Kasus Kekerasan terhadap Anak Tiri di Sukabumi
Kasus kekerasan terhadap anak tirinya yang berlangsung di Sukabumi akhirnya terungkap setelah korban meninggal dunia. Peristiwa ini mengejutkan masyarakat karena pelaku, seorang ibu tiri, mencoba menutupi tindakan sadisnya dari suaminya dengan mengarang alasan kesehatan korban.
Penyiksaan yang Dilakukan oleh Ibu Tiri
Pelaku diduga menyusun siasat licik untuk menutupi perbuatan buruknya. Ia membohongi sang suami dengan mengklaim bahwa korban hanya mengalami demam tinggi. Namun, tindakan tersebut tidak berhasil menutupi kejahatan yang dilakukannya.
NS, korban kekerasan, dibawa ke rumah sakit di Jampang Kulon dalam kondisi kritis. Sebelum meninggal, NS memberikan pengakuan yang menyedihkan tentang tindakan sadis sang ibu tiri. Bocah malang itu mengaku telah dipukul berkali-kali dan dipaksa meminum air panas yang menyebabkan luka bakar di area mulut.
Pengakuan Korban dan Reaksi Ayah Kandung
Pengakuan NS membuat ayah kandungnya, Anwar Satibi (38), sangat terpukul. Ia langsung memukul istrinya di hadapan anaknya. Anwar mengungkapkan bahwa saat kejadian, ia sedang bekerja di kawasan Sukabumi Kota. Ia ditelepon istri mengenai kondisi NS yang sakit demam tinggi. Namun, ketika sampai di rumah, kondisi anaknya sudah penuh luka.
Anwar berharap jika memang terbukti istri melakukan penganiayaan, agar dijatuhi hukuman setimpal. Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya pernah terjadi penganiayaan terhadap NS. Pada tahun 2025, ia melaporkan ke Polres PP, dan istri memohon sujud serta membuat surat pernyataan.
Hasil Otopsi dan Penyelidikan
Kepala RS Bhayangkara Setukpa, Kombes Pol dr. Carles Siagian, mengungkapkan adanya luka bakar di sejumlah bagian tubuh NS. Luka bakar tersebut terdapat di anggota gerak, lengan, kaki kanan dan kiri, punggung, bibir, dan hidung. Meski disimpulkan luka bakar, polisi belum bisa memastikan apakah hal tersebut disebabkan oleh penganiayaan atau bukan.
Penyebab kematian NS masih belum bisa disimpulkan. Dari luka tersebut seharusnya tidak menyebabkan kematian. Saat ini, polisi masih menunggu hasil autopsi organ dalam guna mengetahui penyebab kematian NS.
Alibi Ibu Tiri
TR, ibu tiri korban, mengaku tidak pernah menyiram air panas atau meminta meminumkannya kepada NS seperti yang dituduhkan. Ia berharap semoga ada kemukjizatan dari yang Mahakuasa karena bukan seperti ini yang ia harapkan. TR menegaskan bahwa ia tidak melakukan soal penyiraman air panas seperti yang dituduhkan itu.
Dia berujar bahwa kini tinggal waktu yang menjawab. “Biar waktu yang menjawab semuanya, biar waktu yang menjawab segalanya seperti apa kebenaran dan keasliannya,” ujar TR.
Proses Pemeriksaan dan Tunggu Hasil Laboratorium
Hasil otopsi menunjukkan bahwa pada tubuh korban terdapat luka bakar di sekujur tubuh, lengan, kaki, paha, tangan, serta punggung. Selain itu, luka pada korban juga terdapat di area bibir dan hidung, yang diduga karena luka bakar.
Dari luka tersebut, dokter forensik belum bisa memastikan apakah hal itu terjadi karena penganiayaan atau bukan. Namun, ada dugaan terkena panas yang kemudian menyebabkan luka bakar. Kini, tim dokter forensik masih menunggu hasil laboratorium dari sampel paru-paru dan jantung milik korban yang dibawa ke laboratorium. Pemeriksaan sampel itu juga memerlukan waktu sekitar 5 hingga 7 hari.



