Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 15 Mei 2026
Trending
  • Gempa Bumi Mengguncang Maluku Utara Hari Ini, 11 Mei 2026
  • Musda V Demokrat Sulteng, Anwar Hafid Perkuat Politik Berbasis Data dan Kinerja Nyata
  • Mengapa Motor MotoGP Cepat Saat Start? Ini Jawabannya
  • Huawei Mate 80 Pro: Kamera Alami dan Daya Tahan Tinggi
  • Jurnalis Senior Kritik Komdigi Setelah Video Amien Rais Dihapus: Menteri dan Wamennya Mantan Wartawan
  • 20 Soal PSAJ Kelas 6 SD Tahun 2026 Kurikulum Merdeka dan Jawaban
  • Hakim Putuskan Donna Faroek 4 Tahun Bui, Pengacara Sebut Kliennya Kelelahan Jalani Proses Hukum
  • Jadwal Final Thailand Open 2026: Leo/Daniel Hadapi Lai Po Yu/Tsai Fu Cheng
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Kakek di Lubuklinggau Tewas Dengan 13 Luka Tusukan, Pelaku Diduga Gangguan Jiwa
Hukum

Kakek di Lubuklinggau Tewas Dengan 13 Luka Tusukan, Pelaku Diduga Gangguan Jiwa

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover19 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kakek Tewas Ditikam 13 Kali di Rumah Sendiri

Korban tewas dalam kejadian penusukan yang terjadi di rumahnya sendiri, Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Kakek Sutrisno (60) meninggal dunia setelah menerima 13 tusukan dari pelaku bernama Noval. Kejadian ini berlangsung pada Minggu (11/1/2026) pagi, dan mengejutkan seluruh warga sekitar.

Pelaku Diduga Mengalami Gangguan Kejiwaan

Pelaku, yang diduga mengalami gangguan kejiwaan, berhasil ditangkap oleh warga berserta barang bukti senjata tajam. Kejadian ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang untuk memastikan penyebab pasti dari peristiwa tersebut.

Menurut informasi yang diperoleh, kejadian bermula saat pelaku menggunakan hoodie hitam menyusup ke dalam rumah korban. Saat itu, korban baru saja pulang dari masjid dan masih mengenakan kain sarung. Korban tidak memiliki hubungan apapun dengan pelaku, bahkan sama sekali tidak saling mengenal.

Kronologi Penusukan

Alex, Ketua RT 05 Kelurahan Megang, menjelaskan bahwa antara korban dan pelaku tidak saling mengenal. Menurutnya, korban dikenal sebagai sosok yang baik dan ramah kepada masyarakat. Bahkan, keluarga korban menyatakan bahwa tidak ada musuh yang dimiliki oleh Sutrisno.

Saat kejadian, adik Dimas, salah satu cucu korban yang duduk di bangku SD, membuka terali pintu rumah. Saat itu, suasana masih sepi karena waktu masih pagi. Tiba-tiba, seorang laki-laki menggunakan hoodie hitam muncul di depan rumah. Laki-laki tersebut langsung mengejar adik Dimas, yang kemudian masuk kembali ke dalam rumah.

Melihat hal tersebut, Sutrisno yang sedang di kamar setelah pulang dari masjid langsung keluar. Ia mendengar teriakan dari cucunya dan langsung bergegas keluar kamar. Saat melihat pelaku, Sutrisno langsung mendorongnya dan coba melawan. Namun, pelaku terus menyerang dengan pisau secara membabi buta.

Perlawanan Korban dan Penanganan Warga

Dimas, cucu korban, menjelaskan bahwa kakeknya hanya bisa menendang pelaku, sehingga banyak lukanya di bagian kaki. Setelah melihat kejadian tersebut, Dimas langsung meminta pertolongan warga sekitar.

Warga pun segera merespons, beberapa orang langsung membawa korban ke rumah sakit Ar Bunda untuk mendapatkan perawatan. Sementara itu, sejumlah warga lainnya mengejar pelaku. Akhirnya, pelaku berhasil diamankan beserta senjata tajam yang digunakan dalam penusukan.

Kondisi Korban dan Pengaduan Keluarga

Sutrisno sempat dilarikan ke rumah sakit setelah kejadian. Meskipun telah diberikan perawatan, kondisi korban tidak membaik dan akhirnya meninggal dunia. Keluarga korban sangat terkejut dengan kejadian ini, karena korban dikenal baik dan tidak memiliki musuh.

Dari pengakuan keluarga, Sutrisno biasa berada di rumah setelah pulang dari masjid. Pada hari kejadian, ia pulang agak belakangan karena masih bercengkrama dengan para jamaah. Hal ini membuatnya tidak siap dengan serangan yang terjadi.

Kesimpulan

Kejadian penusukan ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan aparat setempat. Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab, seperti alasan pelaku melakukan aksi tersebut dan apakah ada faktor lain yang memicu kejadian ini. Para warga berharap proses penyelidikan dapat segera selesai dan memberikan kejelasan kepada publik.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Hakim Putuskan Donna Faroek 4 Tahun Bui, Pengacara Sebut Kliennya Kelelahan Jalani Proses Hukum

15 Mei 2026

Pengakuan Istri Ilham Pradipta di Sidang Pembunuhan Kacab Bank BUMN: Perbuatan Terdakwa Keji

15 Mei 2026

Polda Jatim Ungkap Sindikat Penipuan Mobil Lintas Provinsi dengan Omzet Rp7 Miliar per Bulan

15 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Gempa Bumi Mengguncang Maluku Utara Hari Ini, 11 Mei 2026

15 Mei 2026

Musda V Demokrat Sulteng, Anwar Hafid Perkuat Politik Berbasis Data dan Kinerja Nyata

15 Mei 2026

Mengapa Motor MotoGP Cepat Saat Start? Ini Jawabannya

15 Mei 2026

Huawei Mate 80 Pro: Kamera Alami dan Daya Tahan Tinggi

15 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?