Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 6 Juli 2026
Trending
  • Momen Langka, Sherly Bertemu Diri Sendiri, Gubernur Malut Berenang Bersama Hiu Paus di Gorontalo
  • Harry Kane Lega, Peramal Ghana Akui Hentikan Kutukan Gol
  • Promo Krakatau Park 2026: Tiket Gratis untuk Siswa Berprestasi
  • Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Ramalan Zodiak Sagitarius dan Capricorn 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Investasi Rp 82 Triliun dan Konflik Agraria Rempang, Prabowo Diminta Bersikap Jelas
  • 4 Kandidat Kuat Gantikan Adam Pryzbek di Persib: Semua Bintang, Tapi Rela Duet dengan Mantan Persija?
  • 10 Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026: Jepang dan Filipina Mewakili Asia
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Kasus Santri Wonogiri Tewas Bikin Warga Resah, Minta Ponpes Ditutup
Hukum

Kasus Santri Wonogiri Tewas Bikin Warga Resah, Minta Ponpes Ditutup

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Desember 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Keresahan Warga di Sekitar Ponpes Santri Manjung

Warga yang tinggal di sekitar Pondok Pesantren (Ponpes) Santri Manjung, Desa Manjung, Kecamatan Wonogiri, mengaku khawatir dengan kondisi pengawasan terhadap para santri di ponpes tersebut. Mereka merasa bahwa pengawasan tidak cukup ketat dan berpotensi membahayakan keselamatan santri serta keamanan lingkungan sekitar.

Salah satu warga yang enggan disebut identitasnya mengatakan bahwa ada hal-hal yang mencurigakan terkait kematian salah satu santri di ponpes tersebut. Informasi ini sempat memicu rencana beberapa warga untuk mendatangi ponpes, tetapi rencana tersebut dibatalkan setelah polisi turun tangan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Warga sangat resah mengetahui hal itu. Ibu korban adalah warga asli Manjung, saat ini tinggal di Jatiyoso Karanganyar,” ujar warga tersebut, Minggu (21/12/2025).

Penyebab Keresahan Warga

Selain kasus kematian, warga juga sudah lama merasa tidak nyaman dengan pengawasan yang dinilai lemah terhadap santri. Mereka menganggap hal ini bisa merugikan masyarakat sekitar. Santri diberi kebebasan untuk keluar masuk ponpes hingga larut malam, sehingga memicu kekhawatiran tentang tindakan yang tidak terkendali.

Tidak hanya itu, ada laporan dugaan pencurian yang dilakukan oleh santri terhadap warga sekitar. Salah satu contohnya adalah ketika seorang warga kehilangan ikan yang mereka pelihara, dan banyak dari hasil panen tersebut hilang tanpa diketahui penyebabnya.

“Pengawasannya sangat kurang. Contoh lain ada warga yang punya ikan, tapi banyak yang diambil,” ujar warga tersebut.

Harapan Warga Terhadap Ponpes

Peristiwa meninggalnya seorang santri yang dianggap janggal semakin memperkuat rasa khawatir warga. Mereka berpendapat bahwa jika pengawasan dilakukan secara maksimal, insiden seperti ini tidak akan terjadi.

“Warga juga berharap ponpes itu ditutup sementara. Setidaknya sampai proses kasus ini selesai. Kasihan juga santrinya,” tambahnya.

Sebelumnya, penganiayaan terjadi di salah satu kamar pondok pada Sabtu (13/12/2025) menjelang maghrib. Berdasarkan pengakuan para pelaku, tindakan itu dipicu karena korban enggan mandi dan mencuci bajunya sendiri. Korban mengalami luka di beberapa bagian tubuh, yaitu dada, kepala, perut, kaki, dan tangan.

Para pelaku mengaku melakukan penganiayaan dengan tangan kosong. Setelah mengalami kekerasan, korban sempat dirawat di rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia pada Senin (15/12/2025).

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Polisi Tampar Badut Saat Bawa Motor, Akhirnya Damai dengan Rp 150 Ribu

25 Juni 2026

Nasib Polisi yang Tampar Badut, Kini Damai Setelah Bayar Rp150 Ribu

25 Juni 2026

Pengukuhan Pengurus AK3L Kepri 2026-2031 untuk Kurangi Kecelakaan Konstruksi

25 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Momen Langka, Sherly Bertemu Diri Sendiri, Gubernur Malut Berenang Bersama Hiu Paus di Gorontalo

30 Juni 2026

Harry Kane Lega, Peramal Ghana Akui Hentikan Kutukan Gol

30 Juni 2026

Promo Krakatau Park 2026: Tiket Gratis untuk Siswa Berprestasi

30 Juni 2026

Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

30 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?