Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Tuesday, 3 November 2026
Trending
  • Ketika Nusron Wahid sudah 2 kali mangkir panggilan KPK, Mahfud MD: Kenapa Pak Prabowo diam?
  • Duel Sunderland vs Brentford: Ambisi The Bees Taklukkan Stadium of Light
  • Era Kuantum: Telkom, Danantara, BSSN, dan Peruri Bangun Ekosistem Digital
  • Skenario Licik Dibalik Pajak McLaren Rp137 Juta Milik Mekanik Bengkel
  • Dulu Kritik, Kini Grok AI Buatan Elon Musk Malah Hancurkan Reputasinya Sendiri
  • Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan di Lima Titik Krusial Saat Aksi 28 Oktober di Yogyakarta
  • Demo BEM UI dan SADAR bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, ini 5 tuntutannya
  • Rangkuman Materi Bahasa Inggris Kelas 9 Bab 2 Kurikulum Merdeka: Taking Trips
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pengadaan Barang dan Jasa di BGN: Mulai dari Motor hingga EO
Nasional

Pengadaan Barang dan Jasa di BGN: Mulai dari Motor hingga EO

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 April 2026No Comments4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pengadaan Barang dan Jasa BGN yang Disorot

Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi sorotan karena beberapa pengadaan barang dan jasa yang dianggap tidak efisien. Pengadaan tersebut dinilai tidak sejalan dengan visi proyek makan bergizi gratis atau MBG. Beberapa item yang menjadi perhatian antara lain penggunaan jasa event organizer, sepeda motor, alat makan, laptop, hingga tablet. Berikut penjelasan detailnya:

Pengadaan Sepeda Motor Listrik

BGN membeli puluhan ribu motor listrik. Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan bahwa pengadaan sepeda motor tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025. Motor itu diperuntukkan untuk mendukung operasional proyek MBG, khususnya bagi kepala satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).

“Motor belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum didistribusikan,” kata Dadan dalam keterangan tertulis, 7 April 2026.

Dia membantah informasi yang menyebut terdapat 70 ribu sepeda motor. Menurut Dadan, pengadaan hanya mencapai 20 ribu lebih unit. “Realisasi sebanyak 21.801 dari 25.000 unit yang dipesan tahun 2025,” ujar Guru Besar IPB University itu.

Pengadaan Jasa EO

Merujuk data realisasi pengadaan barang dan jasa BGN yang dipublikasikan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah atau LKPP, tercatat ada 31 paket pengadaan jasa EO yang digunakan BGN pada tahun perdana pelaksanaan proyek MBG.

Dadan Hindayana mengatakan, penggunaan jasa EO dilakukan sebagai bagian dari kebutuhan strategis lembaga. Sebab, pada tahun pertama BGN masih membangun sistem dan tata kelola operasional.

“BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri,” kata Dadan dalam keterangan tertulis, Ahad, 12 April 2026.

Mayoritas pengadaan paket pengadaan jasa EO ini dilakukan untuk kegiatan di kantor pusat BGN. Sementara lainnya dilakukan untuk agenda peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Total anggaran pengadaan jasa ini senilai Rp 113,9 miliar.

Salah satu kegiatan yang dilakukan BGN dengan menyewa jasa EO, ialah kegiatan Fun Run Hari Antikorupsi Sedunia pada 2025. Korporasi yang ditunjuk menjadi EO dalam kegiatan ini bernama Kredo Aum dengan nilai kontrak sebesar Rp 1,3 miliar.

Alat Makan, Laptop, dan Kaus Kaki

Pengadaan lain yang disorot adalah pembelian barang berupa alat makan, laptop, dan kaus kaki. Di media sosial, disebutkan anggaran untuk pengadaan ini mencapai Rp 4 triliun.

Dadan Hindayana tak menepis ihwal pengadaan tersebut. Namun, dia membantah jika nilai anggaran untuk pengadaan barang ini mencapai nominal Rp 4 triliun.

“Misalnya laptop 32 ribu unit dan alat makan Rp 4 triliun. Itu sama sekali tidak benar,” kata Dadan dalam keterangan tertulis, Senin, 13 April 2026.

Ia menjelaskan, pengadaan laptop di BGN hanya sekitar 5 ribu unit sepanjang 2025. Kemudian alat makan, pengadaan hanya dilakukan di 315 SPPG dengan pagu anggaran Rp 215 miliar yang dibiayai APBN berdasarkan penetapan Surat Keputusan Bersama (SKB) menteri terkait.

Begitu juga pengadaan kaus kaki. BGN tidak pernah melakukan pengadaan secara langsung. Kaus kaki merupakan bagian dari perlengkapan bagi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dilakukan Universitas Pertahanan melalui mekanisme swakelola tipe II.

“Perlu dipahami pengadaan tersebut bukan dilakukan langsung oleh BGN, melainkan oleh Unhan dalam rangka pelaksanaan pendidikan SPPI,” ujarnya.

Semir dan Sikat Sepatu

Sama halnya dengan pengadaan kaus kaki, Dadan Hindayana mengatakan, pengadaan semir dan sikat sepatu merupakan bagian dari kebutuhan pendidikan dan pelatihan SPPI tahun 2025. Biaya pendidikan SPPI berasal dari anggaran BGN, namun pelaksanaannya dilakukan swakelola tipe II oleh Unhan.

“Jadi pengadaan ada di Universitas Pertahanan,” kata Dadan saat dihubungi, Jumat, 17 April 2026.

Berdasarkan data realisasi pengadaan LKPP, terdapat sejumlah paket kontrak pengadaan semir dan sepatu yang dilaksanakan oleh beberapa penyedia melalui mekanisme pengadaan pemerintah. Dalam data itu, setidaknya 12 paket kontrak diteken BGN.

Total nilai kontrak pengadaan barang tersebut tercatat Rp 1,57 miliar dengan melibatkan sejumlah perusahaan penyedia, salah satunya PT Gajah Mitra Paragon. Korporasi ini tercatat memperoleh dua kontrak pengadaan, yakni untuk semir sepatu dan sikat semir sepatu.

Dadan merincikan, total nilai pengadaan yang mencapai sekitar Rp 1,52 miliar ini, yaitu untuk semir senilai Rp1,25 miliar dan sikat semir sekitar Rp 272 juta.

Menurut dia, harga per unit semir dibeli seharga Rp 41.470 dan sikat semir per unit Rp 10.780. Dadan menyebutkan pengadaan tersebut diperuntukkan bagi 30.299 SPPI.

Eka Yudha Saputra dan Novali Panji Nugroho berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Ketika Nusron Wahid sudah 2 kali mangkir panggilan KPK, Mahfud MD: Kenapa Pak Prabowo diam?

3 November 2026

Era Kuantum: Telkom, Danantara, BSSN, dan Peruri Bangun Ekosistem Digital

3 November 2026

Demo BEM UI dan SADAR bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, ini 5 tuntutannya

3 November 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Ketika Nusron Wahid sudah 2 kali mangkir panggilan KPK, Mahfud MD: Kenapa Pak Prabowo diam?

3 November 2026

Duel Sunderland vs Brentford: Ambisi The Bees Taklukkan Stadium of Light

3 November 2026

Era Kuantum: Telkom, Danantara, BSSN, dan Peruri Bangun Ekosistem Digital

3 November 2026

Skenario Licik Dibalik Pajak McLaren Rp137 Juta Milik Mekanik Bengkel

3 November 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?