Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 24 Agustus 2026
Trending
  • Suzuki Ertiga Sport 2021: Harga Terjangkau untuk Keluarga
  • Sering Perhatikan Hewan Peliharaan? Anda Tak Sadar Dapat 6 Manfaat Ini
  • Tiga drakor musik klasik: Four Hands dan Two Sonatas
  • Wall Street Tertekan Karena Kenaikan Suku Bunga & Penurunan Saham Walmart
  • Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan, Sahabat Bocorkan Harta Banyak
  • OC Kaligis Tanyakan Kesehatan Nanik S Deyang, Disebut Punya Banyak Dapur SPPG
  • Makna Laskar Tambun Bungai, Julukan Isen Mulang Kalteng FC di Liga Super 2026/2027
  • 10 Contoh Laporan Perjalanan Banten-Serang dengan Narasi Efektif dan Metafora
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Hampir 1.900 kapal minyak terjebak di Selat Hormuz
Ekonomi

Hampir 1.900 kapal minyak terjebak di Selat Hormuz

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover30 Maret 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Selama beberapa minggu terakhir, sekitar 1.900 kapal komersial terjebak di kawasan Selat Hormuz, khususnya di Teluk Persia. Hal ini terjadi setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Sejak saat itu, Teheran telah menutup jalur perairan strategis tersebut bagi kapal-kapal yang terkait dengan negara penyerang, sehingga lalu lintas maritim di selat tersebut mengalami gangguan besar.

Banyak kapal yang berada di kawasan tersebut tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat ketegangan militer. Sebagian besar dari mereka memilih untuk menjatuhkan jangkar di perairan terbuka. Namun, pihak Iran menyatakan bahwa kapal-kapal dari negara-negara selain AS dan Israel masih diperbolehkan melintasi Selat Hormuz, asalkan tidak terlibat atau mendukung agresi terhadap Iran serta mematuhi aturan keselamatan dan keamanan secara penuh.

Ebrahim Zolfaqari, juru bicara komando terpadu angkatan bersenjata Iran, menyatakan bahwa aturan di Selat Hormuz telah diubah dan situasi tidak akan kembali seperti sebelum perang. Ia juga menegaskan bahwa entitas yang terkait dengan AS dan Israel tidak memiliki hak untuk melintasi wilayah tersebut.

Menurut data pelacak kapal real-time MarineTraffic, pada periode 20 hingga 22 Maret, sekitar 1.900 kapal tidak dapat bergerak di sekitar Selat Hormuz. Dari jumlah tersebut, terdapat 324 kapal curah, 315 kapal pengangkut minyak atau produk kimia, 267 kapal pengangkut produk minyak, dan 211 kapal tanker minyak mentah. Sementara itu, sekitar 190 juta barel minyak mentah dan produk minyak berada di atas kapal tanker yang tertahan di kawasan tersebut, menurut perusahaan analisis Vortexa.

Di samping itu, terdapat 177 kapal kargo umum, 174 kapal kontainer, 98 kapal pengangkut gas petroleum cair, 42 kapal pengangkut aspal atau bitumen, 37 kapal angkut berat, serta 34 kapal tanker LPG atau kimia di kawasan tersebut. Sisanya terdiri dari berbagai jenis kapal lain seperti kapal Ro-Ro, kapal pengangkut bahan bakar, dan kapal angkut berat.

Perusahaan pelayaran Jerman Hapag-Lloyd melaporkan bahwa enam kapalnya tidak dapat beroperasi di Teluk Persia karena ketegangan yang sedang berlangsung.

Tarif Angkutan Melonjak, Rute Alternatif Terbatas

Direktur analisis maritim Baltic and International Maritime Council, Filipe Gouveia, mengatakan kepada Anadolu bahwa dampak penghentian lalu lintas maritim terhadap pasar pelayaran dan tarif angkutan akan bergantung pada beberapa faktor. Ia menyebut perkembangan harga bahan bakar, lamanya penutupan selat, serta jumlah kapal yang diizinkan Iran untuk melintas sebagai faktor penentu. Kenaikan tarif angkutan terutama terlihat pada pasar kapal tanker, termasuk tanker minyak mentah dan produk minyak.

Ia menjelaskan bahwa sejak 27 Februari, Baltic Dirty Tanker Index meningkat 49 persen dan Baltic Clean Tanker Index naik 78 persen hingga 20 Maret. Tarif angkutan di pasar kontainer juga mengalami lonjakan. Kenaikan biaya bahan bakar serta pengenaan biaya tambahan darurat oleh perusahaan pelayaran turut berkontribusi terhadap peningkatan tersebut.

Dalam kondisi normal, sekitar 30 persen ekspor minyak global melalui jalur laut, 4 persen kargo curah kering, dan 3 persen volume kontainer melintasi Selat Hormuz. Namun, hanya sebagian ekspor dari Teluk Persia yang dapat dialihkan ke sumber alternatif. Jalur darat tidak memiliki kapasitas untuk memenuhi kebutuhan volume kargo seperti biasanya.

Ia juga menyebutkan bahwa sekitar 5,5 persen armada kapal tanker dunia dan 1,5 persen armada kapal kontainer kargo kering saat ini berada di kawasan Teluk Persia.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Wall Street Tertekan Karena Kenaikan Suku Bunga & Penurunan Saham Walmart

24 Agustus 2026

Status desil tidak sesuai kondisi ekonomi? Ini cara perbaiki data bansos

23 Agustus 2026

Sarawak Tutup 591 Sekolah Akibat Kabut Asap

23 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Suzuki Ertiga Sport 2021: Harga Terjangkau untuk Keluarga

24 Agustus 2026

Sering Perhatikan Hewan Peliharaan? Anda Tak Sadar Dapat 6 Manfaat Ini

24 Agustus 2026

Tiga drakor musik klasik: Four Hands dan Two Sonatas

24 Agustus 2026

Wall Street Tertekan Karena Kenaikan Suku Bunga & Penurunan Saham Walmart

24 Agustus 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?