Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 4 April 2026
Trending
  • Andrie Yunus: Terima Kasih Dukungan, Saya Tetap Kuat Hadapi Teror Penjilat
  • Wisata Bahari Jadi Incaran Wisatawan Cirebon Saat Lebaran
  • Final Piala Dunia 2026: Strategi Timnas Indonesia vs Bulgaria, Kecerdikan John Herdman
  • AHY Bocorkan Peran SBY di Balik Nama Putra Kedua, Asal Usul Arjuna Hanyokrokusumo
  • Pengamen Tewas Saat Ditangkap, Keluarga Belum Temukan Identitas dan Barangnya
  • Risiko meminjamkan akun keuangan terhadap laporan kredit
  • Cara Aktifkan 2 WhatsApp di Satu Ponsel untuk Bisnis dan Pribadi
  • Mengapa Mobil Baru Lebih Rentan Perawatan Rutin?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Ekonom: Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Akibat Konflik Timur Tengah
Politik

Ekonom: Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Akibat Konflik Timur Tengah

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover3 April 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Dampak Kenaikan Harga Minyak Global pada BBM Non-Subsidi di Indonesia

Ekonom Wisnu Wibowo menyebut bahwa memanasnya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah, terutama terkait pembatasan akses Selat Hormuz, telah berdampak langsung pada lonjakan harga minyak global. Hal ini menimbulkan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di Indonesia secara bertahap.

Menurutnya, kenaikan harga tersebut merupakan konsekuensi logis dari mekanisme penetapan harga yang mengikuti fluktuasi pasar internasional. “Kenaikan harga BBM non-subsidi dinilai sebagai konsekuensi logis karena skema penetapannya mengikuti harga pasar internasional,” ujar Wisnu saat dihubungi.

Pada periode Februari hingga Maret 2026, sejumlah produk BBM non-subsidi di Indonesia mengalami kenaikan. Beberapa contohnya adalah:

  • Pertamax naik dari Rp11.800 menjadi Rp12.300 per liter
  • Pertamax Green (RON 95) dari Rp12.450 menjadi Rp12.900
  • Pertamax Turbo dari Rp12.700 menjadi Rp13.100 per liter

Untuk jenis solar non-subsidi:

  • Dexlite naik dari Rp13.250 menjadi Rp14.200 per liter
  • Pertamina Dex dari Rp13.500 menjadi Rp14.500 per liter

Sementara itu, BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar masih dipertahankan di harga masing-masing sebesar Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.

Wisnu menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM non-subsidi masih berada dalam batas moderat, yaitu sekitar 5–10 persen. “Kenaikan BBM nonsubsidi saya prediksi masih di bawah 10 persen, sekitar 5 sampai 10 persen,” katanya.

Ia menambahkan bahwa mekanisme penentuan harga BBM non-subsidi memang disesuaikan secara berkala mengikuti tren harga minyak dunia, khususnya acuan Mean of Platts Singapore (MOPS) dan Argus. Penyesuaian harga ini juga mengacu pada formula dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 yang mempertimbangkan harga acuan, nilai tukar rupiah, serta komponen pajak.

“Variabel harga acuan dan kurs saat ini sangat dinamis, sehingga wajar jika terjadi penyesuaian harga di tingkat eceran,” jelasnya.

Badan usaha memiliki kewenangan menentukan harga jual eceran BBM non-subsidi dengan tetap melaporkan kepada pemerintah. Di sisi lain, lonjakan harga minyak dunia yang telah menembus di atas 100 dolar AS per barel turut memberi tekanan pada fiskal negara. Setiap kenaikan 1 dolar AS harga minyak berpotensi menambah beban subsidi dalam APBN mencapai Rp6,7 triliun.

Meskipun demikian, pemerintah diperkirakan tidak akan buru-buru menaikkan harga BBM bersubsidi. Keputusan menyesuaikan harga BBM subsidi dengan kenaikan harga minyak dunia dipandang akan menjadi opsi terakhir, bergantung pada tekanan fiskal.

Perbandingan Harga BBM di ASEAN

Sebagai informasi, sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara mulai mengerek harga BBM sejak akhir Februari 2026 lalu. Negara dengan mekanisme pasar penuh seperti Thailand dan Vietnam mengalami lonjakan harga lebih tajam, terutama pada jenis solar yang berkaitan langsung dengan sektor logistik dan industri.

Sementara itu, negara yang masih memberikan subsidi besar seperti Malaysia relatif mampu menahan kenaikan harga. Di sisi lain, Singapura mencatat harga BBM tertinggi di kawasan karena tidak menerapkan subsidi dan membebankan pajak energi yang tinggi.

Berikut komparasi harga BBM di ASEAN sejak krisis Selat Hormuz pada Maret 2026:

  1. Indonesia (Pertamina)
  2. RON 92: Rp12.300
  3. RON 95: Rp12.900
  4. RON 98: Rp13.100
  5. Solar subsidi: Rp6.800
  6. Dexlite (non-subsidi): Rp14.200
  7. Pertamina Dex: Rp14.500

  8. Malaysia

  9. RON 95: ± Rp8.500 – Rp11.400
  10. RON 97: ± Rp13.000
  11. Solar (diesel): ± Rp10.000 – Rp11.500

  12. Singapura

  13. RON 95: ± Rp45.000
  14. RON 98: Rp52.000 – Rp55.000
  15. Solar (diesel): ± Rp45.000 – Rp47.000

  16. Thailand

  17. RON 92: ± Rp23.000
  18. RON 95: ± Rp23.000 – Rp24.000
  19. Solar (diesel): ± Rp17.000

  20. Vietnam

  21. RON 92: ± Rp22.000 – Rp25.000
  22. RON 95: ± Rp25.000
  23. Solar (diesel): ± Rp20.000 – Rp21.000

Perbandingan ini memperlihatkan bahwa Indonesia berada dalam posisi relatif stabil di tengah tekanan global. Kenaikan harga BBM non-subsidi masih tergolong moderat, sementara BBM bersubsidi, khususnya solar, tetap menjadi bantalan utama dalam menjaga daya beli dan stabilitas ekonomi domestik.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

AHY Bocorkan Peran SBY di Balik Nama Putra Kedua, Asal Usul Arjuna Hanyokrokusumo

4 April 2026

Reza Arap Mengungkap Pesan Haru untuk Lula Lahfah Saat Dijodohkan dengan Fuji Utami

3 April 2026

Penggemar Kecil Kecewa, Sebut Donald Trump ‘Pengkhianat’ America First

3 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Andrie Yunus: Terima Kasih Dukungan, Saya Tetap Kuat Hadapi Teror Penjilat

4 April 2026

Wisata Bahari Jadi Incaran Wisatawan Cirebon Saat Lebaran

4 April 2026

Final Piala Dunia 2026: Strategi Timnas Indonesia vs Bulgaria, Kecerdikan John Herdman

4 April 2026

AHY Bocorkan Peran SBY di Balik Nama Putra Kedua, Asal Usul Arjuna Hanyokrokusumo

4 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?