Kematian Tahanan di Lapas Kelas IIB Blitar
Seorang tahanan di Lapas Kelas IIB Blitar, Jawa Timur, berinisial H meninggal dunia pada Sabtu (10/1/2026) pukul 07.00 WIB setelah dirawat selama lima hari di rumah sakit. Korban merupakan narapidana kasus narkoba asal Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Kondisi H awalnya membaik, namun kemudian mengalami penurunan yang signifikan hingga akhirnya tidak tertolong.
H sempat dilarikan ke RSUD Mardi Waluyo pada Senin (5/1/2026) setelah mengalami kejang-kejang. Selama lima hari dirawat, kondisinya terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia. Menurut keterangan petugas medis, korban tiba di rumah sakit dalam keadaan tak sadarkan diri. Hasil pemeriksaan CT scan menunjukkan bahwa H mengalami stroke batang otak.
Diduga Korban Penganiayaan oleh Sesama Napi
Dugaan sementara menyebutkan bahwa H menjadi korban penganiayaan oleh sesama rekan tahanan. Motif penganiayaan diduga berkaitan dengan utang piutang antara korban dan pelaku. Korban disebut memiliki utang sebesar Rp40 juta kepada pelaku. Diketahui, kedua belah pihak saling mengenal sebelum masuk ke Lapas dan bahkan masuk dalam sindikat pengedar narkoba.
Kepala Keamanan Lapas Kelas IIB Blitar Fathah D. Akbar membantah adanya kesalahan dari petugas dalam pengawasan para tahanan. Ia menyatakan bahwa korban dan para pelaku telah berdamai sebelumnya. Namun, peristiwa pemukulan tetap terjadi. “Pemukulan hanya terjadi satu kali, tanggal 7 Desember 2025 sore,” ujarnya.
Proses Pemeriksaan dan Pengawasan di Lapas
Kepala Lapas Blitar Romi Novitrion menyatakan bahwa ada tiga tahanan yang sudah diperiksa, yaitu I, D, dan B. Menurutnya, pengawasan di Lapas sudah cukup ketat dan petugas rutin melakukan patroli. “Waktu troling (pengontrolan keliling) baik-baik saja,” tambahnya.
Motif penganiayaan ini juga dikaitkan dengan hubungan antara korban dan pelaku sebelumnya. Mereka sering bergerombol di depan sel, yang biasa terjadi. Meski demikian, korban mengalami luka di bagian pelipis akibat pukulan pelaku. Bukti-bukti seperti foto dan data lainnya menunjukkan bahwa pemukulan dilakukan oleh I dan D dengan tangan kosong.
Laporan dari Keluarga dan Proses Hukum
Kasus kekerasan ini telah dilaporkan oleh keluarga korban ke kepolisian. Saat ini, pihak keluarga masih menunggu hasil visum dari rumah sakit. Dari keterangan petugas medis, H ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri saat tiba di rumah sakit. Perlu diketahui, H adalah tahanan yang ditahan karena kasus narkoba.
Penutup
Peristiwa kematian H di Lapas Kelas IIB Blitar menimbulkan pertanyaan tentang proses pengawasan dan keamanan di dalam lembaga pemasyarakatan. Meskipun pihak lapas membantah adanya kesalahan dalam pengawasan, keluarga korban tetap mempertanyakan proses pemeriksaan dan tindakan yang dilakukan oleh petugas. Kasus ini akan terus dipantau untuk mendapatkan kejelasan dan transparansi dari pihak berwenang.



