Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 29 Agustus 2026
Trending
  • 72 Tersangka Karhutla di Sumatera dan Kalimantan, Penyidik Temukan 31 Korek Api: Api Sengaja Dinyalakan
  • Menikmati Senja Pantai Padang dengan Sepeda, Tren Wisata Murah yang Disukai Warga
  • 10 Gaya Kiyowo Modern untuk Tampil Modis
  • Penggabungan MTEL-TBIG kembali jadi sorotan, siapa untung?
  • Tiga mobil mesin diesel diamankan polisi, diduga terkait mafia solar di Bitung
  • 5 Fakta Menarik Istana Tajhat, Warisan Megah Zamindar Bangladesh
  • Paket Sacred Octagon Telkomsel, membuat belajar matematika lebih menyenangkan
  • Demo 27 Agustus, Chaniago Pastikan Tidak Ada Penyekatan Massa
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Istri Tewas Dianiaya, Ditemukan Penuh Luka di Samping Anaknya
Hukum

Istri Tewas Dianiaya, Ditemukan Penuh Luka di Samping Anaknya

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover4 Juni 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peristiwa Tragis di Konawe Selatan: Seorang Ibu Muda Tewas Dianiaya Suami

Pada hari Sabtu (30/5/2026), sebuah peristiwa tragis terjadi di kawasan Perumahan BTN Rezky, Desa Ambepua, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Seorang ibu muda berinisial AS (24) ditemukan meninggal dunia di rumahnya. Jasad korban ditemukan dalam kondisi sangat memprihatinkan dengan sejumlah luka lebam di bagian wajah, lengan, bahu, hingga paha.

Temuan Awal dan Kondisi Korban

Peristiwa ini pertama kali diketahui saat jasad AS ditemukan terbaring tak berdaya di dalam kamar. Di samping jenazahnya, terdapat anak semata wayangnya yang masih berusia sekitar dua tahun. Saat ditemukan, korban dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan, dengan luka-luka yang menunjukkan adanya penganiayaan berat.

Kejadian ini terjadi hanya dua hari setelah korban merayakan ulang tahun ke-24 pada Kamis (28/5/2026). Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan adanya laporan penemuan mayat perempuan muda di wilayah hukumnya tersebut. Ia menyatakan bahwa penyebab kematian sedang dalam penyelidikan.

Hasil Autopsi dan Luka-Luka yang Diderita

Untuk memastikan penyebab kematian korban, Polresta Kendari bersama Tim Dokter Forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kendari melakukan autopsi mendalam pada Minggu (31/5/2026). Hasil visum luar menunjukkan adanya 28 luka memar di sekujur tubuh korban mulai dari kepala hingga kaki.

Beberapa bagian tubuh korban yang terluka antara lain:

  • Bagian Kepala dan Wajah: Dua luka memar di kepala bagian belakang, dua memar di dahi kanan dan kiri, dua memar di pipi kanan, luka robek serta memar pada kelopak mata kanan, dan luka lecet di area alis serta kelopak mata kiri.
  • Bagian Dada dan Bahu: Satu luka memar di dada bagian tengah dan dua luka lecet pada bahu kanan.
  • Bagian Lengan: Tiga luka memar di lengan atas kanan, satu memar di lipatan dalam siku kanan, serta satu luka lecet tekan pada bagian belakang siku kiri.
  • Bagian Bawah Tubuh: Satu luka memar di panggul kiri, tiga memar di paha kanan (bagian atas dan luar), jaringan parut (sikatrik) serta memar di paha kiri, memar di betis depan, luka lecet dari betis hingga pergelangan kaki kanan, serta dua luka memar pada pergelangan kaki kiri bagian dalam.

Selain luka luar, tim dokter forensik juga menemukan tiga poin krusial pada organ dalam kepala korban, yaitu adanya resapan darah, pembengkakan hebat pada otak, serta pelebaran pembuluh darah pada selaput otak. Menurut AKP Welliwanto Malau, penyebab utama kematian korban adalah akibat trauma tumpul pada kepala bagian belakang yang menyebabkan pembengkakan otak yang menekan pusat pernapasan.

Motif Cemburu Buta dan Perilaku Sadis Pelaku

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban AS ternyata sudah lama menjadi korban kekerasan fisik yang berulang. Pelaku IS diketahui kerap menuduh korban berselingkuh tanpa alasan dan bukti yang jelas. Tuduhan perselingkuhan bahkan menyasar orang-orang yang ditemui korban saat berbelanja di pasar, mulai dari juru parkir hingga penjual udang.

Tidak hanya menyiksa secara fisik, pelaku juga sering mempermalukan korban secara ekstrem. Setelah menuduh korban, pelaku memaksa AS keluar rumah dengan pakaian seksi yang minim di hadapan pria lain yang dicurigai pelaku. Setibanya kembali di rumah, pelaku akan kembali memukuli, menendang, merusak rambut korban dengan gunting, hingga membanting tubuh korban.

Ironisnya, rintihan kesakitan korban justru memicu kepuasan seksual pelaku. IS kerap memaksa korban berhubungan intim sesaat setelah korban dianiaya secara brutal dan dalam kondisi tidak berdaya.

Puncak Aksi Keji dan Penangkapan Pelaku

Puncak aksi keji ini terjadi pada Sabtu (30/5/2026) subuh. Korban diduga kuat sudah mengembuskan napas terakhirnya sejak waktu subuh dalam kondisi tanpa busana akibat penganiayaan berat. Namun, pelaku IS baru melaporkan kematian istrinya kepada pihak keluarga saat hari sudah memasuki waktu malam.

Tim gabungan yang terdiri dari URC Buser77 Satreskrim Polresta Kendari, Unitkam Sat Intelkam Polresta Kendari, dan Intelmob Polda Sultra langsung bergerak cepat meringkus pelaku. Pelaku IS ditangkap tanpa perlawanan dan langsung digelandang ke Mapolresta Kendari untuk proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP).

Atas perbuatannya, pelaku IS kini mendekam di sel tahanan Mako Polresta Kendari dan terancam hukuman berat terkait tindak pidana KDRT yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.




Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

72 Tersangka Karhutla di Sumatera dan Kalimantan, Penyidik Temukan 31 Korek Api: Api Sengaja Dinyalakan

29 Agustus 2026

Siapa Dewi Wulan Sari, yang Jadikan Lisa Mariana Tersangka Gara-Gara Piyama Rp900 Ribu? Ini Kronologinya

29 Agustus 2026

5 Karakter Jadi Tersangka Pembunuhan Oh Min Yeong di Flex x Cop 2!

29 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

72 Tersangka Karhutla di Sumatera dan Kalimantan, Penyidik Temukan 31 Korek Api: Api Sengaja Dinyalakan

29 Agustus 2026

Menikmati Senja Pantai Padang dengan Sepeda, Tren Wisata Murah yang Disukai Warga

29 Agustus 2026

10 Gaya Kiyowo Modern untuk Tampil Modis

29 Agustus 2026

Penggabungan MTEL-TBIG kembali jadi sorotan, siapa untung?

29 Agustus 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?