Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 19 April 2026
Trending
  • Pembaruan Info Haji 2026, Menhaj: InsyaAllah Berangkat
  • 5 Pelajaran Berharga dari Ki Su Jong di Mad Concrete Dreams
  • Timnas Indonesia Ikut, Media Vietnam Beberkan 3 Opsi Format FIFA ASEAN Cup 2026
  • SIM Keliling Tangerang 11 April 2026, Dua Titik Layanan
  • TAUD Lacak Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
  • 6 Perbedaan Penting Ninja Van dan Ninja Xpress yang Wajib Diketahui
  • WhatsApp Harus Dibuka Dulu? Ini Penyebabnya
  • Jadwal MotoGP Spanyol 2026 dan Pujian Quartararo untuk Toprak, Cek Moto3 VedaEga-Mario Aji
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Kisah Mayor Erik: Dari Ajudan ke Panti Jompo
Politik

Kisah Mayor Erik: Dari Ajudan ke Panti Jompo

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover17 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kisah Pilu Mayor Erik Supratman, Mantan Ajudan Dedi Mulyadi yang Kini Tinggal di Panti Lansia

Mayor (Purn) Erik Supratman, seorang pensiunan TNI berusia 68 tahun, kini tinggal di Panti Wreda Griya Lansia Garut. Ia terbaring lemah dan mengalami gangguan kesehatan yang membuatnya harus bergantung pada fasilitas panti lansia. Namun, kondisi fisiknya bukanlah hal utama yang menyedihkan. Masalah utamanya adalah nasib yang dialaminya setelah ditinggalkan oleh keluarganya.

Erik pernah menjadi ajudan Dedi Mulyadi saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta selama dua periode. Ia mengungkapkan bahwa setelah terserang stroke, ia tidak lagi bisa menjalankan tugas sebagai ajudan. Setelah pensiun, uang pensiun yang seharusnya menjadi haknya justru diduga diambil oleh sang istri, sehingga memaksa dirinya untuk tinggal di panti lansia.

Kisah hidup Erik mulai viral di media sosial setelah dibagikan oleh akun Instagram @imas_aan_ubudiah. Dalam unggahan tersebut, terungkap bahwa Erik ditinggalkan oleh istri dan anggota keluarga lainnya. Meskipun memiliki satu-satunya adik laki-laki, namun karena adiknya masih belum menikah dan masih bertugas, maka Erik terpaksa tinggal di panti lansia.

Dari cerita yang dibagikan, banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik. Banyak lansia di griya lansia Garut yang memiliki kondisi lebih parah dari Erik, baik laki-laki maupun perempuan. Banyak dari mereka yang memiliki masa lalu dengan istri lebih dari empat orang, tetapi akhirnya merana di hari tuanya. Cerita ini menjadi renungan bagi kita semua yang masih diberi kesempatan sehat dan keluarga yang tulus mencintai.

Banyak warganet yang turut memberikan dukungan dan doa untuk Erik. Beberapa bahkan mengungkapkan kekecewaan terhadap perlakuan yang dialaminya. Salah satu bagian paling menyentuh adalah ketika Erik mengungkapkan bahwa dirinya ditelantarkan. Ia menceritakan bahwa saat pulang bawa mobil, ia tidak bisa jalan dan dibawa ke dokter, tetapi justru dibuang di jalan.

Selain itu, Erik juga mengungkapkan bahwa uang pensiun yang seharusnya menjadi haknya setiap bulan justru dikuasai oleh pihak lain. Hal ini membuatnya semakin sulit untuk hidup mandiri. Dalam percakapan telepon dengan Dedi Mulyadi, Erik kesulitan mengingat banyak hal, bahkan sampai lupa nama sang istri. Ia tampak sangat sedih dan pahit.

Tidak hanya itu, identitas Erik dinilai tidak konsisten. Ia tidak memiliki KTP, sehingga data tentangnya disebut tidak jelas. Saat diminta keterangan, ia menyebutkan nama yang berbeda-beda. Awalnya diperkenalkan sebagai Mayor Erik Supratman, namun dalam kesempatan lain ia mengaku terakhir berpangkat Kapten.

Ketidakselarasan informasi juga muncul saat ia ditanya mengenai lokasi dinas, kesatuan, serta riwayat penugasannya. Ia mengaku pernah berdinas di sejumlah daerah, mulai dari Bandung hingga Lampung, namun keterangannya tidak disertai penjelasan yang pasti.

Kisah pilu Mayor Erik Supratman menjadi perhatian publik, termasuk dari Gubernur Jawa Barat. Ini menunjukkan betapa pentingnya perhatian terhadap para lansia yang sudah berjasa bagi bangsa dan negara. Semoga keadaan Erik dapat segera diperbaiki dan mendapatkan dukungan yang layak.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

SIM Keliling Tangerang 11 April 2026, Dua Titik Layanan

16 April 2026

Menjelang Penghargaan Pemda Berprestasi, Kemendagri Validasi 26 Indikator Tenaga Kerja di Sorong

16 April 2026

Janji miliaran dolar menguap, rencana Trump bangun Gaza terancam gagal total

16 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Pembaruan Info Haji 2026, Menhaj: InsyaAllah Berangkat

16 April 2026

5 Pelajaran Berharga dari Ki Su Jong di Mad Concrete Dreams

16 April 2026

Timnas Indonesia Ikut, Media Vietnam Beberkan 3 Opsi Format FIFA ASEAN Cup 2026

16 April 2026

SIM Keliling Tangerang 11 April 2026, Dua Titik Layanan

16 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?