Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Tuesday, 27 October 2026
Trending
  • Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar
  • Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga
  • DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM
  • Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!
  • Kisah Awal Buya Hamka: Pencarian Jati Diri Sang Ulama Besar
  • Jadwal Pelni KM Tilongkabila hingga 26 November: Rute Bitung-Benoa & Singgahannya
  • Minta dipeluk permintaan terakhir Kamaruddin Simanjuntak sebelum meninggal, 2 tahun cuci darah
  • Gledson Paixao siap unjuk gigi bersama Persebaya Surabaya, waspadai ledakan PSM Makassar!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Rupiah Naik 0,75% dalam Seminggu, Ini Prediksi Minggu Depan
Ekonomi

Rupiah Naik 0,75% dalam Seminggu, Ini Prediksi Minggu Depan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 August 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perkembangan Nilai Tukar Rupiah dan Faktor yang Mempengaruhi

Nilai tukar rupiah memiliki peluang untuk terus menguat dalam pekan depan, meskipun masih ada beberapa sentimen global dan domestik yang perlu diperhatikan. Salah satu faktor utama yang mendukung kenaikan rupiah adalah penurunan imbal hasil US Treasury. Hal ini menjadi salah satu katalis yang memperkuat pergerakan rupiah di pasar keuangan.

Berdasarkan data dari Bloomberg pada Jumat (21/8/2026), kurs rupiah di pasar spot mengalami penguatan sebesar 0,3% secara harian, dengan nilai tukar mencapai Rp 17.694 per dolar Amerika Serikat (AS). Dalam seminggu terakhir, kurs rupiah spot juga menguat sebesar 0,75%, dari posisi sebelumnya yaitu Rp 17.827 per dolar AS.

Sementara itu, kurs rupiah Jisdor juga mengalami penguatan sebesar 0,42% dalam sehari, dengan nilai tukar mencapai Rp 17.705 per dolar AS. Dalam seminggu terakhir, kurs tersebut naik sebesar 0,73%, dari posisi Rp 17.836 per dolar AS.

Kebijakan Departemen Keuangan AS dan Pengaruhnya

Menurut pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, salah satu sentimen utama yang memengaruhi pergerakan rupiah berasal dari kebijakan Departemen Keuangan AS. Pemerintah AS berencana untuk meningkatkan program pembelian kembali (buyback) surat utang pemerintah AS atau US Treasury.

Departemen Keuangan AS akan melipatgandakan pembelian kembali Treasury berjangka panjang menjadi sedikitnya US$ 4 miliar per operasi selama kuartal mendatang. Kebijakan ini dinilai dapat membantu menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor panjang.

Ibrahim menyatakan bahwa pemerintah AS dapat meningkatkan pembelian kembali lebih lanjut jika diperlukan. Ia menilai bahwa tingkat imbal hasil saat ini tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya.

Perkembangan Pasar Tenaga Kerja AS dan Kebijakan Suku Bunga

Di sisi lain, perkembangan pasar tenaga kerja AS juga menjadi perhatian pasar. Klaim tunjangan pengangguran mingguan tercatat menurun, menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja masih stabil meskipun terjadi penurunan jumlah lapangan kerja yang tidak terduga pada Juli.

Kondisi ini membuat The Fed tetap fokus pada pengendalian inflasi. Sementara itu, pasar masih memperdebatkan waktu pelaksanaan perubahan kebijakan suku bunga berikutnya.

Ketegangan Geopolitik Terkait Iran

Dari sisi geopolitik, ketegangan terkait Iran masih menjadi perhatian pasar. Kesepakatan damai sebelumnya berakhir pada pekan ini tanpa adanya upaya dari kedua pihak untuk kembali memulai perundingan. Hal ini bisa memengaruhi stabilitas pasar keuangan global.

Defisit Transaksi Berjalan dan Risiko Inflasi

Dari dalam negeri, pasar juga memperhatikan pelebaran defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD). Bank Indonesia (BI) melaporkan defisit CAD sebesar US$ 12,5 miliar pada kuartal II-2026, atau setara dengan 3,3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Defisit transaksi berjalan yang lebih tinggi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang diperkirakan bersifat sementara. Pada kuartal sebelumnya, defisit CAD hanya sebesar US$ 3,6 miliar atau 1,0% dari PDB.

Menurut Ibrahim, pelebaran CAD tersebut antara lain disebabkan oleh meningkatnya defisit neraca perdagangan migas akibat kenaikan impor minyak di tengah harga minyak dunia yang tinggi. Selain itu, surplus neraca perdagangan nonmigas juga lebih rendah karena peningkatan impor nonmigas untuk kebutuhan ekonomi dalam negeri yang masih tinggi.

Selain itu, pasar juga perlu mewaspadai risiko inflasi pangan akibat fenomena El Nino. Kekeringan yang berkepanjangan berpotensi menekan produksi pertanian dan mengurangi pasokan beras maupun komoditas pangan lainnya. Kondisi ini dapat mendorong kenaikan harga pangan, sehingga memengaruhi daya beli masyarakat.

Prediksi Pergerakan Rupiah

Dengan berbagai sentimen tersebut, Ibrahim memperkirakan bahwa rupiah pada pekan depan akan bergerak dalam kisaran Rp 17.600 hingga Rp 17.900 per dolar AS.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM

26 October 2026

Penipuan keuangan digital makin marak, ini tips dari Satgas PASTI

25 October 2026

Ekonom khawatirkan obsesi kejar pertumbuhan ekonomi, produktivitas tenaga kerja tersisih

25 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar

26 October 2026

Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga

26 October 2026

DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM

26 October 2026

Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!

26 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?