Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 15 Mei 2026
Trending
  • Polda Jatim Ungkap Sindikat Penipuan Mobil Lintas Provinsi dengan Omzet Rp7 Miliar per Bulan
  • Klasemen Liga Italia: Napoli Kalah 2-3, Tiket Liga Champions Masih Tidak Aman
  • Pendaftaran SPMB Sumsel 2026/2027: Jadwal, Persyaratan, dan Prosedur Lengkap untuk SMA/SMK
  • Timnas Indonesia Terjebak Grup Berat Piala Asia 2027, Hadapi Jepang, Thailand, dan Qatar
  • Purbaya Keki Dikritik Ekonom Meski Ekonomi Naik 5,61 Persen
  • Injil Katolik Hari Ini: 11 Mei 2026 dan Mazmur Tanggapan
  • Mahfud MD Bongkar Kekacauan Penegakan Hukum
  • Ebenezer Siap Dihukum Mati Jika Terbukti Peras Pengusaha
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Uji Rem Darurat AEB: Enam Mobil Populer Gagal Total saat Melintasi Skuter Listrik
Teknologi

Uji Rem Darurat AEB: Enam Mobil Populer Gagal Total saat Melintasi Skuter Listrik

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover20 Desember 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Uji Kinerja Fitur Rem Darurat Otomatis pada Sembilan Mobil Populer

Sebuah uji coba yang dilakukan oleh blogger “AutoLab-Automotive Lab” menunjukkan hasil yang cukup mengkhawatirkan terkait kinerja fitur Rem Darurat Otomatis (AEB) pada sembilan mobil populer. Dalam uji coba ini, para penguji mencoba membandingkan kemampuan sistem bantuan mengemudi dalam menghadapi skenario di mana skuter listrik tiba-tiba memotong jalan secara mendadak.

Skenario tersebut dirancang untuk menjadi ujian komprehensif terhadap kemampuan observasi, reaksi, dan prediksi dari sistem AEB. Hasil akhirnya menunjukkan bahwa enam dari sembilan kendaraan gagal dalam menghindari tabrakan, sementara hanya tiga model yang berhasil lolos uji coba. Ketiga model tersebut adalah Voyah Free+, Xiaomi YU7, dan Zhijie R7.

Hasil Uji Coba yang Mengkhawatirkan

Dari ketiga model yang lulus uji coba, Zhijie R7 memang berhasil memicu AEB, tetapi pada saat-saat terakhir, mobil ini melindas tali penarik (tow belt) skuter listrik. Meskipun demikian, setelah verifikasi data dan latar belakang secara cermat, dipastikan bahwa Zhijie R7 berpotensi menghindari tabrakan, sehingga hasil kelulusannya dianggap valid.

Adapun model-model yang gagal dalam uji coba ini, antara lain:

  • Jike 007: Gagal dan bertabrakan karena jarak pengereman yang tidak memadai.
  • Zhiji LS6: Gagal karena tidak ada deselerasi maupun peringatan dini yang diberikan, dan berakhir dengan tabrakan.
  • BYD Han L: Bertabrakan karena kekuatan pengereman yang tidak mencukupi (insufficient braking force).
  • Ledao L60: Bertabrakan akibat kekuatan pengereman yang tidak memadai.
  • XPeng G7: Bertabrakan karena keterlambatan pengereman (delayed braking).
  • Weipai Lanshan: Bertabrakan karena kegagalan dalam mengurangi kecepatan dan memberikan peringatan dini.

Pentingnya Performa AEB dalam Skenario Kompleks

Hasil uji coba ini menekankan bahwa meskipun fitur AEB merupakan teknologi keselamatan penting, performanya dapat sangat bervariasi antar merek, terutama dalam skenario lintas jalan yang kompleks. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan AEB tidak selalu menjamin keselamatan sepenuhnya, tergantung pada kualitas dan keandalan sistem yang digunakan.

Tantangan dalam Pengembangan Teknologi Keselamatan

Pengujian ini juga membuka wawasan tentang tantangan yang dihadapi produsen otomotif dalam mengembangkan teknologi keselamatan. Meskipun banyak merek telah mengimplementasikan fitur AEB, masih ada celah dalam efektivitasnya dalam situasi nyata. Ini menunjukkan bahwa perlu adanya inovasi dan peningkatan kualitas sistem bantuan mengemudi agar lebih mampu menghadapi berbagai skenario di jalan raya.

Selain itu, uji coba ini juga menyoroti pentingnya pengujian yang lebih menyeluruh dan realistis sebelum fitur-fitur seperti AEB dinyatakan siap digunakan oleh konsumen. Dengan begitu, keselamatan pengemudi dan pengguna jalan lainnya bisa lebih terjamin.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Mengapa Alam Semesta Ada? Ilmuwan Temukan Petunjuknya di Sini

14 Mei 2026

Perbedaan SpaceX dan NASA: Sejarah hingga Visi Ruang Angkasa

14 Mei 2026

Bagaimana bebek mengunyah makanan tanpa gigi?

14 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Polda Jatim Ungkap Sindikat Penipuan Mobil Lintas Provinsi dengan Omzet Rp7 Miliar per Bulan

15 Mei 2026

Klasemen Liga Italia: Napoli Kalah 2-3, Tiket Liga Champions Masih Tidak Aman

15 Mei 2026

Pendaftaran SPMB Sumsel 2026/2027: Jadwal, Persyaratan, dan Prosedur Lengkap untuk SMA/SMK

15 Mei 2026

Timnas Indonesia Terjebak Grup Berat Piala Asia 2027, Hadapi Jepang, Thailand, dan Qatar

15 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?