Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Wednesday, 28 October 2026
Trending
  • Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar
  • Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga
  • DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM
  • Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!
  • Kisah Awal Buya Hamka: Pencarian Jati Diri Sang Ulama Besar
  • Jadwal Pelni KM Tilongkabila hingga 26 November: Rute Bitung-Benoa & Singgahannya
  • Minta dipeluk permintaan terakhir Kamaruddin Simanjuntak sebelum meninggal, 2 tahun cuci darah
  • Gledson Paixao siap unjuk gigi bersama Persebaya Surabaya, waspadai ledakan PSM Makassar!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Fakta Pocong Begal di HSS Kalsel Viral, Satpol PP Lakukan Patroli
Hukum

Fakta Pocong Begal di HSS Kalsel Viral, Satpol PP Lakukan Patroli

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover11 June 2026No Comments4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Isu Pocong Begal di Hulu Sungai Selatan (HSS) Kalsel

Isu tentang pocong begal yang ramai dibicarakan di media sosial, khususnya di grup WhatsApp di Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalteng, membuat masyarakat resah. Meski hingga saat ini belum ada bukti pasti mengenai kebenaran isu tersebut, petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) HSS segera merespons dengan melakukan patroli rutin.

Kepala Satpol PP dan Damkar HSS Iwan Friady melalui Kabid Trantibum Indera Darmawan menjelaskan bahwa patroli dilakukan secara rutin di berbagai wilayah dan lingkungan masyarakat, termasuk Poskamling. “Seperti Sabtu malam tadi, kami fokus menyasar masyarakat dan Poskamling,” katanya.

Patroli ini dilakukan oleh petugas Satpol PP HSS ke beberapa kecamatan untuk memastikan keamanan dan ketertiban umum. Menurut Indera, kerja sama antara Satpol PP dan warga sangat penting dalam penguatan keamanan di setiap desa atau kelurahan. “Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap orang luar yang mencurigakan, termasuk adanya isu pocong tadi. Jadi kami lebih intens ke penguatan ke masyarakat di Poskamling,” ujarnya.

Selain itu, pihak Satpol PP juga mengajak masyarakat untuk mengaktifkan kembali pos ronda dan Poskamling serta saling menjaga lingkungan masing-masing. Warga juga diimbau untuk memberi tahu tetangga atau orang yang dipercaya ketika meninggalkan rumah, agar tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan.

Apa Itu Begal Pocong?

Begal pocong adalah fenomena kejahatan atau teror di mana pelaku menyamar sebagai hantu pocong—terkadang membawa senjata tajam—untuk menakut-nakuti, menghentikan pengendara di jalan sepi, atau sekadar membuat keonaran di permukiman warga demi konten media sosial.

Beberapa kasus dan rumor mengenai begal pocong yang beredar terbagi menjadi beberapa fakta di lapangan:

  • Modus Kriminal: Pelaku memanfaatkan ketakutan masyarakat terhadap hal mistis agar korban panik, sehingga lebih mudah untuk dirampas barang berharganya.
  • Motif Konten Media Sosial: Banyak laporan atau video teror pocong yang mengetuk rumah warga ternyata hanyalah rekayasa atau prank yang direkam untuk mencari sensasi dan viral.

Ahli Ingatkan Cara Redam Hoaks Teror Pocong

Fenomena hoaks teror pocong yang sering muncul di masyarakat dinilai perlu dihadapi dengan penindakan terhadap pelaku penyebar isu, serta penguatan cara berpikir kritis dan literasi digital masyarakat agar kepanikan massal tidak terus terulang.

Psikolog sekaligus Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI), Rose Mini Agoes Salim, menilai salah satu cara penting menghadapi hoaks teror pocong adalah membiasakan diri berpikir kritis sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi. “Berpikir kritis itu adalah kemampuan orang menerima informasi tapi bisa menganalisanya apakah informasi ini patut diterima, ditolak atau ditangguhkan dulu,” ujar Rose.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak langsung membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya karena hal tersebut justru membuat hoaks semakin viral dan memicu keresahan luas.

Edukasi dan Literasi Digital Dinilai Penting

Rose menilai masyarakat perlu terus diedukasi agar tidak mudah terprovokasi oleh konten sensasional di media sosial. “Banyak hoaks dibuat sedemikian rupa untuk menarik perhatian publik dan memancing reaksi emosional masyarakat,” kata Rose.

Ia berharap masyarakat membiasakan diri menelaah informasi terlebih dahulu sebelum memberikan respons atau membagikannya ke orang lain. “Kita harus punya kemampuan untuk berpikir kritis, kemampuan untuk menerima informasi tidak seperti apa adanya tetapi ditelaah dulu apakah ini patut diterima, apakah ditolak atau kemudian kita tidak memberikan tanggapan apa-apa dulu gitu dan tidak di-share,” ujar dia.

Sosiolog: Literasi Sosial Jadi Solusi Jangka Panjang

Pandangan serupa disampaikan sosiolog Rakhmat Hidayat. Menurut dia, fenomena teror mistis akan terus berulang apabila masyarakat masih mudah percaya dan menyebarkan informasi tanpa verifikasi. “Langkah menghadapi fenomena seperti ini tidak cukup hanya dengan membubarkan atau memberikan klarifikasi,” kata Rakhmat.

Menurut Rakhmat, solusi jangka panjang untuk menghadapi hoaks bernuansa mistis adalah memperkuat literasi sosial dan literasi digital masyarakat. “Masyarakat perlu tidak langsung menyebarkan video atau pesan yang belum terverifikasi, membiasakan cek fakta, dan tidak mudah terpancing narasi provokatif,” ujar dia.

Ia menilai budaya sensasionalisme di media sosial membuat informasi bernuansa horor lebih mudah viral dan dipercaya masyarakat. “Budaya sensasionalisme di media sosial masih tinggi,” kata Rakhmat.

Aparat Diminta Bergerak Cepat Redam Kepanikan

Selain masyarakat, Rakhmat menilai aparat juga memiliki peran penting untuk meredam keresahan publik akibat hoaks yang viral. Menurut dia, aparat perlu bergerak cepat memberikan klarifikasi resmi, menjaga komunikasi dengan warga, hingga melakukan patroli agar rasa aman tetap terjaga.

Polisi Pastikan Isu Pocong Bawa Golok Tidak Benar

Sebelumnya, Polsek Ciputat Timur memastikan isu mengenai pocong membawa golok yang disebut berkeliaran di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan, tidak benar. Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan hingga kini polisi belum menemukan bukti adanya orang berkostum pocong yang membawa senjata tajam. “Sampai sejauh ini belum ada indikasi laporan warga mereka membawa sajam,” kata Bambang.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jejak Tegas Brigjen Ade Safri: Dari Jerat Firli Hingga Pucuk Pimpinan Dirtipideksus

18 October 2026

Kronologi Lengkap Penyerangan Bus Persib U-18 di Batang

17 October 2026

Pengakuan Jenderal Bintang Tiga dalam Pusaran Korupsi Lahan BUMD

17 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar

26 October 2026

Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga

26 October 2026

DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM

26 October 2026

Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!

26 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?