Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 23 Agustus 2026
Trending
  • 20 Masker Rambut Terbaik Setelah Smoothing untuk Perawatan Rambut
  • Ramalan Shio Hari Ini: Monyet, Ayam, Anjing, Babi 18 Agustus 2026
  • Angga The Potters Jadi Doktor, Angkat Isu Royalti Musik dalam Disertasi
  • Alisfest 2026: Mendorong Generasi Muda Berprestasi dan Berkarakter
  • Surat Kehormatan Ibu dari Mayor Faisal di Kotak Sepatu PDL TNI AL Berisi 12 Paket Sabu
  • Pastikan Tidak Asal Pilih, Ini Sikap PCNU Tarakan Menghadapi Bursa Ketum PBNU di Muktamar NU 2026
  • Bali United Penuhi Kuota Pemain Asing Jelang Super League 2026/27
  • 10 Contoh Laporan Perjalanan Riau dengan Kalimat Efektif dan Metafora
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Pemilik Resto Dihentikan sebagai Tersangka Setelah Dimaafkan Pelanggan
Hukum

Pemilik Resto Dihentikan sebagai Tersangka Setelah Dimaafkan Pelanggan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover13 Maret 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pemilik Restoran Bibi Kelinci Tak Lagi Jadi Tersangka

Pemilik restoran Bibi Kelinci, Nabilah O’Brien, tidak lagi berstatus tersangka pencemaran nama baik setelah melalui proses mediasi dengan pihak lawan. Ia menyampaikan rasa syukur atas keputusan tersebut.

Nabilah mengungkapkan bahwa ia merasa lelah karena kasus ini telah berlangsung cukup lama. Ia juga menyatakan bahwa dirinya sudah memaafkan pihak lawan dan mencabut laporan terkait dugaan pencurian yang ia ajukan sebelumnya.

Proses Mediasi yang Berhasil

Mediasi antara Nabilah dan kubu Zhendy Kusuma dilakukan di Biro Wassidik Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada Minggu (8/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk mencabut laporan masing-masing. Selain itu, mereka juga sepakat untuk menghapus unggahan di akun media sosial masing-masing.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan bahwa kesepakatan perdamaian telah tercapai. Ia menegaskan bahwa proses ini dilakukan dengan tujuan memberikan rasa keadilan bagi kedua belah pihak.

Perasaan Nabilah Setelah Mediasi

Setelah keluar dari gedung Bareskrim Polri, Nabilah tampak tergesa-gesa dan hanya memberikan sedikit komentar. Ia mengaku lelah atas kasus ini dan bersyukur karena status tersangka sudah gugur.

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya sudah memaafkan pihak lawan dan siap melanjutkan hidupnya. “Saya maafin semuanya, saya mau tidur, saya mau kerja,” ujarnya.

Tanggapan Pihak Lawan

Zhendy Kusuma dan istrinya, Evi Santi Rahayu, yang keluar lebih dulu tidak memberikan komentar banyak. Mereka hanya menyebutkan bahwa kasus ini telah diselesaikan secara damai. “Kasih itu lemah lembut damai sejahtera,” ujar Evi.

Pengalaman Nabilah Sebagai Tersangka

Sebelumnya, Nabilah sempat mengungkapkan perasaannya melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengungkapkan bahwa selama lima bulan terakhir, ia takut untuk bersuara dan berbicara karena status tersangkanya.

Nabilah mengaku diminta mengakui bahwa rekaman CCTV yang ia unggah adalah fitnah. Bahkan, ia juga disebut diminta uang sebesar Rp 1 miliar. Ia pun memohon bantuan kepada Kapolri dan Komisi III DPR RI agar kasus ini mendapatkan kepastian hukum.

Latar Belakang Kasus

Kasus ini diduga berkaitan dengan keributan di restoran milik Nabilah pada 19 September 2025. Saat itu, pasangan suami-istri yang datang ke restoran mengeluh karena pesanan makanan tak kunjung datang. Mereka kemudian masuk ke area dapur dan melakukan tindakan yang tidak sopan.

Setelah keributan mereda, pasangan tersebut membawa pergi 11 bungkus makanan dan tiga minuman tanpa membayar. Nabilah kemudian membuat laporan polisi dan mengunggah rekaman CCTV ke media sosial hingga viral.

Kesimpulan

Dengan adanya kesepakatan perdamaian, kasus Nabilah O’Brien dapat diselesaikan secara damai. Ia kini dapat fokus pada bisnis dan kehidupannya tanpa beban hukum. Keputusan ini juga menjadi contoh pentingnya penyelesaian konflik melalui dialog dan mediasi.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Surat Kehormatan Ibu dari Mayor Faisal di Kotak Sepatu PDL TNI AL Berisi 12 Paket Sabu

23 Agustus 2026

5 Peran Kunci Ki Yeong Do dalam A Bona Fide Killer

22 Agustus 2026

Jejak Kegelapan Basri Lewaimang, DPO Narkoba yang Ditangkap Interpol di Malaysia

22 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

20 Masker Rambut Terbaik Setelah Smoothing untuk Perawatan Rambut

23 Agustus 2026

Ramalan Shio Hari Ini: Monyet, Ayam, Anjing, Babi 18 Agustus 2026

23 Agustus 2026

Angga The Potters Jadi Doktor, Angkat Isu Royalti Musik dalam Disertasi

23 Agustus 2026

Alisfest 2026: Mendorong Generasi Muda Berprestasi dan Berkarakter

23 Agustus 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?