Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 27 September 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Kisah tetangga sebelum tragedi siswi SD bunuh ibu kandung di Medan, dengar suara minta tolong
Hukum

Kisah tetangga sebelum tragedi siswi SD bunuh ibu kandung di Medan, dengar suara minta tolong

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Desember 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peristiwa Mengerikan yang Terjadi di Kecamatan Medan Sunggal

Insiden dugaan pembunuhan seorang ibu kandung oleh siswi SD, Al (12), di Kecamatan Medan Sunggal, Medan pada 10 November 2025 masih membekas di ingatan para tetangga. Peristiwa ini menimbulkan rasa trauma dan kekacauan di lingkungan sekitar.

Rossa, yang tinggal tepat di sebelah rumah korban inisial FS (42), mengaku sempat mendengar hal-hal janggal di rumah korban. Menurutnya, sebelum korban diketahui sudah tewas, ia mendengar suara layaknya orang kejar-kejaran. Suara itu terdengar sangat jelas. Saat itu pukul 04.30, Rossa hendak pergi ke kamar mandi.

“Dari rumah korban itu terdengar seperti ada orang naik-tun dalam waktu berdekatan,” kata Rossa. Lantaran curiga, Rossa meminta pendapat kepada suaminya. “Kata suami saya, mungkin kucing sedang mengejar tikus,” kenang Rossa.

Di saat rasa curiga perlahan hilang, Rossa kembali mendengar suara tak biasa dari rumah korban. “Nah, aku mendengar suara ‘Tolong’ seperti orang habis disiksa seperti itu. Suaranya itu seperti sedih sekali,” ungkapnya. Karena tidak mengira akan terjadi sesuatu, Rossa pun melanjutkan aktivitasnya.

Sampai akhirnya, sekitar pukul 06:00 WIB, Rossa menerima telepon dari tetangga sebelah kiri rumahnya bernama Tatik. Tatik menelepon, memberi kabar kalau tetangga sebelah kanan Rossa, bernama Faiza Soraya telah tewas bersimbah darah. Wanita yang mengenakan hijab berwarna hitam ini pun syok, karena tak menyangka Soraya tewas.

“Meskipun saya di sebelah rumah gak mendengar suara keributan. Justru saya ditelepon dia (tetangga) kok gak tahu kejadian disini,” katanya. “Tetangganya dibunuh kok gak tahu. Saya ditelpon ibu Tatik pas sudah ramai,” sambungnya.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Sudah lebih dari sepekan, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan bahwa sebanyak 16 saksi sudah dimintai keterangan. Belasan saksi yang diperiksa ini mulai dari terduga pelaku hingga saksi ahli.

Jumlah tersebut kemungkinan bakal terus bertambah, sesuai kebutuhan penyelidikan dan penyidikan. Pada Sabtu (20/12/2025), Calvijn mengatakan, semua keterangan yang sudah masuk ke dalam berita acara pemeriksaan (BAP) akan dipadukan. Untuk hak-hak Al, sampai hari ini masih dipenuhi mulai dari makan, belajar, dan beribadah.

Mengenai adanya terduga pelaku lain, Calvijn menyebut masih terus diselidiki. “Itu yang saya sebutkan tadi, saat ini penyelidikan dan penyidikan pun masih berkelanjutan. Penyesuaian antara fakta dan berita acara pemeriksaan, dan penyesuaian antara keterangan-keterangan ahli, dan kita tuangkan lagi dalam BAP, ini lagi kita sinkronkan untuk lebih sempurnanya lagi,” tutupnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan, Mantan Manajer Sarwendah: Dia Tak Pernah Berniat Jahat

31 Agustus 2026

Direktur Polipangkep Lulus Uji Kompetensi CRA dan CRP, Kuatkan Tata Kelola Berbasis Risiko

31 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?