Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 14 Juli 2026
Trending
  • BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»226 pekerja Kristalin dievakuasi setelah kebakaran, 2 tewas, tambang dihentikan
Nasional

226 pekerja Kristalin dievakuasi setelah kebakaran, 2 tewas, tambang dihentikan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover28 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Evakuasi Pekerja PT Kristalin Ekalestari Pasca-Penyerangan di Nabire

Sebanyak 226 pekerja PT Kristalin Ekalestari di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, telah dievakuasi oleh aparat keamanan dari lokasi operasional perusahaan. Mereka terdiri dari 26 Warga Negara Asing (WNA) asal China dan 200 tenaga kerja Warga Negara Indonesia (WNI). Proses evakuasi ini dilakukan setelah terjadi insiden penyerangan yang menghanguskan pos jaga PT Kristalin Ekalestari di Bendungan Kali Musairo, Kampung Biha, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, pada Sabtu (21/2/2026).

Seluruh pekerja lokal telah dipulangkan ke kediaman masing-masing yang tersebar di wilayah pemukiman Lagari. Sementara itu, puluhan tenaga kerja asing asal China mendapatkan pengamanan khusus di Kantor PT Kristalin yang berlokasi di kawasan Sriwini, Jalan Suci.

Upaya Evakuasi dan Pengamanan

Aparat keamanan menjemput seluruh karyawan dari lokasi tambang dan memusatkan titik pengamanan awal di Mapolsek Makimi. Pendataan identitas dilakukan secara ketat guna memastikan seluruh personel perusahaan telah keluar dari zona bahaya dalam keadaan selamat. Pengawalan bersenjata lengkap menyertai pergerakan para pekerja menuju pusat kota Nabire guna menghindari potensi penghadangan di jalur darat.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel D Tatiratu, mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan manajemen perusahaan untuk pembagian lokasi pengungsian. “Setibanya di Polsek Makimi, kami langsung melakukan pendataan baik terhadap WNA maupun WNI,” ujar Samuel kepada wartawan di Mapolres Nabire, Senin (23/2/2026).

Perusahaan Hentikan Aktivitas Pertambangan

Samuel menyampaikan bahwa manajemen PT Kristalin Ekalestari memutuskan untuk menghentikan seluruh aktivitas pertambangan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Keputusan ini diambil berdasarkan rekomendasi kepolisian guna memberikan ruang bagi aparat melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh. Penghentian operasional bersifat sementara sambil menunggu jaminan stabilitas keamanan di sekitar wilayah Bendungan Kali Musairo.

“Operasional perusahaan akan kembali berjalan normal setelah situasi lapangan kembali kondusif,” tegas Samuel.

Saat ini, personel gabungan TNI-Polri masih bersiaga di lokasi kejadian untuk memantau pergerakan kelompok penyerang. Polisi meminta masyarakat luas di Kabupaten Nabire agar tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Pengawasan terhadap narasi provokatif di media sosial kini ditingkatkan guna mencegah kepanikan massa di wilayah Papua Tengah.

Dua Korban Belum Teridentifikasi

Sementara itu hingga Senin (23/2/2026), dua korban yang tewas terbakar belum juga teridentifikasi. Polisi menyebut hambatan proses identifikasi lantaran kondisi jenazah yang terbakar parah sehingga kesulitan untuk mengidentifikasinya. Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol Gustav R Urbinas, mengatakan pihak medis masih memerlukan waktu tambahan untuk menyelesaikan tahapan forensik.

Proses autopsi dan pemeriksaan DNA menjadi pilihan terakhir apabila metode identifikasi primer lainnya tak membuahkan hasil. “Proses autopsi dan pemeriksaan DNA menjadi pilihan terakhir apabila metode identifikasi primer lainnya tidak memberikan hasil yang akurat,” kata Gustav kepada wartawan di Nabire, Senin (23/2/2026).

Gustav menekankan bahwa kepastian identitas korban sangat krusial untuk kepentingan penyidikan dan pemenuhan hak keluarga korban. Polri berkomitmen memberikan informasi yang valid kepada publik setelah seluruh rangkaian pemeriksaan kedokteran kepolisian selesai dilakukan.

Pembakaran Pos Jaga

Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 13.30 WIT, PT Kristalin Ekalestari (KEL) di Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah diserang orang tak dikenal. Pos penjagaan Palang I Bendungan Kali Musairo di Kampung Biha milik perusahaan pertambangan emas itu diserang dan dibakar hingga merenggut dua korban jiwa. Selain membakar, kelompok OTK tersebut juga menebar teror melalui serangkaian tembakan senjata api di lokasi kejadian.

Manajemen PT Kristalin Ekalestari Nabire menyesalkan peristiwa tersebut. Head Legal PT Kristalin Ekalestari, Teguh Arif, menyatakan titik penyerangan tersebut berada jauh dari area aktif operasional pertambangan. Pos penjagaan yang diserang berfungsi sebagai pendukung keamanan wilayah, tapi bukan merupakan bagian dari inti tambang.

“Kami menegaskan bahwa lokasi kejadian berada di luar wilayah operasional perusahaan,” ujar Teguh Arif saat memberikan keterangan pers di Nabire, Minggu (22/2/2026). Teguh mengaku akibat kejadian tersebut sejumlah fasilitas keamanan rusak. Dua orang yang berada di dalam pos itu tewas terluka bakar.

Menurutnya saat serangan terjadi, kondisi pos jaga dalam keadaan sepi. Manajemen perusahaan menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban yang terdampak dalam insiden tersebut. Pihak perusahaan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan, identitas dan status korban kepada otoritas keamanan yang berwenang.

“PT Kristalin Ekalestari turut berbelasungkawa atas adanya korban jiwa dalam insiden ini,” ucap Teguh.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Dianugerahi Penghargaan atas Penurunan Stunting Jatim 14,7 Persen

11 Juli 2026

Inggris Tuduh Iran Serang di Selat Hormuz, 3 Kapal Jadi Korban

11 Juli 2026

Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka

14 Juli 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?