para pelajar masih mendapat kecaman dari warganet. Bahkan beberapa guru juga mengutuk kelakuan para pelajar tersebut.

Saran Gubernur Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun tangan setelah mengetahui kejadian ini. Ia menyarankan agar para pelajar tidak hanya diberi skorsing, tetapi juga sanksi sosial seperti membersihkan halaman dan toilet sekolah. Ia menekankan bahwa hukuman harus bisa berbuah manfaat dalam pembentukan karakter.

Respons Ketua Dewan Pendidikan

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Agus Marzuki, menyatakan prihatin dan kecewa atas insiden ini. Ia menilai tindakan para pelajar bertolak belakang dengan semangat program pendidikan karakter yang sedang digalakkan. Ia juga mengingatkan bahwa tindakan sepele dapat berdampak besar terhadap reputasi sekolah dan kepercayaan masyarakat.

Agus berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran penting bagi seluruh siswa agar lebih bijak dalam bersikap, terutama di era digital. Ia juga mendorong adanya komunikasi yang lebih terbuka antara guru dan siswa untuk membangun hubungan yang saling menghormati.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Polisi Tampar Badut Saat Bawa Motor, Akhirnya Damai dengan Rp 150 Ribu

25 Juni 2026

Nasib Polisi yang Tampar Badut, Kini Damai Setelah Bayar Rp150 Ribu

25 Juni 2026

Pengukuhan Pengurus AK3L Kepri 2026-2031 untuk Kurangi Kecelakaan Konstruksi

25 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Momen Langka, Sherly Bertemu Diri Sendiri, Gubernur Malut Berenang Bersama Hiu Paus di Gorontalo

30 Juni 2026

Harry Kane Lega, Peramal Ghana Akui Hentikan Kutukan Gol

30 Juni 2026

Promo Krakatau Park 2026: Tiket Gratis untuk Siswa Berprestasi

30 Juni 2026

Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

30 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?