Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Thursday, 15 October 2026
Trending
  • Yunarto Wijaya: Relawan Gibran Tak Perlu Gentar Hadapi Hak Angket DPR
  • Vonis PN Bangko terhadap kakak beradik penusuk pria di warung Lembah Masurai
  • Benarkah data center AI menghabiskan banyak air? Ini hitungannya
  • Pakar Forensik Pastikan Video Call Ruben Onsu di Akun Sarwendah Bukan AI
  • Mobil bensin kian menyusut: pangsa pasar turun di bawah 50 persen
  • 6 cara tetap tenang saat menghadapi masa-masa mencemaskan menurut psikologi
  • Prediksi skor Viking vs Bayern Munchen: Die Roten belum terkalahkan di Liga Jerman, siap borong gol!
  • Daftar 20 Mobil Terlaris September 2026, Atto 1 Masih Dipuncak
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Bapanas kembangkan sorgum di Karawang dan Bandung
Politik

Bapanas kembangkan sorgum di Karawang dan Bandung

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover11 January 2026No Comments2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Indonesiadiscover.com.CO.ID, JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) tengah mempercepat pengembangan sorgum di Kabupaten Karawang dan Kota Bandung, Jawa Barat. Fokus utama dari program ini adalah penguatan teknologi pengolahan agar produk lokal tidak hanya berupa bahan mentah, tetapi juga bisa masuk ke rantai pasok bernilai tambah hingga menjadi produk siap konsumsi.

Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, menjelaskan bahwa pengembangan sorgum di dua wilayah tersebut dilakukan secara terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir, dengan pemanfaatan teknologi. “Di wilayah ini, sorgum dikembangkan sebagai komoditas adaptif yang mampu diolah menjadi berbagai produk pangan dengan nilai ekonomi lebih tinggi,” ujarnya.

Andriko menegaskan bahwa penguatan pangan lokal harus didukung oleh teknologi agar memberikan dampak langsung bagi petani dan UMKM. Bapanas telah memfasilitasi pengolahan pascapanen dengan menyediakan alat seperti perontok, penyosoh, penepung, pengering, serta peralatan pendukung lainnya untuk memperkuat kapasitas produksi.

“Kita baru saja mengunjungi dua tempat pengolahan sorgum di Karawang dan Bandung. Pengembangan sorgum ini akan kita bangun dari hulu sampai hilir. Petani memproduksi, hasilnya diserap oleh UMKM, lalu diolah menjadi produk pangan siap konsumsi yang bernilai tambah,” jelas Andriko.

Dukungan teknologi ini membantu UMKM di Karawang dalam menghasilkan berbagai olahan sorgum, seperti bubur, kerupuk, tepung sorgum, hingga cookies. Salah satu produk, yaitu cookies sorgum, telah masuk ke Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di kawasan Karawang.

Menurut Andriko, masuknya produk sorgum ke MBG menunjukkan bahwa pangan lokal olahan memiliki peluang nyata dalam sistem penyediaan pangan bergizi skala nasional. “Ketika produk pangan lokal sudah bisa masuk ke MBG, itu artinya kualitas, keamanan, dan kontinuitasnya sudah memenuhi kebutuhan,” tuturnya.

Selain itu, penguatan juga dilakukan melalui pemanfaatan teknologi lanjutan seperti freeze dryer untuk produk berbasis sorgum. Teknologi ini memungkinkan nasi sorgum, bubur, dan sari sorgum memiliki masa simpan lebih panjang dengan kandungan gizi tetap terjaga.

Produk olahan sorgum dan singkong juga disiapkan untuk mendukung suplai pangan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dalam Program MBG. Kebijakan ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal.

“Ini tentang ekonomi kerakyatan dan kedaulatan pangan. Seluruh rantai dikerjakan di dalam negeri dengan memaksimalkan potensi lokal dan teknologi yang sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Andriko.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Yunarto Wijaya: Relawan Gibran Tak Perlu Gentar Hadapi Hak Angket DPR

15 October 2026

PGRI Desak Kepastian Pencairan TPG Guru Non-ASN

14 October 2026

Opini: Kritik Tak Pernah Padam

14 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Yunarto Wijaya: Relawan Gibran Tak Perlu Gentar Hadapi Hak Angket DPR

15 October 2026

Vonis PN Bangko terhadap kakak beradik penusuk pria di warung Lembah Masurai

15 October 2026

Benarkah data center AI menghabiskan banyak air? Ini hitungannya

15 October 2026

Pakar Forensik Pastikan Video Call Ruben Onsu di Akun Sarwendah Bukan AI

15 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?