Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 22 April 2026
Trending
  • Kesehatan Publik Akurat: Perspektif Baru dalam Kesehatan
  • Pengadaan Barang dan Jasa di BGN: Mulai dari Motor hingga EO
  • Evan Dimas: Keharusan Kejujuran di Hari Jadi PSSI
  • WNI Tewas di Jerman, Diduga Dibunuh Tetangga
  • Bank Mandiri Terpilih sebagai Perusahaan Terbaik Indonesia oleh TIME
  • Soal Esai Akhir Semester 2 Kelas 6 SD: Koding dan Kecerdasan Buatan
  • Toyota Raize Mengatasi Jalan Tak Rata
  • Harga BBM naik mulai Rp 5.600, daftar terbaru Senin 20 April 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Evan Dimas: Keharusan Kejujuran di Hari Jadi PSSI
Politik

Evan Dimas: Keharusan Kejujuran di Hari Jadi PSSI

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 April 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peringatan HUT ke-96 PSSI dan Pesan Penting dari Evan Dimas

Peringatan HUT ke-96 Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, menjadi momen penting yang tidak hanya merayakan sejarah, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan mendalam tentang masa depan sepak bola Indonesia. Salah satu tokoh yang hadir adalah legenda hidup sekaligus eks kapten Timnas Indonesia, Evan Dimas Darmono, yang membagikan pandangan kritisnya mengenai pembangunan karakter pemain sejak dini.

Evan Dimas menekankan bahwa PSSI perlu memiliki program yang mampu menanamkan jiwa kesatria pada generasi muda. Menurutnya, aspek kejujuran dan kemampuan menjalankan amanah merupakan fondasi penting yang harus dimiliki oleh setiap pesepak bola Indonesia. Hal ini menjadi refleksi mendalam di saat PSSI tengah mempererat persatuan dan mematangkan strategi pembinaan akar rumput demi mengejar target besar menembus Piala Dunia 2030 mendatang.

Perayaan Sederhana PSSI

Perayaan ulang tahun tersebut berlangsung secara sederhana namun penuh makna. Tidak ada hiburan atau acara spesial lainnya, hanya potong tumpeng yang dilakukan dengan khidmat. Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali, Wakil Ketua Umum II PSSI Ratu Tisha Destria, Sekjen PSSI Yunus Nusi, serta perwakilan Exco Pusat Ahmad Riyard.

Selain itu, hadir pula para legenda Timnas Indonesia yang jumlahnya tidak kurang dari 15 orang, termasuk dua perwakilan mantan pemain Timnas Indonesia, yaitu Evan Dimas dan Arief Suyono. Dalam sambutannya, Zainudin Amali menyampaikan terima kasih kepada tujuh klub pendiri PSSI, seperti VIJ Jakarta (Persija), BIVB Bandung (Persib), PSM Mataram (PSIM), VVB Solo (Persis), MVB Madiun (PSM Madiun), IVBM Magelang (PPSM), dan SIVB Surabaya (Persebaya).

Target Piala Dunia 2030

Zainudin Amali menjelaskan bahwa awal mula pendirian PSSI merupakan bentuk persatuan anak bangsa. Ia menegaskan bahwa sebagai masyarakat sepak bola, kita harus bersatu. Bertarung dan bertanding hanya selama 90 menit, lalu kembali bersatu.

Oleh karena itu, Zainudin Amali berharap sepak bola bisa menyatukan, bukan membuat terpecah belah. “Kalau terpecah belah, sudah menyalahi prinsip dasar lahirnya PSSI. Itu benar-benar makna persatuannya ada,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para legenda yang telah membawa prestasi terbaik bagi Timnas Indonesia di masanya. “Mudah-mudahan prestasi semakin baik dari timnas kita semua usia. Mimpi kami di 2030 nanti timnas bisa masuk ke piala dunia,” pungkas Zainudin.

Dukungan Kolektif untuk Sepak Bola Indonesia

Ratu Tisha Destria menekankan perlunya dukungan kolektif dari berbagai pihak. “Tentu PSSI tidak bisa bekerja sendirian, sehingga harus bersinergi dengan banyak pihak, pemerintah, swasta, dan pihak lainnya,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi sangat penting dalam memajukan olahraga paling populer di Tanah Air. “PSSI sebagai lokomotif penggerak sepak bola Indonesia, tidak bisa bergerak sendiri, jadi di momen ulang tahun ini kami ingin mengajak semua pihak untuk bekerja bersama-sama, sesuai tema tahun ini, membangun sepak bola Indonesia.”

Pesan Khusus Evan Dimas

Terpisah, mantan pemain Timnas Indonesia, Evan Dimas Darmono, memiliki harapan tersendiri bagi federasi. “Saya berharap ke depannya PSSI memiliki program, dimana menanamkan ke generasi bagaimana caranya berjiwa kesatria. Dimana bumi dipijak, amanah dijalankan. Dimana bumi dipijak, kejujuran dijalankan,” katanya.

Senada dengan hal itu, mantan pemain Timnas lainnya, Arief Suyono, lebih menyinggung soal krusialnya pembinaan usia dini. Bagi Arief, ambisi lolos Piala Dunia 2030 harus ditopang dengan pembinaan yang kuat. “Mudah-mudahan ulang tahun ke-96, terutama lolos piala dunia. Selanjutnya supaya bisa lebih baik di grassroot,” terang Arief Suyono.

Arief pun menekankan pentingnya perhatian pada level terbawah. “Karena kami sekarang terlalu fokus di timnas senior, tapi kami lupa di grassroot, karena tombaknya senior itu ada di grassroot. Lebih diperhatikan lagi di grassroot,” pungkasnya.

Evan Dimas Vakum dan Fokus Melatih

Seperti diketahui, Evan Dimas saat ini memilih jalan sunyi dengan vakum dari sepak bola profesional demi fokus mengabdi di dunia kepelatihan melalui Sanggar Saraswati Nuswantara, Tulungagung, Jawa Timur.

Nama Evan Dimas pun sempat hangat menjadi perbincangan pecinta sepak bola Tanah Air. Pasalnya, pemain yang pada musim 2023/2024 lalu masih memperkuat Persik Kediri ini tiba-tiba terlihat memimpin latihan di lapangan desa Mojoarum, Tulungagung, padahal usianya masih tergolong produktif bagi seorang pemain, yakni 31 tahun.

Pada musim 2025/2026 ini, Evan Dimas memang tidak bergabung dengan tim mana pun di Super League. Dalam sebuah wawancara pada 26 September 2025 lalu, Evan mengaku sebenarnya sempat mendapat penawaran dari sejumlah klub hingga tawaran menjadi asisten pelatih, namun ia memilih untuk fokus penuh di sanggar.

“Ya dulu ada, penawaran dari klub ada. Penawaran menjadi asisten pelatih ya ada juga,” ujar Evan Dimas seusai coaching clinic di Garuda Store GBK, Jakarta.

Meski naluri berkompetisi masih ada, Evan merasa saat ini adalah waktunya untuk berbagi ilmu kepada pemain muda, bukan hanya soal teknik, melainkan juga karakter. Hal ini sangat berkaitan dengan pesan kuat yang ia sampaikan pada HUT PSSI mengenai pentingnya kejujuran dan jiwa kesatria.

“Ya, saya sekarang lebih banyak di Tulungagung mas, lebih tempatnya di Sanggar Saraswati Nusantara,” katanya.

Di sanggar tersebut, aktivitas yang dilakukan tidak terbatas pada olahraga, tetapi juga mencakup seni, budaya, sains, hingga sosial kemasyarakatan.

“Saya di sana mendidik generasi muda, melalui sepak bola. Jadi saya di sana menanamkan, bukan cuma skill dan teknik, tapi mengedepankan etika dan moral,” jelas Evan.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Komentar Beragam tentang JK vs Termul

22 April 2026

Puisi Hari Kartini 2026: Semangat Perjuangan Perempuan yang Menginspirasi

22 April 2026

Cara cek bansos via aplikasi dan situs Kemensos

22 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Kesehatan Publik Akurat: Perspektif Baru dalam Kesehatan

22 April 2026

Pengadaan Barang dan Jasa di BGN: Mulai dari Motor hingga EO

22 April 2026

Evan Dimas: Keharusan Kejujuran di Hari Jadi PSSI

22 April 2026

WNI Tewas di Jerman, Diduga Dibunuh Tetangga

22 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?