Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Thursday, 15 October 2026
Trending
  • Yunarto Wijaya: Relawan Gibran Tak Perlu Gentar Hadapi Hak Angket DPR
  • Vonis PN Bangko terhadap kakak beradik penusuk pria di warung Lembah Masurai
  • Benarkah data center AI menghabiskan banyak air? Ini hitungannya
  • Pakar Forensik Pastikan Video Call Ruben Onsu di Akun Sarwendah Bukan AI
  • Mobil bensin kian menyusut: pangsa pasar turun di bawah 50 persen
  • 6 cara tetap tenang saat menghadapi masa-masa mencemaskan menurut psikologi
  • Prediksi skor Viking vs Bayern Munchen: Die Roten belum terkalahkan di Liga Jerman, siap borong gol!
  • Daftar 20 Mobil Terlaris September 2026, Atto 1 Masih Dipuncak
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»KDM Jawab Kritik Pandji: Saya Gubernur Konten atau Realitas?
Politik

KDM Jawab Kritik Pandji: Saya Gubernur Konten atau Realitas?

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover11 January 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM merespons kritik yang disampaikan oleh komika Pandji Pragiwaksono terkait gaya kepemimpinannya. Pandji menyebut bahwa KDM sering dianggap sebagai “gubernur konten” karena aktivitasnya yang cukup aktif di media sosial. Namun, Dedi menilai kritik tersebut sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang sehat dan patut dihargai.

“Bang Pandji terima kasih ya, saya penggemar Anda loh. Anda ini keren setiap pernyataan-pernyataannya menggelitik, korektif, dan edukatif,” ujar Dedi dalam akun Instagram miliknya, Minggu (4/1). Ia mengapresiasi cara Pandji menyampaikan kritik dengan pendekatan yang santai namun tetap bermakna.

Dedi kemudian menjawab pandangan Pandji tentang kecenderungan masyarakat Jabar memilih pemimpin yang berlatar belakang artis. Menurutnya, realitas politik menunjukkan bahwa tidak semua figur publik otomatis terpilih meski populer. “Termasuk ini orang Jawa Barat milih pemimpin yang selalu keartisan, tetapi sayang sekali Bang Pandji, Pak Deddy Mizwar dan Pak Dede Yusuf, waktu nyalonin jadi gubernur malah nggak kepilih,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa dirinya pernah menjadi wakil gubernur bersama Deddy Mizwar, sementara Dede Yusuf maju bersama pasangan lain, namun keduanya tetap tidak terpilih dalam Pilgub Jabar. “Pak Deddy Mizwar dulu pasangannya sama saya loh calon wakil gubernurnya, kemudian Pak Dede Yusuf pasangannya sama Pak Lex, juga nggak terpilih,” tambahnya.

Meskipun begitu, Dedi menilai latar belakang artis tidak serta-merta mencerminkan kapasitas seseorang dalam memimpin. Ia justru memuji kemampuan Dede Yusuf dalam memahami isu pembangunan. “Tetapi walaupun dia artis, Pak Dede Yusuf itu punya pemahaman pembangunan yang relatif sangat baik,” katanya.

Dedi menambahkan bahwa rekam jejak Dede Yusuf di DPR menunjukkan kapasitasnya sebagai wakil rakyat. Menurutnya, kemampuan berpikir dan bekerja tidak bisa diukur semata dari profesi awal seseorang. “Dan sekarang dua kali menjadi pimpinan komisi di DPR, juga kerangka berpikir pembangunannya keren. Yang artis juga punya kemampuan,” imbuhnya.

Menanggapi label ‘Gubernur Youtuber’ yang sering disematkan kepadanya, KDM memilih untuk tidak menilai dirinya sendiri. Ia justru mengajak publik menilai langsung hasil kerjanya di lapangan. “Sedangkan saya sendiri dianggap Gubernur Youtuber, saya nggak boleh muji diri saya, baik apa nggak sebagai pemimpin,” ujarnya.

KDM kemudian menantang Pandji untuk datang langsung ke Jawa Barat dan melihat kondisi nyata pembangunan yang dilakukan pemerintah provinsi. Ia menegaskan bahwa penilaian kepemimpinannya seharusnya dilihat dari hasil konkret, bukan sekadar konten di media sosial. “Kemudian keliling ke daerah-daerah, berbagai daerah di seluruh Provinsi Jawa Barat, saya ngebangunnya bener apa nggak, apakah saya ini hanya gubernur konten atau gubernur kenyataan, ya kita sama-sama lihat bagaimana hasil di lapangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, KDM menekankan pentingnya kritik dan otokritik dalam negara demokrasi. Ia mengapresiasi kritik yang disampaikan secara terbuka dan kreatif. “Terus berkarya, melakukan otokritik yang terbuka. Karena ini negara demokrasi, setiap orang berhak menyampaikan pikiran dan gagasan, termasuk koreksi secara terbuka, apalagi dikemas dalam koreksi-koreksi yang jenaka, keren,” imbuhnya.

Sebelumnya, dalam acara Mens Rea, komika Pandji Pragiwaksono mengkritik pemilihan kepala daerah di Jabar. Ia menilai, masyarakat di Jabar mayoritas menginginkan kepala daerah yang berlatar belakang artis. “Nah ini di antara masyarakat Indonesia, gua sehari-hari, masalah terbesar ini adanya di Jawa Barat, orang sunda. Orang sunda senang sekali milih artis,” ucap Pandji dalam materi acara Mens Rea.

Pandji menyinggung latar belakang Gubernur Jawa Barat yang banyak muncul dari kalangan artis, termasuk Dedi Mulyadi yang disebutnya sebagai Youtuber. “Gubernur mereka waktu itu Deddy Mizwar artis film, wakil gubernur mereka Dede Yusuf artis tv, sekarang Gubernur-nya Dedi Mulyadi artis Youtube. Banyak yang nggak suka, santai saja kawan,” pungkasnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Yunarto Wijaya: Relawan Gibran Tak Perlu Gentar Hadapi Hak Angket DPR

15 October 2026

PGRI Desak Kepastian Pencairan TPG Guru Non-ASN

14 October 2026

Opini: Kritik Tak Pernah Padam

14 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Yunarto Wijaya: Relawan Gibran Tak Perlu Gentar Hadapi Hak Angket DPR

15 October 2026

Vonis PN Bangko terhadap kakak beradik penusuk pria di warung Lembah Masurai

15 October 2026

Benarkah data center AI menghabiskan banyak air? Ini hitungannya

15 October 2026

Pakar Forensik Pastikan Video Call Ruben Onsu di Akun Sarwendah Bukan AI

15 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?