Program Pendidikan Energi Terbarukan di SMAN 5 Surabaya
Institut Teknologi PLN (ITPLN) mengambil inisiatif untuk membimbing siswa SMAN 5 Surabaya dalam pengembangan teknologi energi terbarukan. Proyek ini mencakup berbagai aspek, mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy (WTE). Tujuan utama dari program ini adalah tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran tentang krisis iklim sejak dini.
Program Rekayasa Teknologi Energi Terbarukan tahun 2026 menjadi salah satu inisiatif penting yang dilaksanakan oleh ITPLN bersama PT PLN (Persero) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). SMAN 5 Surabaya dipilih sebagai sekolah pertama yang menjadi lokasi pelaksanaan program ini. Dengan pendekatan praktis, siswa akan diajarkan bagaimana membangun dan mengoperasikan sistem PLTS serta cara mengelola sampah sebagai sumber energi.
Tanda Perubahan Iklim Global
Menurut Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Usaha ITPLN, Dr Ir M Ahsin Sidqi MM IPU ASEAN Eng QRGP, perubahan iklim global seperti meningkatnya suhu bumi, banjir, dan munculnya penyakit baru tidak dapat dilepaskan dari penggunaan energi fosil secara masif. Ia menekankan bahwa generasi muda harus siap dengan teknologi energi bersih.
Selain itu, Ahsin mengajak para lulusan SMAN 5 Surabaya untuk melanjutkan studi di ITPLN. Menurutnya, ITPLN akan segera membuka Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Jawa Timur yang berlokasi di PLN Udiklat Pandaan dan mulai menerima mahasiswa tahun ini.
Dua Fokus Utama Materi Pelatihan
Direktur Training Center ITPLN, Suharto, menjelaskan bahwa materi pelatihan dalam program ini difokuskan pada dua bidang utama, yakni PLTS dan waste to energy. Pelatihan dirancang berbasis praktik agar siswa tidak hanya memahami teori.
“Yang diajarkan ada dua, yaitu waste to energy dan PLTS. Untuk PLTS, peserta akan diajari sistemnya, cara mengoperasikan, mengecek, hingga memperbaikinya,” jelas Suharto. Ia menambahkan, simulasi pemasangan panel surya menjadi bagian penting dalam pelatihan karena dapat diterapkan langsung di lingkungan sekolah maupun rumah tinggal.
ITPLN juga akan menyerahkan peralatan pendukung kepada sekolah agar bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran lanjutan. “Peralatannya akan kami bawa dan diserahkan ke sekolah. Jadi pada kelas berikutnya, siswa bisa langsung menggunakan peralatan yang diberikan,” tegasnya.
Selain itu, siswa juga dibekali pemahaman mengenai konsep waste to energy, mulai dari pengelolaan sampah, proses pengolahan, hingga pemanfaatan hasilnya sebagai sumber energi terbarukan. “Di sekolah, siswa diajarkan bagaimana mengolah sampah, prosesnya seperti apa, dan hasil apa yang bisa dimanfaatkan. Ini bukan hanya membantu energi terbarukan, tetapi juga pengurangan sampah,” ujarnya.
Sambut Positif Kolaborasi
Kepala SMAN 5 Surabaya, Sukirin Wikanto SPd M Pd, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sekolahnya sebenarnya telah memiliki fasilitas PLTS, namun belum dimanfaatkan secara optimal. “Di area parkir utara sebenarnya sudah ada atap dengan PLTS. Tapi efektivitas dan kemanfaatannya belum pernah dikaji secara serius. Dengan pendampingan dari ITPLN dan praktisi PLN, ini jadi momentum pembelajaran nyata bagi siswa dan guru,” kata Sukirin.
Menurutnya, program ini juga membuka wawasan siswa terhadap peluang karier di sektor energi, khususnya bagi mereka yang memiliki minat di bidang teknik dan kelistrikan. “Anak-anak yang suka teknik akan mendapatkan ilmu dasar tentang PLTS, tentang dunia kelistrikan, dan peluang kerja di sektor energi. Ini bisa jadi bagian dari penemuan passion mereka,” tuturnya.
Berlanjut Kemitraan Jangka Panjang
Sukirin berharap kerja sama dengan ITPLN dan PLN tidak berhenti pada program dua bulan, tetapi dapat berlanjut sebagai kemitraan jangka panjang. “Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut. PLTS yang ada akan dikaji ulang agar manfaatnya benar-benar dirasakan sekolah. Semoga anak-anak terinspirasi dan punya masa depan di sektor energi,” pungkasnya.
Program ini menjadi bagian dari upaya strategis ITPLN dan PLN dalam meningkatkan literasi energi terbarukan sejak bangku SMA, sekaligus menyiapkan generasi muda sebagai pelaku transisi energi nasional menuju target Net Zero Emission.



