Perkembangan Industri Mobil Terbang di Tengah Inovasi Teknologi
Industri otomotif global kini tidak hanya berfokus pada kendaraan yang melaju di jalan raya. Masa depan transportasi mulai beralih ke dimensi baru, yaitu ruang udara rendah atau low-altitude economy. Salah satu pemain utama dalam pengembangan sektor ini adalah GAC Govy, anak perusahaan Grup GAC yang fokus pada teknologi mobil terbang atau electric Vertical Take-Off and Landing (eVTOL).
Pendiri sekaligus CEO GAC Govy, Su Qingpeng, baru-baru ini menegaskan bahwa baterai solid-state akan menjadi fondasi penting bagi perkembangan mobil terbang generasi berikutnya.
Menurutnya, tanpa terobosan besar pada teknologi penyimpanan energi, industri eVTOL akan sulit berkembang secara masif.

Baterai Solid-State Jadi Kunci Mobil Terbang
Dalam wawancara yang dikutip media ekonomi China, Yicai, Su Qingpeng menyebut baterai solid-state sebagai “jalan penting” menuju masa depan mobil terbang.
Teknologi ini dinilai mampu menjawab dua tantangan terbesar industri eVTOL, yakni keamanan dan jarak tempuh.
“Baterai solid-state dapat menyelesaikan persoalan daya jelajah yang lebih panjang sekaligus memberikan tingkat keamanan yang jauh lebih tinggi untuk mobil terbang,” ujarnya.
Berbeda dengan baterai lithium-ion konvensional yang masih menggunakan elektrolit cair, baterai solid-state memanfaatkan material padat sehingga memiliki risiko kebakaran lebih rendah, kepadatan energi lebih tinggi, dan umur pakai yang lebih panjang.
Keunggulan tersebut sangat penting bagi kendaraan udara yang membutuhkan standar keselamatan jauh lebih ketat dibanding mobil biasa.

Industri Mobil Terbang Masuk Fase Baru
Menurut Su, industri mobil terbang saat ini berada pada posisi yang mirip dengan kendaraan listrik sekitar satu dekade lalu. Saat itu, mobil listrik baru memasuki fase pertumbuhan pesat setelah pangsa pasarnya melampaui sekitar 7 persen.
Ia optimistis perkembangan eVTOL justru akan berlangsung lebih cepat. GAC Govy memperkirakan ekosistem bisnis mobil terbang mulai terbentuk secara matang pada tahun 2030.
Pandangan investor pun mulai berubah. Jika sebelumnya hanya berfokus pada spesifikasi teknis, kini pasar lebih memperhatikan indikator nyata seperti jumlah pengiriman, profitabilitas, dan jadwal sertifikasi penerbangan.
Govy AirCab Sudah Keluar Jalur Produksi
Produk andalan GAC Govy, yakni Govy AirCab, resmi keluar dari jalur produksi pada Mei 2026 setelah memasuki tahap pra-penjualan sejak tahun sebelumnya.
Model multi-rotor tersebut kini tengah menjalani serangkaian pengujian dan verifikasi kelaikudaraan.
Perusahaan menargetkan Sertifikasi Tipe (Type Certificate/TC) dapat diperoleh sebelum akhir 2026, sedangkan Sertifikasi Produksi (Production Certificate/PC) diharapkan rampung pada paruh pertama 2027.
Meski demikian, Su Qingpeng mengakui bahwa peningkatan volume produksi mobil terbang tidak akan secepat industri otomotif konvensional.
“Mobil terbang memerlukan proses validasi keselamatan dan sertifikasi yang jauh lebih kompleks, sehingga kurva produksinya akan meningkat secara bertahap,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, GAC Govy mengembangkan sistem manufaktur modular dan terstandarisasi agar proses produksi massal di masa depan lebih mudah ditingkatkan.
Mengapa Baterai Solid-State Cocok untuk eVTOL?
Menariknya, menurut GAC Govy, biaya produksi baterai solid-state saat ini sebenarnya masih relatif tinggi jika diterapkan pada mobil listrik massal.
Namun untuk sektor penerbangan, kondisi tersebut justru masih dianggap ekonomis.
Su menjelaskan bahwa biaya produksi sebuah pesawat umumnya 50 hingga 100 kali lebih mahal dibanding mobil biasa. Karena itu, penggunaan baterai solid-state dalam jumlah terbatas tetap layak secara finansial.
Ketika nantinya teknologi ini semakin berkembang dan digunakan secara luas di industri otomotif, biaya produksinya diperkirakan akan turun drastis. Dampaknya, mobil terbang juga akan semakin terjangkau dan memiliki potensi pasar yang lebih luas.
Tahun 2027 Diprediksi Jadi Awal Era Mobil Terbang
CEO GAC Govy memprediksi tahun 2027 akan menjadi tonggak penting bagi industri eVTOL global.
Menurutnya, itulah saat pertama kendaraan udara listrik berawak mulai memasuki tahap komersialisasi secara nyata.
Optimisme tersebut juga didukung oleh semakin besarnya investasi pemerintah dan perusahaan milik negara di China dalam pengembangan ekonomi ruang udara rendah.
Ekosistem ini diyakini akan menjadi fondasi utama bagi lahirnya moda transportasi masa depan yang tidak lagi terbatas oleh jalan raya.
Jika seluruh target pengembangan berjalan sesuai rencana, maka dekade berikutnya bisa menjadi awal era baru ketika mobil tidak hanya berjalan di aspal, tetapi juga lepas landas ke udara dengan tenaga listrik dan baterai solid-state sebagai sumber energinya.


