Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 18 Agustus 2026
Trending
  • Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Kini tewas, drama kabur polisi yang tembak warga Banjarmasin dari penjara
Hukum

Kini tewas, drama kabur polisi yang tembak warga Banjarmasin dari penjara

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover4 Juni 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peristiwa Dramatis di Lapas Kelas IIA Palangka Raya

Pada hari Sabtu (23/5/2026) siang, terjadi peristiwa menegangkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya. Seorang narapidana bernama Anton Kurniawan Stiyanto (AKS), yang sebelumnya merupakan seorang polisi, mencoba melarikan diri dari tahanan. AKS adalah narapidana kasus pembunuhan sopir ekspedisi asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, di Katingan beberapa waktu lalu.

Peristiwa ini disinyalir melibatkan pihak keluarga dekat AKS dan menggunakan senjata api jenis pistol yang diselundupkan ke dalam Lapas. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, mengonfirmasi adanya dugaan kuat penggunaan senjata api dan keterlibatan kerabat AKS dalam insiden tersebut. Dugaan ini muncul karena sang kerabat diketahui sedang membesuk AKS saat peristiwa itu terjadi, dan kedapatan menunggu di dalam mobil selama sekitar 1,5 jam pascakejadian.

Pemeriksaan Intensif untuk Mengetahui Motif dan Modus

Putu menjelaskan bahwa saat ini pihak Ditjenpas Kalteng tengah melakukan pemeriksaan intensif untuk mendalami modus, motif, serta bagaimana senjata api tersebut bisa masuk ke dalam area steril Lapas. “Betul, saat ini masih dilakukan pemeriksaan dan pendalaman untuk mengetahui dan mengungkap motif percobaan pelarian tersebut,” ujarnya.

Memanfaatkan kelengahan petugas, AKS mencoba melarikan diri dengan menerobos pintu P2U setelah menerima kunjungan dari istrinya. Dalam upaya kabur tersebut, AKS sempat melakukan ancaman terhadap petugas yang berjaga di area pengamanan pintu utama. Petugas pengamanan yang sedang bertugas bertindak sigap dengan melakukan langkah pengendalian sesuai prosedur tetap pengamanan.

Penanganan Terkait Senjata Api

Menindaklanjuti temuan senjata api dalam dugaan percobaan pelarian ini, Ditjenpas Kalteng tidak tinggal diam. Tim pemeriksaan internal telah diterjunkan ke Lapas Palangka Raya untuk mengevaluasi sistem pengamanan operasional. Selain itu, pihak Ditjenpas juga resmi menggandeng aparat kepolisian untuk mengusut asal-usul senjata api yang digunakan oleh mantan polisi tersebut.

Kematian Anton Kurniawan

Anton Kurniawan, eks polisi yang sedang menjalani hukuman atas kasus penembakan sopir ekspedisi di Kabupaten Katingan, ditemukan meninggal dunia di ruang isolasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Minggu (31/5/2026) dini hari. Dari hasil pemeriksaan jenazah yang telah dilakukan, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh Anton. Namun, hasil autopsi sementara menunjukkan dugaan penyebab meninggalnya narapidana tersebut mengarah pada gagal jantung.

Meski demikian, kepastian penyebab kematian masih menunggu pemeriksaan tambahan melalui uji cairan lambung di Laboratorium Forensik Polri Banjarmasin. Kepala Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah I Putu Murdiana mengatakan, penyelidikan terkait kematian Anton masih berlangsung.

Kronologi Kematian Anton

Sebelum ditemukan meninggal, Anton ditempatkan di ruang isolasi dengan pengawasan khusus. Langkah itu diambil setelah ia diduga mencoba melarikan diri dari lapas pada Sabtu (23/5/2026). Ia berusaha melarikan diri dengan cara menodongkan pistol ke arah petugas lapas. Senjata ini diduga diselundupkan oleh istri Anton saat jam kunjungan. Untungnya, petugas mampu menggagalkan upaya tersebut. Anton kemudian menjalani pembinaan di ruang isolasi.

Selama berada di ruangan itu, kondisinya dipantau secara berkala oleh petugas pemasyarakatan setiap satu jam. Berdasarkan laporan yang diterima Kanwil Ditjenpas Kalimantan Tengah, Anton masih menjalani aktivitas sehari-hari hingga sore hari sebelum ditemukan dalam kondisi kritis. Petugas kemudian melakukan kontrol rutin sekitar pukul 20.35 WIB. Saat dipanggil dari luar ruang isolasi, Anton tidak memberikan respons.

Komisi XIII DPR Akan Kunjungi Lapas Palangka Raya

Kasus meninggalnya Anton juga mendapat perhatian Komisi XIII DPR RI yang membidangi pemasyarakatan dan hak asasi manusia. Anggota Komisi XIII DPR RI Bias Layar mengatakan pihaknya akan datang langsung ke Lapas Kelas IIA Palangka Raya untuk meninjau kondisi lapas dan sistem pengamanan yang diterapkan. Ia turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Anton dan menegaskan bahwa hak-hak warga binaan tetap harus diperhatikan selama menjalani masa pembinaan.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit

11 Juli 2026

PBB Fokus pada Pencegahan Genosida, 6 Kegagalan di Gaza, Rwanda, dan Rohingya Diungkap

11 Juli 2026

Aiptu N Diduga Siksa Istri Siri dan Ajari Racik Narkoba, Ini Kasus Ketiganya

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan

2 Agustus 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?