Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Thursday, 29 October 2026
Trending
  • Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar
  • Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga
  • DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM
  • Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!
  • Kisah Awal Buya Hamka: Pencarian Jati Diri Sang Ulama Besar
  • Jadwal Pelni KM Tilongkabila hingga 26 November: Rute Bitung-Benoa & Singgahannya
  • Minta dipeluk permintaan terakhir Kamaruddin Simanjuntak sebelum meninggal, 2 tahun cuci darah
  • Gledson Paixao siap unjuk gigi bersama Persebaya Surabaya, waspadai ledakan PSM Makassar!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Jadi Saksi Penganiayaan, Nur Rohmah Dihukum Berbohong Soal Kekerasan Erin
Hukum

Jadi Saksi Penganiayaan, Nur Rohmah Dihukum Berbohong Soal Kekerasan Erin

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 June 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pengakuan ART Baru Erin yang Diminta Jadi Saksi dalam Kasus Dugaan Penganiayaan

Seorang pegawai rumah tangga (ART) baru Erin, Nur Rohmah, mengungkapkan pengalamannya menjadi saksi dalam kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan mantan istri Andre Taulany, Rien Wartia Trigina alias Erin. Nur mengaku diminta untuk memberikan keterangan yang tidak jujur saat bersaksi di hadapan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan.

Diwajibkan Berbohong Saat Bersaksi

Nur menyebut bahwa ia dipaksa untuk berbohong selama pemeriksaan sebagai saksi. Ia menegaskan bahwa ia hanya ingin memberikan kesaksian yang benar dan jujur. Namun, pihak Erin dan pengacaranya terus memintanya untuk menyembunyikan informasi yang sebenarnya.

“Sebenarnya saya mau-mau aja asalkan memang jadi saksi yang sesungguhnya. Cuman kan waktu itu mau ke polisi, ibu kayak ada bilang, ‘Nanti bilang yang baik-baik ya selama kamu diperlakukan di sini’. Terus ibu bilang, ‘kata tolol dan bego dihilangin aja. Jangan bilang kayak gitu’,” kata Nur.

Ia juga mengungkapkan bahwa ia merasa tidak nyaman dengan permintaan tersebut karena kata-kata seperti “tolol” dan “bego” memang benar-benar dialaminya. Namun, ia dituntut untuk menghilangkan pernyataan tersebut.

Ancaman dan Ketakutan Saat Diperiksa

Selain itu, Nur mengaku sempat diancam jika tidak mau bersaksi. Ia menyebut bahwa ancaman tersebut membuatnya takut. Bahkan, saat diperiksa sebagai saksi di Polres Metro Jakarta Selatan, Nur terlihat ketakutan. Ia menutupi wajahnya dengan masker dan terus menenggelamkan wajahnya dalam pelukan kuasa hukum Erin.

“Pak, maaf ya, ini ketakutan, Pak. Tolong ya. Bisa tolong dingertikan ya. Dia orangnya ketakutan. Nanti segala sesuatunya akan kita jelaskan nanti ya. Jadi tolong ya, tolong ya,” ujar kuasa hukum Erin sambil memeluk Nur.

Setelah selesai diperiksa, keduanya tetap bungkam. Nur terus tertunduk dan masuk ke mobil, sedangkan pengacaranya memilih untuk diam dan menutup pintu mobil.

HP Ditahan dan Kehadiran Suami yang Membantah

Nur juga mengakui bahwa HP-nya disita oleh Erin selama kasus ini berlangsung. Erin berdalih bahwa HP tersebut disita agar Nur tidak terpengaruh oleh pemberitaan di luar. Namun, Nur mengatakan bahwa HP-nya masih ditahan dan ia tidak menerima informasi tersebut.

Meski komunikasinya dibatasi, Nur sempat memuji Erin sebagai majikan yang baik. Namun, suaminya, Rahmat, membantah pernyataan tersebut. Ia menyatakan bahwa Nur tidak betah bekerja di sana dan ingin pulang.

“Ya maksudnya enggak betah itu apa ya, traumalah lihat yang udah-udah,” ujar Rahmat.

Nur mengungkapkan bahwa ia sangat ingin pulang karena rindu keluarga, terutama setelah mendengar kabar bahwa ibunya sakit. Ia menyatakan bahwa ia hanya menunggu pengganti ART agar bisa segera pulang.

Awal Kasus Penganiayaan

Kasus ini bermula dari dugaan penganiayaan yang dilakukan Erin terhadap mantan ARTnya, Herawati. Hera mengaku menerima berbagai bentuk kekerasan, mulai dari dipukul sapu hingga ditendang. Akibat kekerasan tersebut, Hera melaporkan Erin ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 29 April 2026.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jejak Tegas Brigjen Ade Safri: Dari Jerat Firli Hingga Pucuk Pimpinan Dirtipideksus

18 October 2026

Kronologi Lengkap Penyerangan Bus Persib U-18 di Batang

17 October 2026

Pengakuan Jenderal Bintang Tiga dalam Pusaran Korupsi Lahan BUMD

17 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar

26 October 2026

Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga

26 October 2026

DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM

26 October 2026

Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!

26 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?