Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Thursday, 15 October 2026
Trending
  • Profil Anthony Xie, suami Audi Marissa yang digugat cerai: beberapa tahun berkarier di Taiwan-China
  • Yunarto Wijaya: Relawan Gibran Tak Perlu Gentar Hadapi Hak Angket DPR
  • Vonis PN Bangko terhadap kakak beradik penusuk pria di warung Lembah Masurai
  • Benarkah data center AI menghabiskan banyak air? Ini hitungannya
  • Pakar Forensik Pastikan Video Call Ruben Onsu di Akun Sarwendah Bukan AI
  • Mobil bensin kian menyusut: pangsa pasar turun di bawah 50 persen
  • 6 cara tetap tenang saat menghadapi masa-masa mencemaskan menurut psikologi
  • Prediksi skor Viking vs Bayern Munchen: Die Roten belum terkalahkan di Liga Jerman, siap borong gol!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Konflik Adonara NTT: Wakil Bupati Flores Timur Mediasi Dua Kepala Desa, Hentikan Perselisihan!
Politik

Konflik Adonara NTT: Wakil Bupati Flores Timur Mediasi Dua Kepala Desa, Hentikan Perselisihan!

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover14 May 2026No Comments4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pertemuan Wakil Bupati Flores Timur untuk Menyelesaikan Konflik antar Desa

Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, telah mempertemukan dua kepala desa yang terlibat dalam konflik di Adonara Timur. Pertemuan ini dilakukan untuk menghentikan pergeseran kekerasan dan menjaga stabilitas masyarakat. Kedua kepala desa yang terlibat adalah Kepala Desa Waiburak dan Kepala Desa Narasaosina.

Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Camat Adonara Timur dan dihadiri oleh berbagai pihak seperti Ketua DPRD Flores Timur, KBO Polres Flores Timur, Danki Brimob Polda NTT, perwakilan Kodim Flores Timur, serta Kasat Intel Polres Flores Timur.

Peringatan untuk Masyarakat

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Flores Timur menegaskan kepada kedua kepala desa agar mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak lagi terlibat dalam konflik. Ia menekankan bahwa perang hanya membawa kehancuran dan dendam yang berkepanjangan.

“Masing-masing harus menahan diri. Jangan lagi ada konflik, titik. Tidak boleh ada lagi. Perang itu tidak menghasilkan kemenangan, yang ada hanya kehancuran dan dendam darah,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa jika ada oknum yang melakukan provokasi, kedua kepala desa diminta segera melapor kepada aparat keamanan agar dapat segera diambil tindakan.

Persiapan Sejarah Hak Ulayat

Selain itu, Wakil Bupati Flores Timur meminta kepada kedua kepala desa untuk menyiapkan sejarah hak ulayat atas tanah yang diklaim masing-masing pihak. Hal ini dilakukan agar dapat dipertanggungjawabkan dalam proses penyelesaian nantinya.

“Siapkan sejarah masing-masing, baik sejarah mengenai klaim hak ulayat Bele maupun klaim hak ulayat Lewonara. Pada waktunya nanti, kita akan menentukan jumlah perwakilan yang hadir untuk bertemu dan menyelesaikan persoalan ini,” jelasnya.

Pengamanan dengan Personel Gabungan

Hingga saat ini, pengamanan masih terus dilakukan dengan melibatkan 157 personel gabungan yang terdiri atas BKO Brimob Ende, BKO Brimob Kupang, BKO Jibom Brimob, personel Polres Flores Timur, personel Polsek jajaran, serta personel Koramil 1624-02 Adonara.

Kapolres Flores Timur, Adhitya Octorio Putra melalui Kasi Humas Eliezer A. Kalelado menyampaikan bahwa pihak kepolisian bersama unsur TNI terus melakukan langkah pengamanan, pendekatan persuasif, serta koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait guna memastikan situasi tetap aman, damai, dan kondusif.

Kronologi Kejadian

Sebelum terjadi bentrokan sekitar pukul 12.10 Wita, terdengar tiga kali ledakan di belakang Pos Lewonara, tepatnya di area tempat anggota melaksanakan pengamanan. Ledakan itu diduga merupakan bom rakitan.

Pasca ledakan itu terjadi, sejumlah warga Lewonara melakukan provokasi dengan menuduh aparat yang bertugas membiarkan warga Dusun Bele menyembunyikan bom rakitan di belakang pos pengamanan. Massa dari Lewonara juga sempat melontarkan kata-kata bernada emosi dan memarahi anggota yang bertugas di pos.

Penyebab Konflik dan Kerugian

Sekitar pukul 16.15 Wita, aparat keamanan memperoleh informasi mengenai konsentrasi massa dari Desa Narasaosina yang mulai berkumpul di sekitar gapura desa dengan jumlah sekitar 100 orang. Massa kemudian bergerak menuju Jalan Trans Adonara sambil membawa berbagai alat, seperti senjata rakitan, senjata tajam, anak panah, serta beberapa bom rakitan.

Setibanya di lokasi perbatasan, kelompok massa dari Desa Narasaosina melakukan penyerangan terhadap warga Dusun Bele, Desa Waiburak. Serangan tersebut kemudian dibalas oleh warga setempat sehingga terjadi aksi saling serang antara kedua kelompok.

Situasi yang Membaik

Personel gabungan dari Polres Flores Timur, Polsek Adonara Timur, Brimob, dan TNI yang sedang melaksanakan pengamanan segera bergerak melakukan pengendalian massa serta upaya pemisahan terhadap kedua kelompok warga yang bertikai.

Dalam insiden tersebut, massa dari Desa Narasaosina diduga membakar sembilan unit rumah milik warga Dusun Bele, Desa Waiburak, yang mengakibatkan kerugian material cukup besar.

Aparat gabungan kemudian melakukan penyekatan dan penghalauan terhadap kedua kelompok massa hingga situasi perlahan dapat dikendalikan dan kembali kondusif.

Kesimpulan

Situasi di wilayah Adonara Timur terus diawasi dengan ketat oleh personel gabungan. Pihak kepolisian dan TNI terus berupaya untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan budaya musyawarah yang telah lama hidup di tanah Adonara, diharapkan setiap persoalan dapat diselesaikan secara damai dan bermartabat.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Yunarto Wijaya: Relawan Gibran Tak Perlu Gentar Hadapi Hak Angket DPR

15 October 2026

PGRI Desak Kepastian Pencairan TPG Guru Non-ASN

14 October 2026

Opini: Kritik Tak Pernah Padam

14 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Profil Anthony Xie, suami Audi Marissa yang digugat cerai: beberapa tahun berkarier di Taiwan-China

15 October 2026

Yunarto Wijaya: Relawan Gibran Tak Perlu Gentar Hadapi Hak Angket DPR

15 October 2026

Vonis PN Bangko terhadap kakak beradik penusuk pria di warung Lembah Masurai

15 October 2026

Benarkah data center AI menghabiskan banyak air? Ini hitungannya

15 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?