Pertumbuhan Ekonomi Maluku Semester I 2026 Mencapai 5,24 Persen
Pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku pada semester pertama tahun 2026 mencapai 5,24 persen, meningkat dari angka 4,22 persen pada periode yang sama di tahun 2025. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam sektor perekonomian daerah tersebut.
Selain itu, tingkat kemiskinan di Maluku juga mengalami penurunan. Pada Maret 2026, angka kemiskinan turun menjadi 14,91 persen, dibandingkan dengan 15,25 persen pada September 2025. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga menurun dari 6,11 persen pada November 2025 menjadi 5,75 persen pada Mei 2026.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyampaikan berbagai indikator pembangunan yang menunjukkan arah positif dalam Sidang Paripurna DPRD Maluku dalam rangka HUT ke-81 Provinsi Maluku di Ambon, Rabu (19/8/2026). Ia menekankan bahwa angka-angka ini tidak hanya sekadar data statistik, tetapi memiliki makna penting bagi masyarakat.
“Angka-angka ini mungkin terlihat sederhana. Tetapi bagi sebuah keluarga, penurunan kemiskinan berarti sebuah pintu harapan mulai terbuka. Bagi seorang anak muda, turunnya pengangguran berarti ada kesempatan untuk bekerja dan membangun masa depan,” ujarnya.
Program yang Diterapkan Pemerintah Provinsi Maluku
Untuk memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat, Pemprov Maluku terus mendorong berbagai program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Beberapa program yang telah diterapkan antara lain:
Program Makan Bergizi Gratis
Program ini telah menjangkau 254.872 penerima manfaat di 11 kabupaten/kota melalui 125 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya
Jumlah unit bantuan perumahan meningkat dari 81 unit pada 2025 menjadi 6.880 unit pada 2026, dengan anggaran Rp137,6 miliar dan target 34.400 jiwa.Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
Telah terbentuk 1.235 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta 51 gerai telah dibangun.Program Sekolah Rakyat
Program ini telah beroperasi di Kota Tual, Kota Ambon dan Maluku Tengah, serta direncanakan berkembang menjadi 14 titik di 11 kabupaten/kota.
Perjalanan Panjang Maluku
Menurut Hendrik, capaian-capaian tersebut merupakan bagian dari perjalanan panjang Maluku. Menapaki usia 81 tahun adalah pencapaian luar biasa, yang penuh dengan pengabdian, keteguhan, pengorbanan, dan harapan yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Namun, ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Oleh karena itu, HUT ke-81 Maluku bukan hanya sekadar perayaan bertambahnya usia daerah, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen membangun Maluku ke depan.
Pentingnya Persatuan dan Persaudaraan
Hendrik juga meminta seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan persaudaraan sebagai modal utama pembangunan. Menurutnya, pembangunan Maluku tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah saja.
“Ia menegaskan, keberagaman Maluku harus menjadi kekuatan untuk bergerak bersama. Kita boleh saja berbeda agama, suku, sub suku, bahasa ataupun warna kulit, tetapi sejatinya kita adalah ‘orang basudara’ yang hidup di atas tanah yang sama, hidup di negeri warisan leluhur, dan yang sama-sama mewarisi semangat Siwalima,” tegasnya.



