Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Friday, 23 October 2026
Trending
  • Eksodus Bintang MotoGP: Daftar Pebalap Senior yang Hengkang di 2027
  • Menavigasi Masa Depan: Visi Ekonomi Indonesia
  • SPBU Pertamina: Penjual BBM Eceran dan Modifikasi Kendaraan Ternyata Ilegal
  • Tanggapan Kapolri Jenderal Suyudi soal polisi tembak polisi menewaskan Bharatu Valdo, evaluasi Polri?
  • Jadwal Indonesia di Asian Para Games 2026: 11 cabang olahraga bersaing berebut medali
  • Resmi dipecat PDIP, nasib Bupati Klaten, rumahnya digeledah KPK hingga perhiasan disita
  • 15 Destinasi Jepang Wajib Kunjungi untuk Liburan Impian
  • Rekomendasi treadmill manual tanpa listrik untuk olahraga di rumah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Rakyat Sulit Cari Kerja, Pakar Arah Kebijakan Ketenagakerjaan tak Konkret
Ekonomi

Rakyat Sulit Cari Kerja, Pakar Arah Kebijakan Ketenagakerjaan tak Konkret

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 June 2025No Comments2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Rakyat Sulit Cari Kerja, Pakar: Arah Kebijakan Ketenagakerjaan tak Konkret
Ilustrasi(Antara)

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh LSI Denny JA, mayoritas masyarakat merasakan kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan selama tujuh bulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dalam riset berjudul 7 Bulan Prabowo-Gibran, sebanyak 60,8% responden mengaku merasa lebih sulit mendapatkan pekerjaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Merespon hal itu, Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (Celios), Media Wahyudi Askar menyatakan bahwa kondisi pasar kerja masih lesu terutama di sektor informal dan padat karya serta minimnya arah kebijakan ketenagakerjaan yang konkret di awal pemerintahan Prabowo-Gibran.

“44% pengangguran dari kalangan anak muda sekarang itu bertambah dengan pekerja berpengalaman (usia di atas 35) yang ingin mencari kerja yang layak karena dibayar gaji UMR. Ini juga termasuk pekerja dari driver online yang ingin keluar dari skema plaform ride hailing yang eksploitatif. Sekarang tambah lagi tekanan biaya hidup akibat naiknya ongkos pendidikan dan kesehatan,” ucap Media saat dihubungi, Rabu (4/6).

Baca juga : Pemerintah Dikritik Lapangan Kerja Minim, Bahlil: Jangan Kufur Nikmat

Oleh karenanya, Media menyampaikan bahwa untuk solusi jangka pendek, pemerintah bisa memberikan insentif-insentif di sektor padat karya. Sementara untuk jangka menengah, pemerintah bisa mempercepat revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) dan memperluas akses pelatihan. 

“Pemerintah perlu melibatkan sektor swasta dalam menyusun kurikulum agar terjadi job matching yang efektif,” tutur Media.

Sementara untuk solusi jangka panjang, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan pemerintah seperti melakukan reformasi terkait pengupahan, merevisi Undang-Undang Ketenagakerjaan, menghapus skema outsourcing untuk pekerjaan utama dan memperkuat pengawasan kepatuhan terhadap perlindungan sosial. (E-3)

ARAH Cari Kebijakan Kerja Ketenagakerjaan Konkret Pakar Rakyat Sulit tak
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Menavigasi Masa Depan: Visi Ekonomi Indonesia

23 October 2026

4 Strategi Average Down Saham yang Aman agar Gak Makin Buntung

23 October 2026

Iran buka suara, bantah dana perang IRGC terkuras habis: ekonomi tak akan ambruk

22 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Eksodus Bintang MotoGP: Daftar Pebalap Senior yang Hengkang di 2027

23 October 2026

Menavigasi Masa Depan: Visi Ekonomi Indonesia

23 October 2026

SPBU Pertamina: Penjual BBM Eceran dan Modifikasi Kendaraan Ternyata Ilegal

23 October 2026

Tanggapan Kapolri Jenderal Suyudi soal polisi tembak polisi menewaskan Bharatu Valdo, evaluasi Polri?

23 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?