Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Thursday, 15 October 2026
Trending
  • Profil Anthony Xie, suami Audi Marissa yang digugat cerai: beberapa tahun berkarier di Taiwan-China
  • Yunarto Wijaya: Relawan Gibran Tak Perlu Gentar Hadapi Hak Angket DPR
  • Vonis PN Bangko terhadap kakak beradik penusuk pria di warung Lembah Masurai
  • Benarkah data center AI menghabiskan banyak air? Ini hitungannya
  • Pakar Forensik Pastikan Video Call Ruben Onsu di Akun Sarwendah Bukan AI
  • Mobil bensin kian menyusut: pangsa pasar turun di bawah 50 persen
  • 6 cara tetap tenang saat menghadapi masa-masa mencemaskan menurut psikologi
  • Prediksi skor Viking vs Bayern Munchen: Die Roten belum terkalahkan di Liga Jerman, siap borong gol!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Analisis Bambang Irawan: TN Bukit Tiga Puluh, Aktivitas dan Perbaikan
Politik

Analisis Bambang Irawan: TN Bukit Tiga Puluh, Aktivitas dan Perbaikan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover16 January 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kondisi Lanskap di Sekitar Taman Nasional Bukit Tiga Puluh

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Jambi, Dr Forst Bambang Irawan, SP, MSc, IPU, menyampaikan bahwa lanskap di sekitar Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TN Bukit 30) yang berfungsi sebagai kawasan penyangga saat ini menghadapi berbagai tantangan. Wilayah tersebut mencakup beberapa konsesi seperti LJI, Alam Bukit 30, PT ABT, serta wilayah lainnya.

Secara umum, masalah yang terjadi meliputi aspek pengelolaan kawasan, konflik pemanfaatan lahan, hingga tekanan aktivitas manusia. Penguasaan lahan oleh masyarakat di kawasan hutan bukan hanya terjadi di TN Bukit 30, tetapi juga menjadi fenomena yang sering ditemukan di berbagai wilayah Indonesia.

Berkurangnya tutupan hutan di lanskap tersebut tidak terlepas dari aktivitas masa lalu, terutama pembalakan. Sebagian kawasan dulunya merupakan konsesi Hak Pengusahaan Hutan (HPH) yang kemudian mengalami perubahan fungsi. Beberapa area beralih dari eks HPH dan Lahan Hutan (ELHJ) menjadi hutan tanaman industri, serta dari APL menjadi kawasan restorasi ekosistem.

Pembalakan, aktivitas logging, pembukaan kebun masyarakat di tingkat tapak, serta kebakaran hutan dan lahan menjadi faktor utama penurunan tutupan hutan di kawasan tersebut. Dampak kerusakan lanskap juga dirasakan oleh satwa liar, khususnya gajah. Wilayah Tebo dan sekitarnya merupakan kawasan distribusi gajah, namun tekanan akibat pembukaan lahan untuk karet, sawit, dan HTI membuat habitat gajah semakin terdesak.

Selain sebagai habitat satwa, Bambang menekankan bahwa kawasan tersebut memiliki fungsi penting sebagai daerah resapan air di wilayah hulu. Jika kawasan itu tidak dijaga, potensi bencana seperti yang terjadi di beberapa wilayah Sumatera daratan bisa saja terjadi di Jambi.

Konflik Satwa dan Manusia

Terkait konflik satwa dan manusia, saat ini tidak sebesar beberapa tahun lalu. Dua hingga tiga tahun sebelumnya konflik cukup sering terjadi, sementara belakangan relatif lebih sedikit diberitakan. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah pembangunan koridor gajah oleh para pihak dengan menetapkan beberapa wilayah sebagai jalur perlintasan satwa. Namun demikian, pengelolaan koridor tersebut belum optimal sehingga belum sepenuhnya berfungsi sebagai habitat yang layak bagi gajah.

Ancaman Perkebunan

Mengenai ancaman terhadap TN Bukit 30 dan lanskap sekitarnya, pembukaan lahan untuk perkebunan masyarakat sebagai salah satu faktor tekanan. Sangat mengkhawatirkan jika penguasaan lahan dilakukan oleh pemodal besar dengan skala luas. Kepastian kawasan hutan dan penegakan hukum menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian kawasan.

Potensi kecemburuan sosial di masyarakat, mengingat pengelolaan kawasan hutan memiliki mekanisme perizinan yang berbeda antara perusahaan dan masyarakat. Perusahaan memiliki mekanisme perizinan tersendiri melalui Badan Pengelola Perhutanan (BPPH), sementara masyarakat dapat mengakses kawasan melalui skema perhutanan sosial.

Perhutanan Sosial

Perhutanan sosial merupakan skema yang cukup baik jika dikelola dengan benar untuk mendukung ekonomi masyarakat. Namun, perhutanan sosial memiliki aturan yang harus dipatuhi, termasuk larangan menanam kelapa sawit. Jika sudah terlanjur ada, menurutnya harus dipulihkan melalui strategi jangka panjang.

Untuk komoditas yang dapat dikembangkan, Bambang menyebut sejumlah tanaman lokal seperti durian, petai, jengkol, serta bulian yang dinilai sangat potensial, khususnya di wilayah Tebo. Ia juga mendorong masyarakat mengembangkan kebun benih untuk tanaman-tanaman asli.

Pola Tanam Beragam

Pemanfaatan lahan tidak bisa mengandalkan satu komoditas saja. Harus diterapkan pola tanam beragam melalui konsep hutan campur atau agroforestry. Dalam upaya penanggulangan, penting penguatan pengelolaan di tingkat tapak.

Kementerian Kehutanan harus mendorong penguatan pengelolaan langsung di lapangan dan mengalokasikan sumber daya ke kawasan hutan, bukan hanya bekerja di wilayah perkotaan. Selain itu, penegakan hukum harus dilakukan secara adil. Harus dibedakan antara masyarakat yang menggantungkan hidup pada lahan dengan kelompok atau pemodal yang melakukan penguasaan lahan secara ilegal.

Pemerintah harus arif dalam mencari solusi, tidak semata mengedepankan penegakan hukum, kecuali terhadap pemodal atau pelaku usaha yang secara ilegal membuka perkebunan di kawasan hutan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Yunarto Wijaya: Relawan Gibran Tak Perlu Gentar Hadapi Hak Angket DPR

15 October 2026

PGRI Desak Kepastian Pencairan TPG Guru Non-ASN

14 October 2026

Opini: Kritik Tak Pernah Padam

14 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Profil Anthony Xie, suami Audi Marissa yang digugat cerai: beberapa tahun berkarier di Taiwan-China

15 October 2026

Yunarto Wijaya: Relawan Gibran Tak Perlu Gentar Hadapi Hak Angket DPR

15 October 2026

Vonis PN Bangko terhadap kakak beradik penusuk pria di warung Lembah Masurai

15 October 2026

Benarkah data center AI menghabiskan banyak air? Ini hitungannya

15 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?