Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Tuesday, 6 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»226 pekerja Kristalin dievakuasi setelah kebakaran, 2 tewas, tambang dihentikan
    Nasional

    226 pekerja Kristalin dievakuasi setelah kebakaran, 2 tewas, tambang dihentikan

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover28 February 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Evakuasi Pekerja PT Kristalin Ekalestari Pasca-Penyerangan di Nabire

    Sebanyak 226 pekerja PT Kristalin Ekalestari di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, telah dievakuasi oleh aparat keamanan dari lokasi operasional perusahaan. Mereka terdiri dari 26 Warga Negara Asing (WNA) asal China dan 200 tenaga kerja Warga Negara Indonesia (WNI). Proses evakuasi ini dilakukan setelah terjadi insiden penyerangan yang menghanguskan pos jaga PT Kristalin Ekalestari di Bendungan Kali Musairo, Kampung Biha, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, pada Sabtu (21/2/2026).

    Seluruh pekerja lokal telah dipulangkan ke kediaman masing-masing yang tersebar di wilayah pemukiman Lagari. Sementara itu, puluhan tenaga kerja asing asal China mendapatkan pengamanan khusus di Kantor PT Kristalin yang berlokasi di kawasan Sriwini, Jalan Suci.

    Upaya Evakuasi dan Pengamanan

    Aparat keamanan menjemput seluruh karyawan dari lokasi tambang dan memusatkan titik pengamanan awal di Mapolsek Makimi. Pendataan identitas dilakukan secara ketat guna memastikan seluruh personel perusahaan telah keluar dari zona bahaya dalam keadaan selamat. Pengawalan bersenjata lengkap menyertai pergerakan para pekerja menuju pusat kota Nabire guna menghindari potensi penghadangan di jalur darat.

    Kapolres Nabire, AKBP Samuel D Tatiratu, mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan manajemen perusahaan untuk pembagian lokasi pengungsian. “Setibanya di Polsek Makimi, kami langsung melakukan pendataan baik terhadap WNA maupun WNI,” ujar Samuel kepada wartawan di Mapolres Nabire, Senin (23/2/2026).

    Perusahaan Hentikan Aktivitas Pertambangan

    Samuel menyampaikan bahwa manajemen PT Kristalin Ekalestari memutuskan untuk menghentikan seluruh aktivitas pertambangan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Keputusan ini diambil berdasarkan rekomendasi kepolisian guna memberikan ruang bagi aparat melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh. Penghentian operasional bersifat sementara sambil menunggu jaminan stabilitas keamanan di sekitar wilayah Bendungan Kali Musairo.

    “Operasional perusahaan akan kembali berjalan normal setelah situasi lapangan kembali kondusif,” tegas Samuel.

    Saat ini, personel gabungan TNI-Polri masih bersiaga di lokasi kejadian untuk memantau pergerakan kelompok penyerang. Polisi meminta masyarakat luas di Kabupaten Nabire agar tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Pengawasan terhadap narasi provokatif di media sosial kini ditingkatkan guna mencegah kepanikan massa di wilayah Papua Tengah.

    Dua Korban Belum Teridentifikasi

    Sementara itu hingga Senin (23/2/2026), dua korban yang tewas terbakar belum juga teridentifikasi. Polisi menyebut hambatan proses identifikasi lantaran kondisi jenazah yang terbakar parah sehingga kesulitan untuk mengidentifikasinya. Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol Gustav R Urbinas, mengatakan pihak medis masih memerlukan waktu tambahan untuk menyelesaikan tahapan forensik.

    Proses autopsi dan pemeriksaan DNA menjadi pilihan terakhir apabila metode identifikasi primer lainnya tak membuahkan hasil. “Proses autopsi dan pemeriksaan DNA menjadi pilihan terakhir apabila metode identifikasi primer lainnya tidak memberikan hasil yang akurat,” kata Gustav kepada wartawan di Nabire, Senin (23/2/2026).

    Gustav menekankan bahwa kepastian identitas korban sangat krusial untuk kepentingan penyidikan dan pemenuhan hak keluarga korban. Polri berkomitmen memberikan informasi yang valid kepada publik setelah seluruh rangkaian pemeriksaan kedokteran kepolisian selesai dilakukan.

    Pembakaran Pos Jaga

    Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 13.30 WIT, PT Kristalin Ekalestari (KEL) di Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah diserang orang tak dikenal. Pos penjagaan Palang I Bendungan Kali Musairo di Kampung Biha milik perusahaan pertambangan emas itu diserang dan dibakar hingga merenggut dua korban jiwa. Selain membakar, kelompok OTK tersebut juga menebar teror melalui serangkaian tembakan senjata api di lokasi kejadian.

    Manajemen PT Kristalin Ekalestari Nabire menyesalkan peristiwa tersebut. Head Legal PT Kristalin Ekalestari, Teguh Arif, menyatakan titik penyerangan tersebut berada jauh dari area aktif operasional pertambangan. Pos penjagaan yang diserang berfungsi sebagai pendukung keamanan wilayah, tapi bukan merupakan bagian dari inti tambang.

    “Kami menegaskan bahwa lokasi kejadian berada di luar wilayah operasional perusahaan,” ujar Teguh Arif saat memberikan keterangan pers di Nabire, Minggu (22/2/2026). Teguh mengaku akibat kejadian tersebut sejumlah fasilitas keamanan rusak. Dua orang yang berada di dalam pos itu tewas terluka bakar.

    Menurutnya saat serangan terjadi, kondisi pos jaga dalam keadaan sepi. Manajemen perusahaan menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban yang terdampak dalam insiden tersebut. Pihak perusahaan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan, identitas dan status korban kepada otoritas keamanan yang berwenang.

    “PT Kristalin Ekalestari turut berbelasungkawa atas adanya korban jiwa dalam insiden ini,” ucap Teguh.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Pasar Perhatikan Aksi Demo, IHSG Melemah Di Pembukaan

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?