Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 28 April 2026
Trending
  • Dampak Ekonomi Akibat Demam Berdarah pada Pekerja
  • Kisah di Balik Bagasi Jamaah, Ketelitian Petugas Bandara
  • Hasil Piala FA – Gol Roket Membawa City ke Final Keempat Berturut-turut
  • Pengadaan Fasilitas Museum Marsinah di Nganjuk Diresmikan Prabowo
  • Kekerasan Anak di Jogja: Daycare Little Aresha Tak Berizin
  • Sejarah Mitsubishi Berawal dari Tangan Dingin Iwasaki
  • UI 8.5: Era Baru HP Samsung yang Lebih Cerdas dan Personal
  • Suzuki Avenis 2026: Skuter Sporty Murah untuk Gen Z, Ancaman Serius Honda Wave di Asia
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara, Dua Pelaku Ditangkap
Hukum

Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara, Dua Pelaku Ditangkap

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover28 April 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peristiwa Tragis di Bandara Karel Sadsuitubun

Korban tewas akibat penikaman yang terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Maluku Tenggara pada Minggu (19/4/2026) pagi. Korban adalah Agrapinus Rumatora atau lebih dikenal dengan nama Nus Kei, yang merupakan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara.

Peristiwa tragis tersebut terjadi tidak lama setelah korban tiba dari Jakarta. Saat berjalan menuju pintu keluar bandara, korban tiba-tiba diserang oleh orang tak dikenal menggunakan senjata tajam. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Nus Kei mengalami empat luka tusuk di tubuhnya, termasuk bagian dada kanan dan kiri, leher sebelah kiri, serta tulang belakang. Akibat luka-luka tersebut, korban meninggal saat hendak dirawat di RSUD Karel Sadsuitubun.

Kronologi Penikaman

Menurut informasi yang diperoleh, Nus Kei tiba di Bandara Karel Sadsuitubun sekira pukul 10.45 WIT. Ia menggunakan pesawat Lion Air JT880 dari Bandara Pattimura Ambon. Setelah mendarat, korban berjalan menuju pintu keluar untuk menemui keluarga yang telah menunggu.

Tanpa diduga, korban langsung didatangi seorang laki-laki yang mengenakan jaket merah dan masker. Laki-laki tersebut langsung melakukan penganiayaan terhadap korban. Selang beberapa menit, pelaku langsung menikam almarhum Agrapinus Rumatora. Kakak korban, Antonius Rumatora, sempat berupaya menghentikan pelaku dengan menjatuhkannya. Namun, pelaku melakukan perlawanan dan melarikan diri.

Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke dalam area bandara, tetapi akhirnya terjatuh di dekat pintu keluar. Agrapinus Rumatora juga mendapat pertolongan dari petugas bandara. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka yang diderita.

Pelaku Sudah Ditangkap

Setelah kejadian, polisi bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku. Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi mengatakan, pelaku ada dua orang, yakni HR (28) dan FU (36). Polda Maluku menyatakan kasus ini akan ditangani secara profesional dan meminta masyarakat tetap tenang.

Motif kejadian ini masih dalam pendalaman oleh penyidik. Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar korban dan simpatisan untuk menahan diri serta mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri. Mereka juga memperingatkan agar tidak ada aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi.

Saat ini situasi di Maluku Tenggara aman dan kondusif.

Reaksi dari Partai Golkar

Ketua DPD Partai Golkar Maluku, Umar Ali Lessy menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden penikaman yang menimpa Nus Kei di Bandara Langgur. Dia menyebut, insiden tersebut tidak hanya berdampak pada korban dan keluarga, tetapi juga berisiko menganggu stabilitas sosial di wilayah tersebut.

Umar mengutuk keras tindakan kekerasan dalam bentuk apapun yang terjadi terhadap Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara. Menurutnya, tindakan penyerangan terhadap Nus Kei sebagai perbuatan melawan hukum yang tidak dapat diterima.

Tindakan penikaman ini, kata Umar, adalah perbuatan melawan hukum dan tidak dapat ditoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Kekerasan Anak di Jogja: Daycare Little Aresha Tak Berizin

28 April 2026

Pembunuhan Kakek 4 Cucu di Simokerto: Dendam Akibat Ucapan Korban ke Anaknya

28 April 2026

Anaknya Rudapaksa Guru, Orang Tua Siswa SMA 1 Purwakarta Menyesal

28 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Dampak Ekonomi Akibat Demam Berdarah pada Pekerja

28 April 2026

Kisah di Balik Bagasi Jamaah, Ketelitian Petugas Bandara

28 April 2026

Hasil Piala FA – Gol Roket Membawa City ke Final Keempat Berturut-turut

28 April 2026

Pengadaan Fasilitas Museum Marsinah di Nganjuk Diresmikan Prabowo

28 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?