Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 19 Maret 2026
Trending
  • Borneo FC vs Persib: Bojan Hodak Kembali Diuji
  • 6 Kebiasaan yang Merusak Anggaran Belanja
  • Pesan Menag Nasaruddin Umar yang menyentuh hati: Mengingat Tuhan dengan penuh haru
  • 7 rekomendasi ponsel Rp1 jutaan terbaru Maret 2026, dari Infinix hingga POCO
  • Fitch Turunkan Outlook Bank BUMN, OJK Jamin Fondasi Stabil
  • Jejak Dokter Richard Lee yang Kini Ditahan, Dulu Dilaporkan Kartika Putri
  • Yang Perlu Diketahui tentang Status Siaga I
  • Hasil Super League: Persita Cetak Gol, Gusur Persebaya ke Posisi 5
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Adik Tega Bunuh Kakak Kandung di Makassar Gara-Gara Utang Rp1 Juta
Hukum

Adik Tega Bunuh Kakak Kandung di Makassar Gara-Gara Utang Rp1 Juta

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover3 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peristiwa Pembunuhan yang Dipicu Masalah Utang

Pada Jumat (2/1/2026) malam, terjadi peristiwa tragis di Jl Opu Daeng Risaju, Kecamatan Mamajang, Makassar. Seorang pria bernama Tomo (30 tahun) tewas setelah ditusuk oleh adiknya sendiri, Arif (22 tahun). Kejadian ini menimbulkan kekacauan di sekitar lokasi dan membuat warga sekitar kaget dengan tindakan brutal yang dilakukan oleh pelaku.

Tomo mengalami empat luka tusukan di tubuhnya, sehingga meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit. Jenazah korban kini sedang menjalani proses visum di RS Bhayangkara Makassar. Sementara itu, Arif telah diamankan oleh personel Polsek Mamajang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Motif Utang Piutang

Menurut informasi yang diperoleh, motif utang piutang diduga menjadi pemicu dari kejadian ini. Kasus pembunuhan antara kakak dan adik ini dipicu oleh masalah utang sebesar Rp1 juta. Kanit Reskrim Polsek Mamajang, AKP Alim Bahri, menyebutkan bahwa motif sementara dari pertikaian tersebut adalah utang piutang. Meski belum diketahui pasti apakah kakak atau adik yang berutang, kasus ini menunjukkan ketegangan yang cukup dalam hubungan keluarga.

Kapolsek Mamajang Kompol Mustari juga membenarkan bahwa Tomo pernah meminjam uang kepada Arif sebesar Rp1 juta. Dalam penjelasannya, Mustari menyebutkan bahwa kejadian ini terjadi karena perselisihan utang. “Terjadi persoalan utang piutang sebanyak Rp1 juta,” katanya.

Luka Tusukan dan Kronologi Kejadian

Hasil pemeriksaan sementara dari Tim Dokpol Biddokkes Polda Sulsel menunjukkan bahwa korban mengalami empat luka tusukan. Luka tersebut tersebar di beberapa bagian tubuh, termasuk dua luka di siku bagian dalam dan satu luka di siku bagian luar. Totalnya ada empat luka tusukan yang dialami Tomo.

Sebelum kejadian penikaman, keduanya sempat terlibat perkelahian pekan lalu. Menurut Kompol Mustari, kedua pihak biasa bekerja bersama, yaitu menjual anjing ke Toraja. Mereka membawa anjing tersebut ke Kabupaten Toraja untuk dijual. Namun, situasi memburuk saat mereka kembali dari Kabupaten Bulukumba.

“Memang sebelumnya sudah berkelahi, katanya gara-gara utang. Korban sempat dibawa ke rumah sakit tapi sudah meninggal,” tambahnya.

Lokasi dan Proses Hukum

Lokasi duel antara Tomo dan Arif berada di lahan kosong yang tidak jauh dari bengkel mobil. Kepolisian akan menangani kasus ini sesuai dengan Undang-undang KHUP baru, yang menjerat pelaku dengan ancaman pidana 15 tahun ke atas.

Salah satu warga setempat, Yunus, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, korban dan pelaku sempat ribut soal utang. Arif meminta uang untuk memperbaiki mobil yang dirental dan rusak setelah dari Kabupaten Bulukumba.

Pekerjaan keduanya sebagai supir dan diduga memperjualbelikan anjing untuk dibawa ke Kabupaten Toraja turut menjadi latar belakang dari konflik ini. “Mereka sama-sama bekerja, biasa jual anjing ke Toraja kalau dapat, di bawa ke sana di jual. Tiba-tiba tadi ribut-ribut lalu berkelahi. Memang sebelumnya sudah berkelahi, katanya gara-gara utang,” ujar Yunus.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jejak Dokter Richard Lee yang Kini Ditahan, Dulu Dilaporkan Kartika Putri

18 Maret 2026

Berita Terpopuler Kotim: Kecelakaan di Eks Golden, 1 Orang Terluka, Arus Mudik 2026 Terlihat di Sampit

18 Maret 2026

Dampak Nabilah O’Brien Jadi Tersangka Setelah Viral Pencuri di Restoran, Polri Janjikan Ini

18 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Borneo FC vs Persib: Bojan Hodak Kembali Diuji

18 Maret 2026

6 Kebiasaan yang Merusak Anggaran Belanja

18 Maret 2026

Pesan Menag Nasaruddin Umar yang menyentuh hati: Mengingat Tuhan dengan penuh haru

18 Maret 2026

7 rekomendasi ponsel Rp1 jutaan terbaru Maret 2026, dari Infinix hingga POCO

18 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?