Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 18 Maret 2026
Trending
  • Neymar Tepis Isu Kondisi Fisik Jelang Piala Dunia 2026
  • Mudik Bareng Daihatsu 2026 Kembali Digelar, Ratusan Peserta Hadir
  • Syahrul Yasin Limpo: Bukan Pemimpin Jika Hanya Bilang Suku Makassar di Sini, Bugis di Sana
  • Plataran Six Series Peace Run 2026: Lari Menjelajahi Keindahan Alam Indonesia
  • Menteri ‘Koboi’ Dicap, Purbaya Yakin Ekonomi Indonesia Stabil
  • Zakat Mal Bisa Diberikan ke Keluarga? Ini Jawabannya
  • Produk Apple Terbaru dengan MacBook Murah
  • Prabowo: Defisit Anggaran 3 Persen Hanya Dilewati Saat Krisis
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Kisah tetangga sebelum tragedi siswi SD bunuh ibu kandung di Medan, dengar suara minta tolong
Hukum

Kisah tetangga sebelum tragedi siswi SD bunuh ibu kandung di Medan, dengar suara minta tolong

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Desember 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peristiwa Mengerikan yang Terjadi di Kecamatan Medan Sunggal

Insiden dugaan pembunuhan seorang ibu kandung oleh siswi SD, Al (12), di Kecamatan Medan Sunggal, Medan pada 10 November 2025 masih membekas di ingatan para tetangga. Peristiwa ini menimbulkan rasa trauma dan kekacauan di lingkungan sekitar.

Rossa, yang tinggal tepat di sebelah rumah korban inisial FS (42), mengaku sempat mendengar hal-hal janggal di rumah korban. Menurutnya, sebelum korban diketahui sudah tewas, ia mendengar suara layaknya orang kejar-kejaran. Suara itu terdengar sangat jelas. Saat itu pukul 04.30, Rossa hendak pergi ke kamar mandi.

“Dari rumah korban itu terdengar seperti ada orang naik-tun dalam waktu berdekatan,” kata Rossa. Lantaran curiga, Rossa meminta pendapat kepada suaminya. “Kata suami saya, mungkin kucing sedang mengejar tikus,” kenang Rossa.

Di saat rasa curiga perlahan hilang, Rossa kembali mendengar suara tak biasa dari rumah korban. “Nah, aku mendengar suara ‘Tolong’ seperti orang habis disiksa seperti itu. Suaranya itu seperti sedih sekali,” ungkapnya. Karena tidak mengira akan terjadi sesuatu, Rossa pun melanjutkan aktivitasnya.

Sampai akhirnya, sekitar pukul 06:00 WIB, Rossa menerima telepon dari tetangga sebelah kiri rumahnya bernama Tatik. Tatik menelepon, memberi kabar kalau tetangga sebelah kanan Rossa, bernama Faiza Soraya telah tewas bersimbah darah. Wanita yang mengenakan hijab berwarna hitam ini pun syok, karena tak menyangka Soraya tewas.

“Meskipun saya di sebelah rumah gak mendengar suara keributan. Justru saya ditelepon dia (tetangga) kok gak tahu kejadian disini,” katanya. “Tetangganya dibunuh kok gak tahu. Saya ditelpon ibu Tatik pas sudah ramai,” sambungnya.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Sudah lebih dari sepekan, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan bahwa sebanyak 16 saksi sudah dimintai keterangan. Belasan saksi yang diperiksa ini mulai dari terduga pelaku hingga saksi ahli.

Jumlah tersebut kemungkinan bakal terus bertambah, sesuai kebutuhan penyelidikan dan penyidikan. Pada Sabtu (20/12/2025), Calvijn mengatakan, semua keterangan yang sudah masuk ke dalam berita acara pemeriksaan (BAP) akan dipadukan. Untuk hak-hak Al, sampai hari ini masih dipenuhi mulai dari makan, belajar, dan beribadah.

Mengenai adanya terduga pelaku lain, Calvijn menyebut masih terus diselidiki. “Itu yang saya sebutkan tadi, saat ini penyelidikan dan penyidikan pun masih berkelanjutan. Penyesuaian antara fakta dan berita acara pemeriksaan, dan penyesuaian antara keterangan-keterangan ahli, dan kita tuangkan lagi dalam BAP, ini lagi kita sinkronkan untuk lebih sempurnanya lagi,” tutupnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Berita Terpopuler Kotim: Kecelakaan di Eks Golden, 1 Orang Terluka, Arus Mudik 2026 Terlihat di Sampit

18 Maret 2026

Dampak Nabilah O’Brien Jadi Tersangka Setelah Viral Pencuri di Restoran, Polri Janjikan Ini

18 Maret 2026

Respons Kapolri Pasca Nabilah Viral, Korban Pencurian Jadi Tersangka

17 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Neymar Tepis Isu Kondisi Fisik Jelang Piala Dunia 2026

18 Maret 2026

Mudik Bareng Daihatsu 2026 Kembali Digelar, Ratusan Peserta Hadir

18 Maret 2026

Syahrul Yasin Limpo: Bukan Pemimpin Jika Hanya Bilang Suku Makassar di Sini, Bugis di Sana

18 Maret 2026

Plataran Six Series Peace Run 2026: Lari Menjelajahi Keindahan Alam Indonesia

18 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?