Hasil Imbang 2-2 Malut United Kontra Semen Padang FC
Malut United bermain imbang 2-2 melawan Semen Padang FC dalam pertandingan lanjutan pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Kota Padang, Jumat (20/2/2026) malam. Meskipun hasil tersebut tidak memenuhi harapan, pelatih dan pemain Malut United tetap menghargai perjuangan lawan serta menyiapkan diri untuk laga selanjutnya.
Komentar Pelatih dan Pemain
Pelatih Malut United, Hendri Susilo, menyampaikan rasa syukur atas hasil imbang yang diperoleh. Menurutnya, pertandingan berjalan sangat menarik dengan tensi tinggi sejak awal hingga akhir. Ia menilai bahwa hasil 2-2 mencerminkan keadilan dari jalannya pertandingan.
“Seperti yang kita lihat, pertandingan malam ini cukup adil, berjalan dengan bagus. Cukup adil juga berbagi gol 2-2. Alhamdulillah kami dapat poin di Padang dan tidak terlalu mengecewakan melihat penampilan para pemain,” ujar Hendri usai laga.
Ia menambahkan bahwa timnya tidak ingin larut dalam hasil tersebut karena sudah harus mempersiapkan diri menghadapi laga berikutnya melawan Persija.
“Kita lupakan sudah hari ini, karena minggu depan kita sudah melawan Persija,” katanya.
Senada dengan sang pelatih, pemain Malut United Taufik Rustam mengatakan seluruh pemain telah bekerja keras sepanjang pertandingan.
“Saya mewakili teman-teman, alhamdulillah kita sudah bekerja keras. Lawan juga bekerja keras, kita berbagi poin. InsyaAllah pertandingan selanjutnya kita bisa meraih tiga poin,” ucap Taufik.
Perubahan Taktik di Babak Kedua
Terkait perubahan permainan di babak kedua yang membuat Malut United lebih banyak bertahan hingga akhirnya kebobolan dua gol di penghujung laga, Hendri menjelaskan bahwa Semen Padang melakukan perubahan taktik yang sangat agresif.
Menurutnya, tuan rumah tampil lebih terbuka dan total menyerang untuk mengejar ketertinggalan.
“Di babak kedua Semen Padang melakukan perubahan yang sangat frontal. Mereka sangat terbuka dan total menyerang. Jadi kita sedikit turun ke low middle untuk bertahan,” jelasnya.
Ia menilai gempuran bertubi-tubi dari Semen Padang, ditambah tingginya tensi pertandingan, menjadi faktor yang membuat timnya kehilangan momentum di akhir laga.
“Tensi pertandingan sangat tinggi. Gempuran terus-menerus, mungkin tingkat kelelahan juga tinggi. Itu normal dalam sepak bola. Semen Padang juga bisa menunggu momen di akhir pertandingan,” katanya.
Meski mengakui secara matematis timnya dirugikan karena kebobolan dua gol di penghujung laga, Hendri tetap menghargai perjuangan Semen Padang.
“Kalau dihitung matematika sangat rugi, tapi ini sepak bola. Kita juga menghargai perjuangan Semen Padang yang begitu bagus di akhir-akhir laga. Pantaslah mereka dapat dua gol,” tuturnya.
Jalannya Pertandingan
Semen Padang FC menunjukkan semangat juang tinggi pada babak kedua saat menjamu Malut United pada lanjutan pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026, Jumat (20/2/2026). Sempat tertinggal, Kabau Sirah akhirnya mampu memaksakan hasil imbang 2-2 dalam laga yang berlangsung sengit hingga menit akhir.
Memasuki babak kedua, Semen Padang langsung melakukan sejumlah pergantian pemain untuk meningkatkan daya gedor. Firman ditarik keluar dan digantikan Maicon. Ravy Tsouka digantikan Kazaki, sementara Ripal keluar dan Rian masuk menambah energi baru di lapangan.
Pada menit ke-49, Semen Padang mendapatkan peluang emas. Maicon berhasil lepas dari penjagaan pemain Malut United menusuk dari sisi serangan. Alih-alih menuntaskan peluang dengan tembakan langsung, ia memilih mengirim umpan silang. Namun, tak ada satu pun pemain Semen Padang yang mampu menyambut bola tersebut.
Tiga menit berselang, Malut United memperoleh kesempatan menambah keunggulan. Mereka mendapatkan tendangan bebas di dalam kotak penalti setelah Rendy Oscario melakukan kesalahan dengan menyentuh bola menggunakan tangan usai menerima umpan ke belakang dari rekannya. Beruntung bagi Semen Padang, eksekusi tendangan bebas itu hanya membentur pagar hidup sehingga skor tetap bertahan.
Pada menit ke-65, Malut kembali mengancam. Melalui skema tendangan bebas, sepakan salah seorang pemainnya nyaris menambah gol, namun bola hanya membentur mistar gawang.
Ancaman kembali datang pada menit ke-68. Kesalahan lini belakang Semen Padang dimanfaatkan David Da Silva yang berhadapan satu lawan satu dengan Rendy Oscario. Namun, kiper Semen Padang itu tampil sigap dan berhasil mencuri bola dari kaki David sebelum peluang berubah menjadi gol.
Semen Padang terus berupaya meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-74, Irsyad Maulana masuk menggantikan Kasim Botan. Di sisi lain, Malut United juga melakukan penyegaran di lini pertahanan dengan menarik keluar Taufik Rustam dan memasukkan Abduh Lestaluhu.
Menit ke-83, Maicon kembali menjadi ancaman melalui skema serangan balik. Ia menggiring bola sendirian dan mencoba menyelesaikan peluang tersebut, namun tendangannya masih melebar ke sisi kanan gawang.
Kerja keras Semen Padang akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-87. Berawal dari skema tendangan bebas di sisi kiri yang menghasilkan bola liar di kotak penalti, Kianz Froese yang berdiri bebas sukses memanfaatkan situasi tersebut. Gol itu memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 dan membakar semangat tuan rumah.
Memasuki awal injury time babak kedua, Stadion Haji Agus Salim bergemuruh. Umpan silang dari sisi kanan sempat terlalu tinggi dan mengarah ke sisi kiri lapangan. Namun di sana sudah menunggu Maicon yang langsung melepaskan tendangan voli keras ke sudut sempit kanan gawang Malut United. Bola melesat deras dan mengubah skor menjadi 2-2.
Gol tersebut sempat ditinjau melalui VAR, namun setelah pengecekan, wasit mengesahkannya. Kedua tim masih saling melancarkan serangan di sisa waktu pertandingan, namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 2-2.



