Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Thursday, 15 October 2026
Trending
  • Yunarto Wijaya: Relawan Gibran Tak Perlu Gentar Hadapi Hak Angket DPR
  • Vonis PN Bangko terhadap kakak beradik penusuk pria di warung Lembah Masurai
  • Benarkah data center AI menghabiskan banyak air? Ini hitungannya
  • Pakar Forensik Pastikan Video Call Ruben Onsu di Akun Sarwendah Bukan AI
  • Mobil bensin kian menyusut: pangsa pasar turun di bawah 50 persen
  • 6 cara tetap tenang saat menghadapi masa-masa mencemaskan menurut psikologi
  • Prediksi skor Viking vs Bayern Munchen: Die Roten belum terkalahkan di Liga Jerman, siap borong gol!
  • Daftar 20 Mobil Terlaris September 2026, Atto 1 Masih Dipuncak
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Bupati Fadia Beli Rumah Mewah 4 Miliar Tunai, KPK Lacak Asetnya
Politik

Bupati Fadia Beli Rumah Mewah 4 Miliar Tunai, KPK Lacak Asetnya

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover31 May 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kasus Korupsi Bupati Pekalongan: KPK Buru Aset Miliaran Rupiah

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini tengah memburu aset-aset yang diduga berasal dari hasil tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Fadia Arafiq, mantan Bupati Pekalongan. Salah satu aset yang menjadi fokus penyidik adalah sebuah rumah mewah di Kota Wisata Cibubur dengan nilai mencapai Rp 4 miliar. Pembelian rumah tersebut dilakukan secara tunai, dan dugaannya berasal dari uang panas yang berasal dari korupsi proyek daerah.

Penelusuran Aset Korupsi

Pemeriksaan terhadap saksi dari pihak swasta, seperti Honggo Affandy, telah dilakukan oleh penyidik KPK untuk mengungkap lebih dalam tentang transaksi properti yang terkait dengan Fadia Arafiq. Dalam pemeriksaan ini, penyidik menelusuri aset rumah yang dibeli oleh Fadia saat ia masih menjabat sebagai kepala daerah.

Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari fokus utama lembaga antirasuah dalam melacak aliran dana dan memulihkan aset negara. Selain itu, KPK juga menduga bahwa dana tersebut berkaitan erat dengan praktik monopoli proyek pengadaan jasa outsourcing yang dilakukan oleh Fadia.

Peran Keluarga dalam Korupsi

Keluarga Fadia Arafiq juga diduga terlibat dalam kasus ini. Suami Fadia, Mukhtaruddin Ashraff Abu, yang saat ini menjabat sebagai anggota Komisi X DPR RI, diketahui sebagai komisaris sekaligus pemegang saham mayoritas di PT RNB. Anak bupati, Muhammad Sabiq Ashraff, pernah menjabat sebagai Direktur PT RNB pada periode 2022–2024.

Selain itu, anak bupati lainnya, Mehnaz Nazeera Ashraff, juga disinyalir menerima dana korupsi senilai Rp 2,5 miliar. Sementara itu, Fadia sendiri diyakini menerima bagian terbesar senilai Rp 5,5 miliar. Dugaan keterlibatan keluarga ini semakin kuat setelah Ashraff Abu menjalani pemeriksaan maraton selama lima jam di KPK.

Pengelolaan Dana Korupsi

Penyidik KPK menemukan bukti bahwa pengelolaan dana korupsi dilakukan secara sistematis. Setoran dana dilakukan melalui grup WhatsApp bernama “Belanja RSUD”, di mana setiap staf yang diperintahkan mengambil uang wajib melapor dan mendokumentasikan setiap transaksinya.

Dari total transaksi Rp 46 miliar yang masuk ke PT RNB sepanjang 2023–2026, hanya Rp 22 miliar yang digunakan untuk membayar gaji pegawai outsourcing. Sisa dana sekitar Rp 19 miliar diduga dibagi-bagikan ke kantong pribadi keluarga bupati.

Tindakan Hukum yang Menanti

KPK belum berhenti dalam pengejaran kasus ini. Lebih lanjut, penyidik akan terus memeriksa para saksi untuk mengungkap konstruksi perkara secara utuh. Saat ini, Fadia Arafiq ditahan di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.



Kasus ini menunjukkan betapa besar dampak korupsi terhadap perekonomian daerah dan kepercayaan rakyat. Dengan bukti-bukti yang semakin terang benderang, publik menanti kapan jerat hukum akan melingkari anggota keluarga yang turut bersekongkol dalam korupsi ini.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Yunarto Wijaya: Relawan Gibran Tak Perlu Gentar Hadapi Hak Angket DPR

15 October 2026

PGRI Desak Kepastian Pencairan TPG Guru Non-ASN

14 October 2026

Opini: Kritik Tak Pernah Padam

14 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Yunarto Wijaya: Relawan Gibran Tak Perlu Gentar Hadapi Hak Angket DPR

15 October 2026

Vonis PN Bangko terhadap kakak beradik penusuk pria di warung Lembah Masurai

15 October 2026

Benarkah data center AI menghabiskan banyak air? Ini hitungannya

15 October 2026

Pakar Forensik Pastikan Video Call Ruben Onsu di Akun Sarwendah Bukan AI

15 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?